Harga bahan pokok naik, pemerintah siapkan harga acuan khusus

Neneng

Sumber gambar, BBC Indonesia

Keterangan gambar, Neneng mengaku bingung menetapkan harga jual bahan pokok setelah harga-harga cenderung naik tapi konsumen keberatan.

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan harga acuan khusus sejumlah bahan pokok setelah harga cenderung naik menjelang permulaan Ramadan, termasuk bawah merah yang mengalami kenaikan tajam.

Hal itu disampaikan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Srie Agustina dalam wawancara dengan BBC Indonesia, Minggu (07/06).

"Harga khusus itu adalah acuan penetapan harga selama puasa dan Lebaran. Jadi seperti di Malaysia, selama Hari Raya atau Lebaran mereka membuat harga tertentu."

Langkah tersebut penting diambil agar harga-harga pangan seperti beras, ayam, dan bumbu-bumbu, tidak melambung tak terkendali. Dicontohkan, harga bawang merah seharusnya tidak boleh lebih dari Rp25.700/kg.

"Kita tahu struktur biaya itu seperti itu. Kita tahu margin pedagang yang layak dan wajar diambil katakanlah 15% atau 17% dari seluruh rantai tata niaga.

"Maka dengan kita tetapkan harga maksimal di tingkat eceran, di supply chain (rantai pasokan) mulai dari tingkat produsen, pedagang besar, pedagang kecil atau agen sebelum ke pasar eceran, mereka akan menyesuaikan," jelas Sri Agustina kepada wartawan BBC Indonesia, Rohmatin Bonasir.

Ditambahkan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, aturan harga khusus telah rampung disusun. Namun pelaksanaannya masih menanti pengesahan oleh Presiden Joko Widodo melalui peraturan presiden tentang harga acuan pangan.

Penjual ayam

Sumber gambar, BBC Indonesia

Keterangan gambar, Harga ayam potong rata-rata naik Rp5.000 per ekor menjelang Ramadan.

Sementara aturan harga belum terbit, sejumlah harga bahan pangan telah mengalami kenaikan, di antaranyanya bawah merah.

"Kalau harga bawah merah, naiknya drastis sekali, di atas Rp30.000/kg untuk bawang merah Brebes," kata Neneng, seorang pedagang di Pasar Cikini, Jakarta Pusat.

Bawah merah produksi Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, biasanya digolongkan sebagai bawang kualitas terbaik di pasar. Sebelumnya, Neneng menjual Rp25.000/kg.

Tampaknya kenaikan harga bawah merah hanya terjadi di tingkat pedagang dan bervariasi antara daerah satu dengan lainnya. Di Palembang, misalnya, harga tembus Rp40.000/kg.

"Di tingkat petani, untuk kualitas sedang antara Rp15.000-Rp20.000/kg," ujar Penasehat Asosiasi Bawang Merah Indonesia cabang Brebes, Masrukhi Bachro.

Namun demikian ia mengakui pasokan dari Brebes, salah satu sentra bawang merah, pada tahap ini berkurang. Penyebabnya, sekarang masih musim tanam, sedangkan sejumlah daerah mengalami gagal panen.

Ia khawatir penetapan harga pada akhirnya akan membuka kran impor bawang merah, padahal impor tidak diperlukan karena musim panen tinggal sekitar dua bulan lagi.