Terkait 'jaringan teroris', 16 WNI diduga ke Suriah

Sebagian dari 16 WNI yang "menghilang" di Turki dan diduga telah menyeberang ke Suriah merupakan anggota jaringan terorisme di Indonesia.
Keterangan gambar, Sebagian dari 16 WNI yang "menghilang" di Turki dan diduga telah menyeberang ke Suriah merupakan anggota jaringan terorisme di Indonesia.

Sebagian dari 16 orang warga Indonesia yang dikabarkan hilang di Turki dan diduga telah bergabung dengan kelompok militan Negara Islam atau ISIS di Suriah adalah anggota jaringan terorisme di Indonesia, demikian mantan pejabat keamanan Indonesia.

"Ada beberapa orang di situ (dari 16 orang WNI) jelas berkaitan dengan jaringan terorisme yang ada selama ini," kata mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, BNPT, Ansyaad Mbai, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Minggu (08/03) malam.

Keterangan resmi pemerintah Indonesia menyebutkan, 10 orang di antara 16 WNI berasal dari Surabaya, sedangkan 6 orang lainnya berasal dari Surakarta, Jawa Tengah.

Mereka -terdiri dari tiga keluarga dan dua orang lain yang bukan bagian keluarga itu- berangkat ke Turki bersama rombongan tur wisata pada 25 Februari lalu, namun mereka memilih memisahkan diri dari rombongan.

Pemerintah Indonesia mengatakan, mereka diduga kuat bertujuan menyeberang ke Suriah melalui perbatasan Turki untuk bergabung dengan ISIS.

Sebelum dilarang oleh otoritas Indonesia, sejumlah warga Indonesia menyatakan mendukung ideologi dan organisasi ISIS.
Keterangan gambar, Sebelum dilarang oleh otoritas Indonesia, sejumlah warga Indonesia menyatakan mendukung ideologi dan organisasi ISIS.

Ansyad Mbai tidak bersedia menyebutkan identitas yang bersangkutan, namun dia mengatakan kemungkinan mereka terkait dengan sosok Abu Jandal, warga negara Indonesia asal Surabaya, yang telah bergabung dengan ISIS di Suriah.

Melalui video yang diunggah di Youtube, Abu Jandal alias Salim Mubarok Attamimi, pada Desember 2014 lalu, telah mengeluarkan ancaman serangan terhadap institusi TNI, kepolisian dan organisasi NU.

"Itu Abu Jandal dan satu orang semacam LO (liaison officer)-nya ISIS dengan militan kita di sini, kedua orang itu dari 'kan dari Jawa Timur," kata Ansyad.

Selain itu, menurutnya, "Kita ketahui Solo adalah basis tokoh-tokoh ideolog (jaringan terorisme) yang dikenal selama ini."

Ansyad juga menegaskan, perekrut dan pihak yang mengorganisasikan keberangkatan 16 WNI itu "terkait dengan jaringan terorisme di Indonesia."

Di Indonesia, upaya deklarasi dukungan terhadap ISIS pernah dilakukan secara terang-terangan, namun kemudian menjadi "tertutup" setelah pemerintah Indonesia melarang penyebarannnya.
Keterangan gambar, Di Indonesia, upaya deklarasi dukungan terhadap ISIS pernah dilakukan secara terang-terangan, namun kemudian menjadi "tertutup" setelah pemerintah Indonesia melarang penyebarannnya.

"Saya sangat yakin itu sangat berkaitan. Ini bukan kasus pertama (pengiriman WNI untuk bergabung dengan ISIS melalui perbatasan Turki-Suriah). Di Turki ini adalah kasus ketiga (upaya pengiriman WNI menuju ke Suriah yang terungkap)," ungkapnya.

Presiden Jokowi: Diduga ke Suriah

Sementara itu, Presiden Joko Widodo di sela-sela kunjungannya ke Provinsi Aceh mengatakan, dirinya menduga kuat 16 orang WNI bertujuan menyeberangi perbatasan Turki-Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

"Diduga memang ke Suriah," kata Presiden menjawab pertanyaan wartawan, Minggu (08/03) siang.

Di tempat terpisah, Kementerian luar negeri Indonesia mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan otoritas Turki tentang keberadaan 16 orang WNI tersebut.

Sejumlah WNI diketahui sudah bergabung dengan ISIS di Suriah dan menggunakan jalur perbatasan Turki-Suriah sebagai pintu masuknya.

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Sejumlah WNI diketahui sudah bergabung dengan ISIS di Suriah dan menggunakan jalur perbatasan Turki-Suriah sebagai pintu masuknya.

"Di Turki sudah ada upaya untuk mendeteksi (keberadaan 16 WNI) melalui CCTV di seluruh bandara di Turki dan perbatasan," kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, Minggu (08/03) siang di Jakarta.

Namun, "Ini tidak mudah karena panjang perbatasan Turki-Suriah itu panjangnya 900km dan banyak pos-pos," tambahnya.

Menurutnya, Kemenlu juga melakukan koordinasi dengan Kepolisian, Imigrasi dan BIN untuk mengetahui keberadaan serta motif keberangkatan mereka ke Turki.

"Dan polisi terus mendalami profil 16 orang ini," kata Muhammad Iqbal kepada wartawan.

Ditanya wartawan mengapa pihak Kemenlu dan Imigrasi seperti "kecolongan" dalam kasus ini, Muhammad Iqbal mengatakan, ke depan pihaknya akan memperkuat upaya preventif dan deteksi awal.

"Ini butuh koordinasi," kata Iqbal.

Mantan Kepala BNPT Ansyad Mbai mengatakan, salah-satu upaya untuk "memotong" upaya dukungan WNI terhadap ISIS adalah dengan mencabut status warga negara Indonesia yang bersangkutan.
Keterangan gambar, Mantan Kepala BNPT Ansyad Mbai mengatakan, salah-satu upaya untuk "memotong" upaya dukungan WNI terhadap ISIS adalah dengan mencabut status warga negara Indonesia yang bersangkutan.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menyebutkan, sejumlah WNI pendukung ISIS telah menggunakan Turki sebagai pintu masuk untuk menuju Suriah.

Sampai Desember 2014 lalu, otoritas Indonesia telah menggagalkan setidaknya dua kasus upaya sejumlah WNI untuk bergabung dengan ISIS di Suriah, namun menurut BNPT tidak semua terdeteksi.

Di pertengahan 2014, BNPT telah mewacanakan untuk mencabut status WNI terhadap mereka yang berangkat dan bergabung dengan ISIS di Suriah, tetapi usulan ini tidak berlanjut.

Indonesia secara resmi telah menolak ideologi yang diusung kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah, alias ISIS dan <link type="page"><caption> melarang pengembangan ideologinya di Indonesia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/08/140804_indonesia_larang_faham_isis" platform="highweb"/></link>.