Pengamat: Tidak ada koalisi banyak parpol

Pemilu
Keterangan gambar, Partai politik tiga besar diperkirakan akan ajukan capres mereka dalam pilpres.

Parpol-parpol yang berada dalam tiga besar perolehan suara akan menjadi poros dari koalisi untuk mengajukan calon presiden dan tidak akan terjadi koalisi banyak partai.

PDI Perjuangan, Golkar dan Gerindra akan menjadi poros tersebut, seperti disampaikan lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Direktur Riset lembaga SMRC, Djayadi Hanan memperkirakan setelah secara resmi mengumumkan berkoalisi dengan Nasdem, PDIP juga diperkirakan akan berkoalisi dengan PKB.

"Yang penting partai-partai itu memenuhi syarat mereka untuk mengajukan tiket, apa syaratnya yaitu 25% suara atau 20% kursi, partai besar dan menengah ini hanya perlu satu saja partai koalisi untuk memajukan calon dalam pilpres, jadi koalisi besar tidak akan terjadi", kata Djayadi.

Djayadi mengatakan Golkar diperkirakan akan membangun koalisi Demokrat sementara Gerindra dengan PAN.

Sebelumnya, pengamat politik juga memperkirakan<link type="page"><caption> tiga partai politik yang memperoleh suara terbanyak </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/04/140410_pascapileg_koalisi.shtml" platform="highweb"/></link>tidak akan berkoalisi.

Ketua DPP Golkar, Yoris Raweyai mengatakan masih melakukan komunikasi politik dengan sejumlah parpol. Untuk berkoalisi, Yoris menyebutkan sejumlah parpol yang cocok dengan Golkar.

"Golkar itu kalau melihat dari platform kemudian dari proses perjalanannya lebih cenderung Gerindra, Demokrat, Hanura yang merupakan bagian dari Golkar. Nasdem pun yang paling terakhir tetapi mereka menunjukkan posisi yang tidak meragukan," jelas Yoris.

'Dagang sapi'

Sementara itu, Aria Bima dari PDIP mengatakan peta koalisi masih bisa berubah, dan penjajakan yang dilakukan dengan parpol antara lain membicarakan tentang arah kebijakan, serta komitmen anti korupsi dalam pemerintahan mendatang.

Pemilu

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pengamat memperkirakan PKB akan bergabung dengan PDIP calonkan Jokowi

PDIP Juga menghindari koalisi banyak partai seperti yang dilakukan pemerintahan SBY, kata Aria.

"Kekuasaan yang dibagi dalam koalisi selama sepuluh tahun ini, ternyata tidak efektif, tidak efisien, ada kepercayaan mandat yang diberikan penuh kepada rakyat kepada presiden untuk memperjelas apa harapan-harapan tersebut, jangan dikalkulasi dan didagangsapikan," jelas Aria.

Sepanjang akhir pekan lalu, Joko Widodo Capres dari PDIP bertemu dengan sejumlah ketua partai PKB dan Golkar dan mengumumkan secara resmi menjalin koalisi dengan Partai Nasdem.

Sementara dengan PKB belum ada pernyataan resmi akan berkoalisi. Setelah bertemu dengan Jokowi, Aburizal menegaskan akan tetap mencalonkan dirinya sebagai presiden dari Partai Golkar.

Hasil penghitungan cepat sejumlah lembaga, PDIP meraih perolehan suara tertinggi sekitar 19 persen, Golkar 15 persen dan Gerindra berada di urutan ketiga dengan perolehan suara sekitar 11 persen.