Penambahan pemilih tidak berdampak pada DPT

Sumber gambar, AP
Penambahan jumlah pemilih diyakini tidak akan berdampak besar terhadap daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan presiden, kata pengamat politik.
Hal itu dikemukakan Tobias Basuki, pengamat politik dari Pusat Kajian Studi Strategis dan Internasional (CSIS) ketika Komisi Pemilihan Umum tingkat provinsi merekapitulasi DPT Pilpres, kemarin dan hari ini (10/06).
“Memang ada kekhawatiran terjadi kecurangan-kecurangan, khususnya di daerah terpencil. Sebuah studi juga menyebutkan potensi kecurangan tersebut. Tapi, saya pikir dampaknya tidak terlalu signifikan,” kata Tobias.
Meski demikian, Titi Anggrainy selaku Direktur Eksekutif lembaga Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi atau Perludem, menegaskan potensi kecurangan tidak boleh disepelekan.
Komisi Pemilihan Umum, menurutnya, patut menyosialisasikan daftar pemilih untuk pemilihan presiden mendatang secara gencar sehingga masyarakat dan kedua pasangan capres-cawapres bisa memantau.
Sosialisasi DPT
“Kalau kita ingat pemilihan presiden 2009 lalu, ada dua pengajuan kasus DPT di Mahkamah Konstitusi oleh pasangan Megawati-Prabowo Subianto dan Jusuf Kalla-Wiranto. Karena itu, jangan sampai pasangan capres-cawapres baru teriak-teriak soal DPT pada akhir pilpres. Momentum untuk mengawasi DPT ialah saat ini,” kata Titi.
Penambahan jumlah pemilih terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di DKI Jakarta.
Ketua Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, Sumarno, menyatakan telah menambah sedikitnya 45 ribu pemilih yang mencakup pemilih berusia 17 tahun, pemilih dengan KTP yang tidak terdaftar pada pemilihan legislatif lalu, serta tahanan di berbagai polsek dan lembaga pemasyarakatan. Sumarno mengaku penambahan sebenarnya bisa lebih besar.
"Saat kita mendata penghuni apartemen-apartemen di Jakarta, penghuninya cukup banyak. Namun, mereka sudah terdaftar di daerah lain. Jika semua penambahan dimasukkan ke DPT Jakarta, jumlahnya mencapai 200-an ribu orang," kata Sumarno.
KPU menggunakan data pemilih tetap pemilu legislatif 9 April 2014 sebanyak 185.822.507 sebagai basis data dalam menyusun DPS dan DPT pemilu presiden, 9 Juli mendatang. <link type="page"><caption> KPU memperkirakan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/05/140527_pemiludpt.shtml" platform="highweb"/></link> penambahan jumlah pemilih pada periode 10 April hingga 9 Juli mencapai 3,1 juta orang.









