Wapres JK: Islam tolak ideologi ISIS

Sumber gambar, AFP
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, umat Islam menolak ideologi dan tindakan kelompok ISIS yang "ingin membentuk kekhalifahan Islam" dan tindakannya yang "sangat brutal".
Kalla mengutarakan hal ini dalam pidato pembukaan seminar <italic>Perkembangan ISIS di Indonesia dan penanggulangannya</italic>, Senin (23/03) di Jakarta, atau sehari setelah <link type="page"><caption> lima orang yang diduga memfasilitasi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/03/150322_lima_perekrut_isis_ditangkap" platform="highweb"/></link> dan mendanai sejumlah warga Indonesia untuk bergabung dengan ISIS di Suriah telah ditangkap.
Menurutnya, gerakan kelompok militan Negara Islam atau dulu disebut ISIS bertujuan mendirikan sistem pemerintahan ala kekhalifahan Islam yang disebutnya sebagai "keinginan untuk kembali ke masa lalu".
Di hadapan peserta seminar, Kalla juga menyebut gerakan ISIS "tidak mengenal suatu kompromi".
"Padahal Islam mengejar suatu kemajuan, harus menyesuaikan dengan zamannya," katanya.
Sehingga, menurut Jusuf Kalla, umat Islam di dunia menolak ideologi dan tindakan kelompok milisi ISIS.

Sumber gambar, Getty
"Kita sebagai umat Islam yang berdiri di sini, tentu, tidak sepaham dengan ajaran tersebut. Tidak sepaham dengan ideologi tersebut. Apalagi tindakannya (ISIS) sangat brutal dan menganggu bangsa lain," tandas Kalla.
ISIS mirip virus
Lebih lanjut, Wapres mengatakan, ISIS selama ini mengincar negara-negara lemah, baik secara ideologi, keamanan, politik, dan ekonomi.
Karena itu dia mengingatkan, Indonesia harus menjadi negara kuat agar pengaruh ISIS tidak menyebar.
"Penanaman ideologi sama dengan virus. Kalau lemah, virus masuk dengan gampang," katanya.
Pertengahan 2014 lalu, Pemerintah Indonesia telah melarang ideologi dan penyebaran ISIS di Indonesia, namun demikian dukungan secara tertutup tetap dilakukan oleh pendukungnya di Indonesia.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan ada sekitar 500 orang WNI yang telah bergabung kelompok militan ISIS di Suriah.
Beberapa pejabat keamanan Indonesia mengkhawatirkan dukungan ini akan terus berlanjut, menyusul terungkapnya penangkapan 16 orang WNI oleh otoritas Turki karena diduga hendak menyeberangi perbatasan Suriah.










