Keluarga WNI yang hilang di Turki sangkal keterkaitan ISIS

Keluarga Fauzi dan Hafid menyatakan kedua pria itu bepergian ke Turki untuk tujuan wisata dan bisnis.
Keterangan gambar, Keluarga Fauzi dan Hafid menyatakan kedua pria itu bepergian ke Turki untuk tujuan wisata dan bisnis.

Keluarga Fauzi Umar dan Hafid Umar Babher, dua warga Indonesia asal Solo yang hilang di Turki, menyangkal keterkaitan kedua pria tersebut dengan kelompok ISIS.

Muhammad Arif, kakak <link type="page"><caption> Fauzi dan Hafid</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/03/150309_turki_wni_solo" platform="highweb"/></link>, membenarkan kepergian kedua adiknya ke Turki. Menurut Arif, perjalanan adik-adiknya tersebut untuk tujuan wisata dan bisnis.

"Selain melakukan wisata, dalam kunjungan tersebut juga ada agenda bisnisnya karena adik saya itu itu bisnis gordin serta obat-obatan herbal dari Timur Tengah," kata dia di kantor Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta, Senin (9/3).

Oleh karena itu, Arif menyayangkan pernyataan sejumlah pejabat pemerintah mengaitkan <link type="page"><caption> ke-16 WNI dengan ISIS</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/03/150308_16wni_gabung_isis_turki" platform="highweb"/></link>.

"Harusnya pernyataan yang disampaikan pejabat itu memperhatikan perasaan keluarga yang ditinggalkan. Adik saya itu sama sekali tidak pernah ikut kegiatan seperti itu. Karena mereka berdua itu fokus dalam usaha dagang. Kalai Fauzi setahun terakhir fokus batu akik, sedangkan Hafid sedang mendapatkan order gordin dalam jumlah besar," kata Arif kepada kontributor BBC Indonesia.

Pihak imigrasi, menurut Arif, sempat mendatangi orang tua Hafid dan Fauzi. Kala itu pihak imigrasi memastikan bahwa rombongan yang hilang di Turki adalah keluarganya. "Kemarin ada petugas dari Kementerian Luar Negeri dan Imigrasi menanyakan hal itu, " katanya. ‎

Sebelumnya, mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mba mengatakan beberapa WNI yang hilang di Turki berkaitan dengan jaringan terorisme. Keterangan resmi pemerintah Indonesia menyebutkan, 10 orang di antara 16 WNI berasal dari Surabaya, sedangkan 6 orang lainnya berasal dari Solo, Jawa Tengah.

Keluarga Hafid Umar, WNI asal Solo yang hilang di Turki, berbisnis gordin.
Keterangan gambar, Keluarga Hafid Umar, WNI asal Solo yang hilang di Turki, berbisnis gordin.

Hilang kontak

Saat bertolak ke Turki, <link type="page"><caption> Hafid juga mengajak istrinya, Soraiyah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/03/150309_turki_wni_solo" platform="highweb"/></link>, dan ketiga anaknya. Mereka berangkat pada 23 Februari lalu dan rencananya mereka akan kembali ke Indonesia pada awal Maret ini. Hanya saja, hingga saat tidak ada kabar lagi terkait posisi keberadaan mereka.

"Adik saya Fauzi terakhir kontak dengan saya pada Jumat (27/2) lalu. Saat itu hanya ngobrol basa-basi seperti, ‘Oleh-olehnya jangan lupa ya’. Nah, ketika telepon itu posisi adik saya ada di Turki karena memakai nomor handphone negara tersebut," sebutnya.

Setelah dikabarkan menghilang dari rombongan biro wisata, lanjut dia, kedua adiknya sudah tidak pernah menghubunginya lagi. Bahkan, pesan layanan melalui telepon seluler maupun layanan surat elektronik tidak dibalasnya lagi. "Saya juga sudah minta bantuan dari keluarga yang ada di Abu Dhabi."

Arif mengatakan keluarganya sangat menyayangkan pihak biro wisata yang belum pernah menghubungi terkait kabar hilangnya Fauzi, Hafid, dan keluarga Hafid.