WNI di Ukraina akan direlokasi ke Rumania

Sumber gambar, AFP
Situasi di Ukraina yang memburuk pasca krisis politik dan ancaman invasi militer Rusia membuat Kedutaan Besar RI di Kiev bersiap mengevakuasi warga negara Indonesia.
<link type="page"><caption> Militer Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140304_ukraina.shtml" platform="highweb"/></link> mengancam akan "menyerbu" Ukraina kecuali pasukan Ukraina menyerah dari Krimea dan memberikan tenggat waktu hingga pukul 05:00 pagi waktu Kiev atau 10:00 WIB.
Namun menurut Duta Besar RI di Ukraina, Niniek Kun Naryatie, situasi di sana belum menunjukkan kegentingan.
"Dari berita yang saya dengar dan lihat di media setempat, di Krimea tidak terjadi apa-apa meski ada tenggat waktu sampai jam 05:00 pagi," kata Niniek kepada wartawan BBC Indonesia, Nuraki Azis.
Di Ukraina terdapat sekitar 60 orang WNI. "Tetapi di Krimea tidak ada warga negara Indonesia karena sebagian besar di Kiev antara lain staf KBRI dan keluarganya," tambahnya.
Rencana darurat
Laporan wartawan BBC, Mark Lowen, di Krimea mengatakan bahwa Selasa (04/03) pagi waktu setempat terjadi ketegangan antara pasukan Rusia dan Ukraina.
<link type="page"><caption> Pangkalan-pangkalan militer utama Ukraina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140302_ukrainealert.shtml" platform="highweb"/></link> terus dikepung oleh pasukan Rusia yang jumlahnya di Krimea sudah mencapai ribuan.

Sumber gambar, no credit
Mengantisipasi pecahnya kontak senjata, KBRI merancang tiga tahap <link type="page"><caption> rencana darurat untuk mengevakuasi WNI</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/03/140304_ukraina_wni.shtml" platform="highweb"/></link> sesuai perkembangan di lapangan.
"Seandainya ada kegentingan, kami minta mereka masuk ke Wisma KBRI dan kami merencanakan relokasi yang diprioritaskan wanita dan anak-anak," kata Niniek.
Negara tujuan relokasi WNI adalah Rumania yang berjarak sekitar 700 km dari Ukraina dan bisa ditempuh melalui jalan darat.
"Kami akan bawa mereka ke Bukares dan kami masih terus mendata siapa yang siap direlokasi tapi jumlahnya tentu bisa berubah," kata Niniek.
"Kalau satu negara sudah diinvasi oleh <link type="page"><caption> pendudukan asing</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140228_ukraina_rusia.shtml" platform="highweb"/></link> dan sudah ada pernyataan kalau ini perang dan sebagainya kita tentu harus siap mengantisipasi kegentingan yang memaksa," tuturnya lebih lanjut.
WNI juga diminta untuk selalu kontak dengan KBRI dan sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar rumah.









