#TrenSosial: 100 hari Jokowi-JK "direspon negatif"

Sumber gambar, Getty
Meski banyak kebijakan baru yang dianggap bagus, momen 100 hari pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla cenderung direspon negatif oleh para pembaca BBC Indonesia.
Kami menerima 1.108 komentar di Facebook terkait kinerja pemerintahan baru, dan sebanyak 68% dari mereka merespon negatif. Sementara itu, 27% pengguna menyatakan Jokowi-JK sudah melakukan kinerja baik, sedangkan sisanya netral.
Sejumlah langkah yang mengecewakan di antaranya naik dan turunnya harga bahan bakar minyak. Pemerintah menaikkan harga BBM menjadi Rp 8.500 per liter, namun <link type="page"><caption> kembali diturunkan</caption><url href="http://www.google.co.uk/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CCUQFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.bbc.co.uk%2Findonesia%2Fmajalah%2F2014%2F12%2F141231_trensosial_tanggapanbbm&ei=mxnHVPnkD47U7Abp24CoDA&usg=AFQjCNE1RefTa0jsKIFjf7lrWYWtJU26eA&sig2=kG1z1XfcWsmE9G8t9Jg7yw&bvm=bv.84349003,d.ZGU" platform="highweb"/></link> sebanyak dua kali menjadi Rp6.600 per liter. "BBM sudah turun tapi harga sembako malah melambung. Petani mahal beli pupuk," kata Rina Herlina.
Pro kontra kebijakan
Selain itu, banyak pengguna juga mempertanyakan Jokowi yang dianggap kurang tegas dan terlalu dipengaruhi oleh partai politiknya.
"Kebijakan yang paling kontroversial adalah pengangkatan Jaksa Agung, Wantimpres, dan pemilihan Kapolri, serta penunjukan Puan sebagai menko. Entahlah, terkadang saya merasa presiden dan wapres yang sebenarnya adalah Megawati-Paloh. Pada saatnya nanti, rakyat harus menyadarkan Jokowi," kata Ahmad Satria Budiman. "Beliau adalah presiden rakyat, bukan petugas partai."

Sumber gambar, AFP
Adapun, langkah Jokowi-JK yang dianggap sudah tepat adalah kebijakan mengatasi praktik penangkapan ikan ilegal oleh kapal asing yang dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
Suzane Cullen mengatakan, "Saya kira program Presiden Jokowi untuk menjadikan maritim Indonesia jaya mendapat peluang yang sangat besar. Kebijakan kedua yang sangat baik adalah pencabutan subsidi bahan bakar minyak untuk dialihkan ke sektor produktif."
Lainnya, ada juga yang memuji keputusan Jokowi untuk tetap mengeksekusi mati terpidana narkoba dan penghapusan KTKLN bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
Tidak bisa dinilai
Namun apakah kinerja Jokowi-JK lima tahun ke depan bisa tercermin dalam 100 hari pertama? Inilah yang sebagian orang pertanyakan.
Alexson Seas mengatakan, "Siapapun manusianya, tidak akan mampu memperbaiki negara yang sudah berantakan ini dalam 100 hari bahkan 1.000 hari."
"Semua perlu waktu dan perjuangan, memang setiap orang sangat mudah bicara ini dan itu," kata Laura Rara. "Setidaknya kita sebagai rakyat memberikan solusi yang baik, mungkin ini lebih bagus, bukan malah memperkeruh keadaan."
Adapun Binda Midlleson menyindir orang-orang yang berkomentar sinis dengan mengatakan, "Rakyat maunya sinsalabim!"













