Pasca bentrok, TNI-Polri serukan persatuan

Anggota TNI dan Polri bentrok karena masalah personal, klaim juru bicara TNI.

Sumber gambar, reuters

Keterangan gambar, Anggota TNI dan Polri bentrok karena masalah personal, klaim juru bicara TNI.

TNI dan Polri menegaskan bahwa dua lembaga itu tetap solid bekerja sama setelah bentrok dua kubu terjadi di Batam, Rabu (19/11) malam.

Juru bicara TNI, Mayor Jenderal Fuad Basya, mengatakan saat ini suasana di Batam kondusif.

"Aparat TNI dan Polri bersama-sama menyelesaikan masalah. Tim gabungan sedang menyelidiki siapa saja yang terlibat," katanya kepada BBC.

<link type="page"><caption> Bentrokan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/11/141120_bentrok_batam_update" platform="highweb"/></link> berawal dari aksi intimidasi yang dilakukan sejumlah anggota TNI dan Brimob Kepulauan Riau, dan berujung pada aksi pengrusakan barak dan saling tembak.

Kejadian ini memaksa warga Batam <link type="page"><caption> keluar rumah, membawa bendera, dan menyanyikan lagu kebangsaan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/11/141120_batam_warga_tni_polri" platform="highweb"/></link> untuk menghentikan konflik tersebut.

Dalam sejumlah laporan, Kapolri Sutarman menyerukan untuk "melupakan" dan tidak mengulangi kejadian tersebut.

Dia juga menambahkan bahwa TNI adalah "mitra" polisi. "Jalin kembali hubungan baik, negara membutuhkan kehadiran TNI Polri," katanya kepada sejumlah wartawan.

Personal

Mayjen Fuad Basya mengatakan menegaskan tidak ada sentimen antipolisi ataupun anti-TNI dalam masing-masing lembaga, karena bentrokan murni disebabkan masalah personal.

"Itu hanya perkirakan orang-orang saja, karena kejadiannya berturut-turut," katanya.

TNI dan Polri dibutuhkan negara untuk melanjutkan pembangunan, kata Sutarman.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, TNI dan Polri dibutuhkan negara untuk melanjutkan pembangunan, kata Sutarman.

"Padahal sebetulnya bukan masalah institusi, betul-betul perorangan, dan masing-masing punya jiwa korsa di dalam diri mereka."

Fuad mencontohkan kasus pembunuhan anggota polisi oleh anggota TNI di Medan, Kamis (20/11) malam.

"Dua orang ini minum tuak dan memang sudah sering bertengkar. Ini murni kenakalan, bukan masalah lembaga. Pelaku langsung menyerahkan diri dan kini diproses."