Pencucian uang dan yang absen dari lawatan Jokowi

Indonesia dan Singapura akan bekerjasama di bidang e-government, pemuda dan olahraga, serta kamar dagang

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Indonesia dan Singapura akan bekerjasama di bidang e-government, pemuda dan olahraga, serta kamar dagang
    • Penulis, Isyana Artharini
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia

Posisi Singapura sebagai lokasi pencucian uang hasil korupsi di Indonesia belum menjadi sorotan dalam lawatan Jokowi.

Pengamat hubungan internasional Dinna Wisnu mengatakan bahwa sampai sekarang, masih ada isu besar bahwa Singapura adalah tempat pencucian uang hasil korupsi di Indonesia.

“Penting sekali untuk Indonesia membicarakan juga tentang kegiatan-kegiatan yang sifatnya ilegal. Di sini kita mau memberantas, tapi orangnya malah lari ke Singapura.”

Selain itu, ada masalah-masalah seperti penyelundupan BBM, mineral, kayu, dan timah yang berujung ke Singapura.

"Solusinya seharusnya lebih dari sekadar apa yang tertulis di atas kertas."

Sejak 2007, Indonesia memang memiliki perjanjian ekstradisi dengan Singapura, namun nota kesepahaman baru membahas hal yang umum dan normatif, belum sampai ke hal-hal teknis yang menunjukkan bagaimana pemberantasan tindak kriminal tersebut akan dilakukan.

“Kerja sama antar kepolisian, kerja sama antar-patroli darat maupun laut, sampai kerja sama di bidang teknologi untuk mengawasi dokumentasi, aspek-aspek itu seharusnya bisa dieksplorasi lebih jauh.”

Namun, beberapa hal tersebut masih absen dalam kunjungan Presiden Jokowi.

Lewat kunjungan ke Singapura itu, Presiden menegaskan keinginan Indonesia mengejar peluang bisnis dan investasi.

Singapura menamai anggrek di Botanical Garden dengan Dendrobium Iriana Jokowi

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Singapura menamai anggrek di Botanical Garden dengan Dendrobium Iriana Jokowi

Dalam kunjungan dua hari yang dilakukan sejak Selasa (28/7), Jokowi membawa serta Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Yuddi Chrisnandi, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Selain bertemu dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong serta Presiden Tony Tan Keng Yam, Jokowi juga dijadwalkan untuk hadir di forum pebisnis Singapura.

Dalam konferensi pers bersama PM Lee Hsien Loong, Jokowi mengatakan, “Kami ingin menegaskan bahwa kami akan mengambil langkah serius untuk menyelesaikan masalah di zona industri kawasan perdagangan bebas di Batam, Bintan, dan Karimun.”

Jokowi membenarkan bahwa Indonesia masih memiliki isu korupsi yang harus diselesaikan. “Betul, kami punya banyak pekerjaan rumah di Indonesia. Kondisi internal harus ramah pebisnis dan izin-izin harus disederhanakan. Kami harus melawan korupsi.”

Menurut Dinna, dari sisi kerjasama bisnis, Singapura adalah negara tetangga yang posisinya paling strategis sebagai hub untuk kawasan Asia Tenggara atau menjangkau keluar Asia.

“Indonesia punya kepentingan jadi hub yang penting di kawasan Asia Tenggara. Pelabuhan kita tidak kalah strategis dibanding Singapura, tapi kita terkendala soal teknologi dan fasilitas yang masih kalah jauh. Di sinilah pentingnya kerjasama e-government. Dari sisi tersebut, Jokowi on track.”

Selain itu, ada banyak perusahaan asing yang fokusnya di Singapura atau pengusaha Indonesia yang membuka basis usaha kedua di Singapura untuk menghemat biaya.

Aktivitas ekspor pengusaha Indonesia di Singapura bisa membuat negara kehilangan pemasukan dan keuntungan.

Maka kerjasama bisnis dan investasi dengan Singapura menjadi penting.

Ruang udara

Singapura juga sebenarnya punya sejumlah isu terkait Indonesia yang tak diangkat dalam lawatan kenegaraan kali ini.

Penanganan kabut asap adalah salah satunya, selain juga keinginan Singapura untuk memanfaatkan wilayah udara Indonesia, terutama ke Indonesia timur, untuk ekspansi bisnis transportasi.

Singapura baru melihat Indonesia sebagai pasar, belum menjadi mitra bisnis

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Singapura baru melihat Indonesia sebagai pasar, belum menjadi mitra bisnis

Dari sisi bisnis, Indonesia adalah mitra yang sangat penting buat Singapura karena ukuran pasarnya yang paling besar.

Dari barang-barang yang berhenti di pelabuhan Singapura untuk masuk ke kawasan Asia Tenggara, jumlah yang paling signifikan akan masuk ke Indonesia.

Problemnya, menurut Dinna, Singapura baru melihat Indonesia sebatas pasar, belum sebagai mitra untuk basis produksi atau berbagi beban lalu lintas pelabuhan.

“Sama-sama negara dekat biasanya ada kerjasama untuk pelabuhan, untuk mengurangi beban lalu lintas negara, beban lalu lintas laut. Singapura jelas diuntungkan banyak dari Indonesia dari sisi volume barang. Namun Indonesia belum menyentuh secara persuasif bagaimana kita juga bisa diuntungkan.“

Prioritasnya, menurut Dinna, adalah menempatkan diri di mata Singapura agar posisinya setara, baik dalam hal-hal pelik seperti pemberantasan aktivitas ilegal sampai sama-sama menjadi hub penting di kawasan Asia Tenggara.