Pertikaian politik 'menghambat investasi'

Perbedaan tajam kubu Jokowi dan Prabowo di parlemen dikhawatirkan berdampak buruk pada ekonomi.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Perbedaan tajam kubu Jokowi dan Prabowo di parlemen dikhawatirkan berdampak buruk pada ekonomi.

Pertentangan politik memperebutkan pimpinan parlemen jika dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan dapat menganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Seorang analis pasar mengatakan kisruh politik itu telah memberikan sinyal negatif ke pasar, sementara Bank Dunia mengkhawatirkan pertikaian itu dapat menyebabkan investor khawatir

Walaupun Indeks harga saham gabungan, IHSG, Selasa (07/10) sore, ditutup dengan naik 32,70 poin atau 0,65%, namun tren dalam sepekan terakhir sempat menunjukkan penurunan.

Ini bertolak belakang dengan mayoritas saham di kawasan Asia yang mengalami kenaikan sehingga membuat khawatir analis dan pelaku pasar.

Dan ketika para politisi di gedung parlemen saling bertikai memperebutkan kursi pimpinan DPR, nilai tukar Rupiah sempat menyentuh Rp 12.281 per Dollar Amerika Serikat, meskipun belakangan pelan-pelan mengalami kenaikan.

Pengamat pasar keuangan, Yanuar Rizky mengatakan, selain faktor global, kisruh politik di dalam negeri memberikan sentimen negatif terhadap saham dan Rupiah.

"Dunia akan dilanda oleh persoalan re-balancing global, yang dampaknya sebisa mungkin diminimalisir dan jangan diperburuk oleh kondisi geopolitik," kata Yanuar Rizky kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Selasa (07/10) siang.

"Kondisi global ini nggak bagus, uang beredar kita kebanyakan dari global. Dan jangan terus diperparah dengan politik yang tidak solid," jelas Yanuar lebih lanjut.

Bank Dunia khawatirkan investasi

Sementara, Kepala ekonomi Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiame Diop menegaskan kisruh politik di dalam negeri bisa menimbulkan preseden buruk terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Menurutnya, kondisi politik Indonesia seharusnya bisa memberikan kepastian bagi semua pelaku usaha, tetapi yang terjadi sebaliknya.

Presiden terpilih Joko Widodo dan pasangannya, Jusuf Kalla, dihadapkan tantangan politik yang tidak gampang.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Presiden terpilih Joko Widodo dan pasangannya, Jusuf Kalla, dihadapkan tantangan politik yang tidak gampang.

"Saya pikir kalau parlemen menghambat perubahan, itu akan berdampak buruk bagi investasi di Indonesia," kata Ndiame Diop kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Selasa sore.

Selama ini, menurutnya, investor sangat antusias dengan janji perubahan yang dilontarkan Presiden Indonesia yang baru.

"Apabila rencana ini terkendala akibat sikap parlemen seperti itu, itu akan menyulitkan investasi Indonesia," tambahnya.

Para pelaku pasar atau investor mengkhawatirkan, tekanan pasar keuangan akan terus berlanjut sampai akhir tahun ini apabila tidak ada sikap menahan diri dari para pimpinan partai politik.

Kekhawatiran ini tampaknya bisa dimaklumi karena sampai Selasa (07/10) petang, pemilihan Ketua MPR di gedung parlemen masih diwarnai perbedaan politik yang tajam diantara dua kubu politik yang bertarung.