Jumlah pemilih di Malaysia diharapkan naik

Sumber gambar, Getty
Partisipasi pemilih di Malaysia dalam pemilu legislatif diharapkan meningkat, seperti disampaikan oleh Konsul Jenderal RI di Penang.
KJRI di Malaysia menyediakan drop box untuk menjangkau para pemilih yang mencapai 42.619 orang di Penang, Kedah, dan Perlis, demi meningkatkan partisipasi pemilih, kata Ronald Manik Konsul Jenderal RI di Penang.
Sejumlah staf KJRI mendatangi kilang-kilang atau perkebunan yang memperkerjakan WNI, mereka kemudian menjemput suara para WNI menggunakan drop box.
"Kita berharap ada kenaikan jumlah pemilih dari 2009 yang saat itu hanya mencapai 23%, bila pada pemilu legislatif kali ini, jumlah suara mencapai 30% hingga 40% dari total pemilih, saya pikir itu sudah hebat," papar Ronald, kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.
Di Penang, kata Ronald, KJRI menyediakan empat TPS dengan rincian dua TPS di KJRI dan sisanya di Wisma Indonesia.
"Surat-surat suara melalui drop box untuk para pemilih dari Penang, Kedah, dan Perlis sudah ada yang masuk, dan ditempatkan di ruangan yang aman dan diawasi CCTV," kata dia.
Antusiasme WNI di Tawau
Sebanyak 50% dari 2 juta pemilih Indonesia di luar negeri berada di Malaysia. Sejauh ini, persiapan pemilu di negeri jiran tersebut berjalan lancar.
Antusiasme para warga negara Indonesia (WNI) di Tawau Malaysia terlihat dengan ikut mendirikan sembilan Tempat Pemungutan Suara TPS menjelang pemilihan umum legislatif yang secara khusus diadakan pada Minggu (06/04) mendatang, seperti diutarakan Gabriel Nunang, tokoh masyarakat Indonesia di Kota Tawau, Negara Bagian Sabah.

Sumber gambar, BBC World Service
Sebanyak enam TPS di antaranya berada di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Tawau.
"Kami juga menyiapkan 45 drop box dan akan mengirimkan dua hingga tiga orang WNI ke tempat-tempat tenaga kerja Indonesia (TKI) agar mereka bisa memilih.
Maklum, tidak semua majikan memperbolehkan para TKI datang ke konsulat untuk memilih pada Minggu (06/04) mendatang," ujarnya.
Gabriel mengatakan daftar pemilih tetap (DPT) di Tawau memuat sekitar 4.300-an nama WNI.
Pada Selasa (01/04) lalu, Ketua KPU Husni Kamil Manik menyatakan memberi perhatian khusus terhadap penyelenggaran pemilu di Malaysia, mengingat negeri jiran tersebut menampung sekitar 50% pemilih dari total pemilih WNI di luar negeri.
Selain Malaysia, negara yang juga banyak menampung WNI ialah Arab Saudi, Taiwan, Singapura, dan Hong Kong.
Pemilihan legislatif Indonesia di Taiwan dan Singapura akan diadakan pada 6 April mendatang, sedangkan pemilihan di Arab saudi bakal digelar pada 5 April nanti. Adapun pemilihan di Hong Kong telah dilaksanakan pada 30 Maret silam.









