Samad: BG pasti akan ditahan

- Penulis, Ging Ginanjar
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Silang sengkarut pencalonan kepala kepolisian republik Indonesia belum juga tuntas. DPR menetapkan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri, Kamis (15/01) siang. Di hari yang sama, Ketua KPK Abraham Samad mengatakan pasti akan menahan sang jenderal.
Saat di Senayan, Rapat Paripurna DPR menyetujui penetapan jenderal polisi bintang tiga Budi Gunawan, di kantor KPK di Kuningan pada saat yang sama, Ketua KPK Abraham Samad menyatakan, pada waktunya nanti, KPK pasti akan menahan Budi Gunawan.
Ketentuan di KPK, katanya, kalau seseorang sudah dijadikan tersangka, "ketika pemberkasannya hamper mencapai 50%, dia pasti ditahan," disambut tepuk tangan para pegiat.
Adapun, "Masalah kapan BG ditahan, itu masalah SOP dan prosedur hukum yang harus kita lewati. Tapi yang mau saya tegaskan, tak ada orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK yang tidak ditahan. Ini jaminan kita."
Abraham Samad menegaskan pula bahwa Budi Gunawan pasti disidangkan karena dalam prosedur KPK, tidak ada istilah penghentian perkara. Jadi sekali seseorang jadi tersangka, maka ia pasti akan jadi terdakwa di pengadilan.
Samad mengatakan hal itu di hadapan seratusan Relawan Salam Dua Jari pendukung Jokowi semasa pemilihan presiden. Para relawan itu datang untuk menyatakan dukungan pada KPK, sekaligus memprotes langkah Jokowi yang tidak juga menarik pencalonan Budi Gunawan.
Turun ke jalan
Di antara relawan, terdapat aktris Olga Lydia. Ia mengatakan, para relawan akan turun ke jalan, jika Jokowi tetap melantik Budi Gunawan.
"Itu suatu pilihan terakhir yang sebetulnya kami tak ingin lakukan, tapi apa boleh buat harus kami lakukan. Untuk menunjukkan bahwa kami sangat serius, tidak menginginkan seorang Kapolri yang bermaslaah secara hukum."
Musikus J Flow menyebut, para relawan yang dulu mendukung Jokowi berkewajiban untuk mengingatkan Jokowi.

"Kami waktu itu mendukung Jokowi karena ia berjanji untuk selalu mendengarkan kami, berjuang untuk rakyat, tak takut pada oligarki politik, dan tak akan menunjuk pejabat yang bermasalah dengan hukum. Nah, kami tagih janjinya sekarang ini."
Di KPK, J Flow membacakan surat terbuka untuk Jokowi dari Relawan Salam Dua Jari -kelompok yang menggalang konser musik yang dihadiri ratusan ribu orang saat kampanye Pilpres.
Surat itu antara lain berbunyi, "Kami gelisah karena kami tak mampu meyakinkan bapak untuk menarik kembali pencalonan Komjen Budi Gunawan (sebagai calon Kapolri). Namun kami percaya, bapak masih punya hati untuk mendengarkan suara kami."
Adapun Presiden Jokowi, yang sebelumnya mengatakan akan bersikap jika sudah ada siding paripurna, ternyata masih juga belum mengambil keputusan.
Menteri Sekretaris Kabinet, Andi Wijoyanto kepada pers mengatakan, selain menghormati proses politik di parlemen, Jokowi juga menghargai proses hukum terkait KPK, dan mendengar suara dari berbagai kalangan masyarakat.
Disebutkannya, Jokowi melakukan sejumlah pertemuan dengan berbagai pihak sepanjang Kamis, untuk memperoleh masukan yang lengkap, termasuk dengan KPK.
Komjen Budi Gunawan sendiri menyatakan siap mengikuti seluruh proses politik dan hukum itu.











