Bagaimana warga Batam cegah bentrokTNI-Polri?

batam tni polri

Sumber gambar, Batamtoday.com

Keterangan gambar, Warga menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk mencoga menghentikan bentrokan.

Warga Batam terus bersiaga untuk mencegah terjadinya konflik antara TNI-Polri setelah berhasil mencegah bentrokan lebih lanjut.

Ratusan warga di Batam menyanyikan Indonesia Raya dan mengibarkan bendera Merah Putih menyusul bentrokan antara dua aparat negara ini Rabu malam (19/11).

TNI-Polri telah membentuk tim investigasi menyusul bentrokan kedua dalam dua bulan ini di pulau itu.

Bentrok berawal dari empat personel TNI dan dari Brimob Kepulauan Riau saling melotot yang berujung pada aksi pengrusakan barak dan <link type="page"><caption> saling tembak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/09/140922_tnibrimob.shtml" platform="highweb"/></link>.

Wibowo, warga yang tinggal tak jauh dari markas Brimob, dan ikut dalam upaya mencegah bentrok lebih lanjut, mengatakan Kamis malam (20/11) dikerahkan untuk menjaga keamanan di seputar perumahan.

"Peristiwa ini sudah ada imbasnya di masyarakat. Kami khawatir karena mereka aparat dan memakai senjata," kata Wibowo kepada BBC Indonesia.

"Ruko sepupu saya termasuk yang terkena peluru nyasar," tambahnya.

'Spontanitas'

Wibowo menceritakan sejak mencium adanya gelagat tak baik Rabu pagi, ia dan sejumlah warga berkoordinasi untuk berkumpul di depan Markas Komando Brimob.

batam tni polri

Sumber gambar, Batamtoday.com

Keterangan gambar, Untuk mencegah konflik lebih lanjut, warga bersiaga dengan jaga malam secara bergiliran.

"Kami juga berkoordinasi dengan kelompok LSM sehingga masyarakat yang tidak jauh dari kompleks perumahan juga ikut bergabung," kata Wibowo.

"Jadi ini semua spontanitas," tambahnya.

Perkelahian antara TNI-Polri di Batam juga terjadi September lalu.

Slamet Widodo, redaktur media online, Batamtoday.com, mengatakan warga Batam, yang sebagian besar pendatang, kesal dengan konflik yang terjadi antara aparat keamanan ini.

Widodo mengatakan aksi masyarakat dalam mencegah bentrokan lebih lanjut ini merupakan pembelaan kepada TNI-Polri.

"Aksi itu merupakan wujud pembelaan masyarakat terhadap TNI-Polri. Masyarakat ingin mengatakan wahai TNI-Polri kalian adalah abdi negara dan abdi rakyat, lindungi rakyat dan jangan melakukan hal-hal seperti itu," kata Widodo kepada BBC Indonesia.

"Inilah semangat dari masyarakat yang merasa memiliki TNI dan Polri agar tidak berseteru dan bentrok," tambahnya.

Komentar di Media Sosial

Banyak komentar terkait berita ini di media sosial BBC Indonesia.

Pak De Dwi, melalui <link type="page"><caption> Facebook BBC Indonesia</caption><url href="https://www.facebook.com/bbc.indonesia/photos/a.10151971965335434.892659.10150118096995434/10154847797520434/?type=1" platform="highweb"/></link> menulis, "Pasti lemes itu yang lagi asyik tembakan senjata mendengar lagu kebangsaan INDONESIA RAYA."

"Smart yang punya ide....salut untuk wagub Kepri dan warga yang serentak masuk ke mako brimob menjadi pelindung satuan Brimob di tengah tembakan......warga perlu diapresiasi," tambahnya.

Dan akun Ua Au Ah Seboed menulis, "Malu...malu...malu sama masyarakat Batam,di mana jiwa patriotmu hai abdi negara, di mana jiwa bela negara bela rakyat ini."

Melalui <link type="page"><caption> Twitter BBC Indonesia</caption><url href="https://twitter.com/BBCIndonesia/status/535449019213168641" platform="highweb"/></link>, Ningke Aries menulis "Waahh... luar biasa itu, kalau benar, hebat banget ya lagu kebangsaan Indonesia."