Kekhawatiran keamanan TPS di Aceh

Sumber gambar, AFP
- Penulis, Heyder Affan
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Komisi Independen Pemilihan Aceh, KIPA, mengkhawatirkan keamanan di tempat pemungutan suara di sejumlah wilayah Aceh yang suhu politiknya belakangan agak memanas.
Mereka menyatakan khawatir, karena proses pemungutan dan penghitungan suara di tingkat panitia pemungutan suara, PPS, bisa memakan waktu sampai tiga hari.
“Yang kita dapatkan proses pengamanan polisi yang didukung TNI hanya pada hari H saja, yaitu tanggal 9 April,” kata Wakil Ketua KIPA, Basri M Sabi, kepada para wartawan di Banda Aceh, Senin (07/04) siang, termasuk wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan
“Ini menjadi kekhawatiran kita semua,” kata Basri.
Menurutnya, potensi kerawanan cukup tinggi di tingkat TPS yang terletak di kampung-kampung di wilayah seperti Aceh Utara atau Aceh Timur.
“Barangkali pihak keamanan bisa mengantisipasi untuk penambahan personil keamanan,” katanya.
Dalam pemilihan 2014 selain 12 partai nasional, terdapat tiga partai lokal Aceh yang berpartisipasi di provinsi tersebut, yaitu Partai Damai Aceh, Partai Nasional Aceh, dan Partai Aceh
Dua polisi di TPS “rawan”
Sebelumnya, Kepolisian Aceh menyatakan akan mengamankan 10.839 tempat pemungutan suara di seluruh Aceh.
Tetapi menurut Kadiv Humas Polda Aceh, Kombes Gustav Leo, pengamanan tersebut akan dilakukan sesuai dengan tingkat kerawanan dan gangguan keamanan di lokasi TPS tersebut.
Menurutnya, dari 10.839 jumlah tersebut, tercatat “sebanyak 603 berstatus rawan satu dan 2.400 dengan status rawan dua”.
Gustav menjelaskan, pada hari pemungutan suara pada 9 April 2014 maka satu petugas kepolisian akan mengamankan satu TPS berstatus rawan satu dan dua polisi di TPS rawan dua.
“Sedangkan untuk lokasi TPS kategori aman akan ditempatkan dua polisi untuk mengawal empat TPS,” tambahnya.
"TPS rawan umumnya di Pantai Utara Aceh dan di timur Aceh," ujarnya.
Selama pemilu legislatif, polda Aceh mengerahkan 9.133 anggota polisi atau dua pertiga kekuatan, dengan dibantu tim khusus Mabes Polri sebanyak 341 orang.
Akhir Maret sekelompok orang bersenjata <link type="page"><caption> menembak kendaraan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/04/140401_aceh_tiga_tewas_kekerasan.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> simpatisan Partai Aceh di Bireuen, Aceh, dan menewaskan tiga orang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/04/140401_aceh_tiga_tewas_kekerasan.shtml" platform="highweb"/></link> termasuk seorang anak kecil.
Kejadian kekerasan terbaru di Aceh pda masa kampanye merupakan bagian dari rentetan kekerasan <link type="page"><caption> terjadi dalam tiga bulan terakhir</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/03/140328_aceh_pemilu_kekerasan_berlanjut.shtml" platform="highweb"/></link>.
Sebelumnya, setidaknya <link type="page"><caption> dua orang simpatisan dan pimpinan Partai</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/03/140303_penembakan_caleg_aceh.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Nasional Aceh</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/03/140303_penembakan_caleg_aceh.shtml" platform="highweb"/></link>, PNA, tewas ditembak oleh kelompok orang tidak dikenal.









