Ayah Kapten Iriyanto berharap anaknya selamat

suwarto, ayah kapten irianto
Keterangan gambar, Suwarto pekan lalu baru saja kehilangan seorang anak lelakinya karena diabetes

Hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 menorehkan duka mendalam di hati Suwarto, ayah dari Kapten Pilot Iriyanto. Apalagi, satu anak lelaki Suwarto lainnya baru saja meninggal dunia pekan lalu karena sakit.

"Saya mau anak saya pulang dalam keadaan sehat dan selamat. Tapi kalau sudah takdir, kalau Tuhan berkehendak lain.. Anak saya tidak sendirian di atas pesawat. Kalau ini kehendak Tuhan, ya sudah," kata Suwarto kepada wartawan BBC Indonesia, Rizki Washarti, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/12).

Suwarto terakhir kali bertemu dengan <link type="page"><caption> Iriyanto</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/12/141228_komentar_airasia" platform="highweb"/></link> pekan lalu saat memakamkan anak lelakinya yang lain, yang meninggal dunia karena penyakit diabetes. Suwarto mengatakan ia sangat terpukul.

pilot irianto
Keterangan gambar, Kapten Pilot Irianto dikenal sebagai pilot berpengalaman

"Saya sudah kehilangan satu anak lelaki minggu lalu, sangat berat bagi saya kehilangan satu anak lagi. Itulah kenapa saya tak mau ngomong soal itu," kata Suwarto.

Pesawat Airbus A320-200 tersebut hilang di atas Laut Jawa pada Minggu (28/12) pagi dalam perjalanan dari Surabaya ke Singapura.

Pilot dilaporkan meminta izin untuk <link type="page"><caption> mengubah arah terbang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/12/141228_airasia_haluan_ubah" platform="highweb"/></link> karena cuaca buruk tetapi tidak mengirimkan sinyal darurat sebelum pesawat hilang dari radar pada pukul 06:20 WIB.