Famili narapidana Australia kunjungi Nusakambangan

Sumber gambar, Reuters
Famili terpidana mati asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, mengunjungi mereka untuk pertama kali di Pulau Nusakambangan, tempat mereka akan dieksekusi.
Ibunda Chan, Helen, dan kakaknya, Michael, tampak bertolak ke Nusakambangan bersama orang tua Sukumaran, Sam dan Raji. Mereka didampingi anggota keluarga yang lain beserta staf konsuler Kedutaan Besar Australia.
Sebelum menyeberang ke Nusakambangan, Michael Chan mengatakan dia dan ibunya amat menantikan untuk bertemu dengan Andrew.
“Sesampainya di sana, kami akan memeluknya,” kata Michael sebagaimana dikutip Associated Press.
Adapun saudara kandung Myuran Sukumaran, Chinthu, mengaku dia dan keluarganya sungguh menantikan untuk bisa bertemu Myuran.
“Kami diberitahu dia dalam keadaan baik. Kami hanya ingin melihatnya sendiri, untuk memastikan dan untuk memberitahunya bahwa kami mencintainya,” ujar Chinthu kepada kantor berita AFP.
Chan dan Sukumaran <link type="page"><caption> telah berada di Nusakambangan sejak Rabu (04/03)</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/03/150304_eksekusi_balinine_tiba" platform="highweb"/></link> seusai dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan di Bali.
Juru bicara Kejaksaan Agung, Tony Spontana, mengaku pelaksanaan eksekusi terpidana mati gelombang dua masih <link type="page"><caption> menunggu proses teknis</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/03/150306_eksekusi_update" platform="highweb"/></link> dan perkembangan proses hukum.

Sumber gambar, AFP
Harapan palsu
Sementara itu, Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan pihaknya terus melakukan yang mereka mampu agar Chan dan Sukumaran tidak dieksekusi aparat Indonesia. Namun, dia tidak ingin membangkitkan harapan palsu.
“Saya ingin memastikan kepada rakyat Australia bahwa pemerintah Anda melakukan semua yang kami bisa untuk memenuhi nilai-nilai terbaik dan kepentingan-kepentingan terbaik kita,” kata Abbot pada Senin (09/03).
Soal upaya agar Chan dan Sukumaran tidak dieksekusi, pemerintah Australia memang telah melakukan beragam cara, termasuk <link type="page"><caption> menawarkan pertukaran tahanan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150305_balinine" platform="highweb"/></link>.
Saat ini, <link type="page"><caption> ada tiga WNI yang ditahan di Australia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/03/150301_jokowi_grasi_kontras" platform="highweb"/></link> akibat mencoba menyelundupkan 389 kilogram heroin ke Australia pada 1998 silam. Mereka adalah Krist Tito Mandagi, Saud Siregar, dan Sidiki Ismunandar.









