Gubernur Aceh yakin pemilu akan berhasil

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, menegaskan keyakinannya bahwa pemilu legislatif di Aceh akan berhasil, walaupun sempat diganggu rentetan kasus kekerasan berlatar politik belakangan ini.
“Pemilu (di Aceh) saya kira akan berhasil,” kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dalam wawancara dengan beberapa wartawan lainnya, temasuk Heyder Affan dari BBC Indonesia.
Sebelumnya Komisi Independen Pemilu Aceh, <link type="page"><caption> KIP Aceh,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/04/140407_aceh_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> menyatakan khawatir terhadap keamanan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/04/140407_aceh_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link> di tempat pemungutan suara di kampung-kampung di wilayah Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bireuen, dan Kabupaten Pidie.
Kekhawatiran KIP Aceh ini didasarkan kehadiran aparat keamanan kepolisian yang disebutkan hanya melakukan penjagaan selama sehari di TPS.
Namun Zaini Abdullah menegaskan kehadiran tambahan pasukan polisi, TNI dan aparat intelijen di Aceh akan membuat proses pencoblosan dan penghitungan berjalan lancar.
“Ini 'kan dipantau oleh semua pihak. Dalam hal ini pemerintah pusat telah mengirimkan ekstra pengamanan. Sudah cukup banyak badan intelijen di sini (Aceh),” kata Zaini.
Dengan bantuan pengamanan ini, menurutnya, <link type="page"><caption> pemilu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/liputan_khusus_pemilu_legislatif_2014.shtml" platform="highweb"/></link> legislatif di Aceh akan berhasil.
Kekerasan marak
Kejadian kekerasan terbaru di Aceh pada masa kampanye merupakan bagian dari rentetan kekerasan terjadi dalam tiga bulan terakhir.
Akhir Maret sekelompok pria bersenjata <link type="page"><caption> menembak kendaraan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/04/140401_aceh_tiga_tewas_kekerasan.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> simpatisan Partai Aceh di Bireuen, Aceh, dan menewaskan tiga orang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/04/140401_aceh_tiga_tewas_kekerasan.shtml" platform="highweb"/></link> termasuk seorang anak kecil.
Sejumlah simpatisan Partai Aceh, PA dan Partai Nasional Aceh, PNA, yang keduanya merupakan penjelmaan Gerakan Aceh Merdeka dan kini saling bersaing, tewas ditembak kelompok orang tidak dikenal.
Beberapa analisa menyebutkan persaingan antara kedua partai lokal ini merupakan salah-satu sumber penyebab kekerasan di balik aksi rentetan kekerasan tersebut.
Sejumlah LSM di Aceh sebelumnya telah melontarkan kritikan kepada pimpinan parpol lokal di Aceh, yang dianggap tidak mampu mengontrol anak buahnya.
Bagaimanapun pengamat sosial dari Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Teuku Kemal Fasya, khawatir jika akan berlanjut dan berdampak pada kualitas pemilu di Aceh.

“Bisa jadi manipulasi dan distorsi hasil pemilu itu bisa dilakukan dengan mudah, dengan mempengaruhi penyelenggara pemilu. Nah, ini yang saya bilang kualitas pemilu akan sangat buruk, kalau menjelang pemilihan, situasi tidak makin kondusif,” kata Teuku Kemal Fasya.
Motif politik
Tetapi Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengungkapkan pengamatannya bahwa di balik aksi-aksi kekerasan di Aceh belakangan, ada pihak-pihak yang menginginkan kekacauan di Aceh.
“Sehingga ada citra orang-orang luar (menganggap) cukup buruk untuk Aceh,” katanya.
Zaini lebih lanjut mengatakan, pihak-pihak ini menginginkan pemerintahan Aceh berantakan.
“Agar saya tidak berkemampuan untuk memimpin Aceh,” katanya.
Zaini masih yakin aparat keamanan polisi dan TNI mampu mengungkap siapa dalang di balik aksi-aksi kekerasan tersebut.
Walaupun belum mampu mengungkap semua kasus kekerasan di Aceh, temuan sementara kepolisian Aceh belum mengarah kepada motif politik.
Polda Aceh menyatakan satu petugas kepolisian akan diturunkan untuk mengamankan TPS berstatus rawan satu dan dua polisi untuk TPS yang tergolong rawan dua.
Sekitar 9.000 anggota kepolisian juga telah diturunkan untuk mengamankan pemilu.









