Bandara Ngurah Rai batalkan ratusan penerbangan

Penumpang di Ngurah Rai

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Para penumpang berharap dapat segera diberangkatkan dari Bandara Ngurah Rai, Bali.

Hingga Jumat malam (10/07) tercatat 168 penerbangan domestik dan internasional batal mendarat dan lepas landas dari Bandara Ngurah Rai, Bali karena dampak abu vulkanik Gunung Raung di Jawa Timur.

Kepastian itu disampaikan oleh Kepala Humas PT Angkasa Pura 1, yang antara lain membawahi Bandar Udara Ngurah Rai, Ida Bagus Ketut Juli Adnyana.

"Sejauh ini ada sekitar 168 penerbangan datang dan pergi dari dan ke Bandara Ngurah Rai dibatalkan. Dari pagi hampir semua penerbangan belum ada yang beroperasi sampai malam ini," katanya kepada wartawan BBC Indonesia, Rohmatin Bonasir.

Mengenai jumlah penumpang yang terkena dampak, Ida Bagus Ketut Juli Adnyana belum bisa memberikan data pasti sebab mereka masih diurus oleh maskapai penerbangan masing-masing.

"Airlines (maskapai penerbangan) masih sibuk semuanya melayani penumpang yang meminta pengembalian uang tiket, mengubah tiket," jelasnya.

Bandara Lombok dibuka kembali

Penumpang

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Sebagian penumpang memilih mengganti tiket atau meminta pengembalian uang.

Ditambahkan oleh Ida Bagus Ketut Juli Adnyana, sebagian penumpang telah pulang atau dipindahkan ke hotel oleh maskapai penerbangan sehingga kondisi bandar udara tidak terlalu penuh.

Hingga pukul 20.00 WIB salah satu bandara paling sibuk di Indonesia belum diketahui kapan akan dibuka menyusul letusan Gunung Raung yang secara geografis terletak di Kabupaten Bondowoso, Banyuwangi dan Jember, Jawa Timur.

Dua bandar udara di Pulau Lombok sudah dibuka Jumat sore. Dengan demikian dari <link type="page"><caption> lima bandara yang sebelumnya ditutup</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/07/150710_indonesia_penutupanbandara" platform="highweb"/></link>, tinggal Bandara Ngurah Rai, Bandara Blimbingsari di Banyuwangi dan Bandara Notohadinegoro di Jember yang masih ditutup.

Bandara Ngurah Rai ditutup, seperti dikatakan Ida Bagus Ketut Juli Adnyana, sebab jalur penerbangan yang dilalui pesawat dengan tujuan Bali dan sebaliknya dipenuhi dengan awan panas dan abu vulkanik yang berbahaya bagi pesawat.