Orangtua TKW ingin pelaku dihukum

Sumber gambar, AFP
Jenazah Seneng Mujiasih Selasa (11/11) siang <link type="page"><caption> tiba di</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/11/141111_repatriasi_jenazah_wni" platform="highweb"/></link> bandara Soekarno Hatta. Setibanya di Jakarta jenazahnya diinapkan semalam dan baru akan dibawa ke Kendari keesokan harinya.
Dari Kendari, perjalanan dilanjutkan dengan kapal laut ke Muna. Wartawan BBC Indonesia Rizki Washarti berkesempatan mewawancarai Mujiharjo, orangtua dari Seneng Mujiasih pada Selasa malam lewat telepon.
Pak Mujiharjo, sejak kapan putri Anda tinggal di Hong Kong?
Pada tahun 2007 dia berangkat.
Sepengetahuan Anda, apa kerja putri Anda?
Kerja di restoran.
Kapan terakhir Anda berkomunikasi dengan putri Anda?
Kamis malam Jumat. Saat itu, saya masih bisa cerita dengan anak saya. Ndak ngomong apa-apa, yah ngomong biasa-biasa itu. Hanya tanya kesehatan:"Kamu sehat?" "Sehat." "Kamu yah, sehat Neng?," anakku kan ku tanya. Kalau sakit yah berobat, kerja di luar jangan sampai sakit. "Iya, iya pak," bilangnya begitu.
Kapan Anda mendengar kabar mengenai telah berpulangnya putri Anda?
Tanggal 3 November.
Kapan jenazah putri Anda akan tiba?
Besok (Rabu, 12/11) sore katanya.
Lalu kapan akan dimakamkannya?
Ya, malam langsung.
Kasus ini masih akan disidangkan, apa harapan Anda terhadap kasus ini?
Ya maunya ya, dihukum seperti perbuatannya itu. Ya maunya hukuman mati. Ya sesuai dengan perbuatannya itu.









