SBY minta DPR tidak politisasi pemilihan Ketua KPK

Panitia seleksi pimpinan KPK menggelar jumpa pers usai menyerahkan dua nama calon pimpinan KPK kepada Presiden.
Keterangan gambar, Panitia seleksi pimpinan KPK menggelar jumpa pers usai menyerahkan dua nama calon pimpinan KPK kepada Presiden.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap DPR tidak mempolitisasi proses pemilihan Ketua Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK).

Hal itu ditegaskan SBY setelah menerima daftar dua nama calon pimpinan KPK, yaitu Busyro Muqoddas dan Robby Arya Brata, hasil seleksi tim independen di Kantor Presiden, Kamis (16/10) siang, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan.

Dia berharap proses pemilihan ketua KPK di DPR tidak menjadi "proses politik yang dilihat dari kaca mata politik".

"Itu yang harus kita cegah," kata Presiden SBY di hadapan Panitia seleksi calon pimpinan KPK yang dipimpin Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsudin dan wartawan.

Lebih lanjut Presiden mengatakan, dia akan menyerahkan nama dua calon pimpinan KPK itu kepada DPR, hari Kamis (16/10) ini.

DPR rencananya akan menggelar uji kelayakan dan kepantasan terhadap dua nama untuk memilih salah-satunya pada 22 Oktober 2014 hingga 19 Januari 2015.

'Tidak menganggu'

KPK saat ini membutuhkan satu orang untuk mengisi posisi wakil ketua setelah masa jabatan Busyro Muqoddas berakhir pada Desember mendatang.

Di hadapan panitia seleksi dan pers, SBY juga mengatakan, dia tidak mencampuri sama-sekali dua nama yang diajukan tim seleksi tersebut.

"Dua nama ini tidak akan saya ganggu," kata Presiden.

Dia mengaku percaya bahwa tim seleksi telah bekerja independen, transparan dan akuntabel.