Pemimpin KPK 'harus berintegritas'

KPK
Keterangan gambar, Rekrutmen pimpinan KPK dibuka tanggal 15 Agustus hingga 3 September 2014

Komisi Pemberantasan Korupsi membuka pendaftaran rekrutmen pimpinan KPK kepada masyarakat luas.

Untuk mengisi posisi tersebut dibutuhkan seorang sosok yang memiliki integritas, komitmen dan kemampuan memimpin, ungkap Emerson Yunto, anggota lembaga Indonesia Corruption Watch.

"Proses Pansel (Panitia seleksi) sudah dibentuk oleh presiden dan kemudian mereka melakukan proses seleksi.

Nah, yang ICW akan lakukan saat ini adalah mengawal proses seleksi yang dibentuk oleh pemerintah ini. Jadi kita akan inventarisir sebenarnya orang-orang yang menurut pandangan ICW layak jadi komisioner KPK," kata Emerson.

Pendaftaran rekrutmen pimpinan <link type="page"><caption> KPK</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/forum/2013/06/130604_forum_korupsi_penjara.shtml" platform="highweb"/></link> tersebut dibuka lantaran masa tugas salah satu pimpinannya, Busyro Muqoddas, akan berakhir Desember mendatang.

Bukan kali pertama

Proses pemilihan pimpinan KPK yang dilakukan secara terbuka dengan mengajak masyarakat untuk mendaftar ini, bukan kali pertama.

Hal ini memang mekanisme rutin KPK untuk mencari pimpinan, jelas juru bicara KPK, Johan Budi SP.

"Mengacu pada undang-undang, maka dibentuklah panitia seleksi yang dibentuk oleh pemerintah melalui Kemenkumham. Dari situ kemudian untuk menggantikan Pak Busyro, diserahkan kepada DPR dan dipilih oleh DPR.

Karena masa tugas Pak Busyro kan empat tahun, sampai Desember 2014," ujar Johan kepada wartawan BBC Indonesia Rizki Washarti.

Pendaftaran rekrutmen pimpinan KPK dibuka dari tanggal 15 Agustus hingga 3 September 2014.

Sedangkan keempat pimpinan KPK lainnya yakni Adnan Pandu Praja, Zulkarnain, Bambang Widjojanto dan Abraham Samad masih akan bertugas hingga Desember 2015.