Peluang koalisi parpol tiga besar minim

Sumber gambar, Getty
Peluang pembentukan koalisi tiga partai politik peraih suara terbanyak pemilu legislatif versi penghitungan cepat amat minim, ungkap pengamat.
<link type="page"><caption> Berdasarkan hasil penghitungan cepat pemilu legislatif</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/04/140409_hitung_cepat.shtml" platform="highweb"/></link> yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei seperti Indikator Politik Indonesia, Lingkaran Survei Indonesia dan CSIS-Cyrus, tidak ada partai yang berhasil meraih lebih dari 20% suara dalam pemilu legislatif 9 April kemarin.
Jarak ketiga parpol peraih suara terbesar, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Golongan Karya (Golkar), dan Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pun tidak terlampau jauh.
Meski demikian, Sebastian Salang, Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia, menilai kans pembentukan koalisi antara ketiga partai tersebut sangat kecil.
Bahkan, dia tidak melihat adanya peluang bagi koalisi antara PDIP dan Gerindra.
Sebastian justru memandang bahwa PDIP, Golkar, dan Gerindra bakal menciptakan koalisi sendiri-sendiri.
Peran partai Islam
Koalisi pertama, menurutnya, terdiri dari PDIP dengan Partai Nasdem atau Partai Kebangkitan Bangsa. Hal itu berdasarkan kesamaan ideologi antara PDIP dan Partai Nasdem dan juga kedekatan para petinggi kedua partai.
PDIP juga mungkin berkoalisi dengan empat atau lima partai lain di parlemen.
Koalisi kedua ialah antara Golkar dengan partai lainnya, semisal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) atau PKB. Namun, ia cenderung melihat Golkar mengambil langkah lain, yakni mengusung kadernya untuk menjadi calon wakil presiden seperti yang Golkar lakukan pada 2004 lalu.
"Golkar mungkin tidak mudah mendapatkan mitra koalisi karena melihat peluang capres Golkar ini," ungkap Sebastian kepada Rizki Washarti dari BBC Indonesia.
Koalisi ketiga, prediksi Sebastian, ialah antara Partai Gerindra dengan Partai Demokrat atau partai-partai Islam.
Sementara itu, Ramlan Surbakti, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga, menduga partai-partai Islam akan memainkan peranan penting dalam pembentukan koalisi.
Ramlan memprediksi PDIP akan berkoalisi dengan salah satu partai Islam.
"Kita sudah lihat, ketika Bu Mega menjabat presiden, wakilnya dari PPP," kata Ramlan.









