Dua anak Mega jadi ketua, tokoh penyerang Samad KPK jadi Sekjen

Megawati mengangkat dua anaknya sebagai Ketua dalam kepengurusan baru PDI Perjuangan.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Megawati mengangkat dua anaknya sebagai Ketua dalam kepengurusan baru PDI Perjuangan.

Di tengah perita penangkapan seorang kader PDIP oleh KPK, Megawati mengangkat tokoh yang menyudutkan Abraham Samad dalam kisruh KPK-Polri terkait dugaan rekening gendut Budi Gunawan, sebagai Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan 2015-2020.

Dua anak kandung Megawati juga masuk dalam jajaran Ketua. Yakni Puan Maharani sebagai Ketua bidang Politik dan Keamanan, dan Prananda Prabowo sebagai Ketua bidang Ekonomi Kreatif.

Puan Maharani dalam Kabinet Jokowi menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia Kebudayaan. Karenanya, disebutkan Megawati, karena dalam ketetentuan pemerintahan Jokowi, para menteri tidak boleh merangkap jabatan di kepengurusan partai, maka status Puan di partai akan nonaktif. Namun Megawati tidak menetapkan siapa yang mengisi posisi itu ketika ditinggalkan Puan Maharani, yang kalau berjalan normal, baru akan berakhir 2019 mendatang.

Megawati mendapat mandat penuh dari Kongres untuk memilih sendiri para pengurus partai, setelah ia ditetapkan kembali sebagai Ketua Umum di hari pertama Kongres, Kamis (9/4).

Megawati diangkat kembali sebagai Ketua Umum tanpa melalui mekanisme pemilihan dan pemungutan suara, melainkan melalui aklamasi.

Dalam pernyataan pra Kongres, Megawati mengatakan bahwa voting adalah produk demokrasi barat.

Megawati membacakan susunan pengurus inti PDIP di arena Kongres IV PDIP di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Jumat (10/4/15), dalam suasana yang berusaha dibuat santai dengan paparan-paparan informal tentang nama-nama yang ia pilih.

Sekali waktu, Megawati memapar tentang tabu bagi kader partai. Megawati lalu bertanya kepada peserta kongres, "tahu tabu?" Yang lalu ia jawab sendiri, "ndak boleh."

Hasto jadi Sekjen

samad

Sumber gambar, ADEK BERRY AFP Getty Images

Keterangan gambar, Ketua KPK nonaktif Abraham Samad dituduh Hasto Kristiyanto dendam terhadap Budi Gunawan.

Jabatan kunci, Sekjen, diberikan pada Plt Hasto Kristiyanto, sosok yang muncul di panggung politik nasional, tatkala ia membuat <link type="page"><caption> jumpa pers yang menuding Ketua KPK</caption><url href="Bendahara Umum bidang" platform="highweb"/></link> (sekarang non aktif) Abraham Samad memiliki dendam pribadi pada Komjen Budi Gunawan sehingga menetapkannya sebagai tersangka setelah <link type="page"><caption> Budi Gunawan diajukan sebagai calon Kapolr</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/02/150216_kronologi_bg_kpk" platform="highweb"/></link>i.

Hasto kembali memapar kisah tentang Abraham Samad ini di berbagai kesempatan, termasuk di Komisi III DPR, dalam acara yang disiarkan beberapa stasiun televisi, dalam rangkaian kisruh KPK Polisi yang makan waktu berbulan-bulan.

Polisi kemudian menetapkan Abraham Samad sebagai tersangka untuk kasus lain, menyusul penetapan tersangka pada wakil ketua KPK Bambang Widjojanto, dalam apa yang dianggap sebagai upaya pengebirian KPK oleh polisi sebagai pembalasan atas penetapan status tersangka oleh KPK terhadap Budi Gunawan.

Saat mengumumkan Hasto Kristiyanto sebagai Sekjen, Megawati berseloroh, bahwa Hasto "tidak boleh menikam dari belakang" --sambil memperagakannya dengan tangan kanan diayunkan ke belakang dan diarahkan ke punggung.

"Kalau mengkhianati partai, saya bilang, nanti akan saya sembelih," kata Megawati.

Sebelumnya, saat mengumumkan nama wakil gubertnur Jakarta Djarot Syaiful Hidayat sebagai Ketua bidang Keanggotaan dan Organisasi, Megawati mengatakan, bahwa Djarot ini beruntung.

Dalam nada yang mengulangi bagian pidato politik saat pembukaan Kongres tentang perannya dalam menjadikan Jokowi sebagai presiden, Megawati mengatakan, "Andai saya tidak memberikan mandat pada Pak Jokowi untuk menjadi calon presiden, Pak Djarot tidak akan menjadi wakil gubernur Jakarta."

Berikut susunan lengkap pengurus PDIP 2015-2020:

1. Ketua Umum : Megawati Soekarno Putri

2. Ketua bidang Kehormatan Partai : Komarudin Watubun 3. Ketua bidang Pemenangan Pemilu : Bambang Dwi Hartono (Bambang DH) 4. Ketua bidang Ideologi dan Kaderisasi : Idham Samawi 5. Ketua bidang Keanggotaan dan Organisasi : Djarot Syaiful Hidayat 6. Ketua bidang Politik dan Keamanan : Puan Maharani (non aktif karena jadi menteri) 7. Ketua bidang Hukum HAM dan Perundang-undangan : Trimedya Pandjaitan 8. Ketua bidang Perekonomian : Hendrawan Pratikno 9. Ketua bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup : Muhammad Prakosa 10. Ketua bidang Kemaritiman : Rohmin Dahuri 11. Ketua bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan : Andreas Hugo Pareira 12. Ketua bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana : Ribka Tjiptaning 13. Ketua bidang Buruh Tani dan Nelayan : Mindo Sianipar 14. Ketua bidang Kesehatan dan Anak : Sri Rahayu 15. Ketua bidang Pendidikan dan Kebudayaan : I Made Urip 16. Ketua bidang Koperasi dan UMKM : Nusirwan Sujono 17. Ketua bidang Pariwisata : Sarwo Budi Wiranti Sukamdani 18. Ketua bidang Pemuda dan Olahraga : Sukur Nababan 19. Ketua bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan YME : Hamka Haq 20. Ketua bidang Ekonomi Kreatif : Prananda Prabowo

21. Sekretaris Jenderal : Hasto Kristiyanto

22. Wakil Sekjen bidang Internal : Utut Adianto 23. Wakil Sekjen bidang Program Kerakyatan : Erico Sotarduga 24. Wakil Sekjen bidang Program Pemerintahan : Ahmad Basarah

25. Bendahara Umum : Olly Dondokambey

26. Wakil Bendahara Umum bidang Internal : Rudiyanto Chen 27. Wakil Bendahara Umum bidang Program : Yuliari Peter Batubara