Ledakan ATM di Malang diduga terkait 'terorisme'

Ledakan ATM di Malang terjadi dua pekan setelah penggerebekan teroris di Tangsel, Banten.
Keterangan gambar, Ledakan ATM di Malang terjadi dua pekan setelah penggerebekan teroris di Tangsel, Banten.

Ledakan yang diduga bom di bilik ATM Bank Mandiri di Karangploso, Kabupaten Malang, Kamis (09/01) dini hari kemungkinan terkait tindak teroris, kata seorang pejabat polisi di Malang.

"Dengan media dan bahan yang digunakan kemungkinan itu adalah upaya yang dilakukan pihak-pihak teroris," kata Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, kepada wartawan BBC Indonesia Heyder Affan, Kamis (09/01) siang, melalui telepon.

Menurutnya, polisi saat ini sedang memeriksa serpihan ledakan di lokasi kejadian untuk memastikan "bahan peledak yang digunakan."

Tim dari Pusat laboratorium forensik Polda Jawa Timur dilibatkan dalam penyelidikan di lokasi kejadian, kata Adi Deriyan.

Polisi juga memeriksa empat orang saksi mata yang mengaku "mendengar ledakan serta melihat kepulan asap cukup tinggi akibat ledakan."

Tim Gegana Polda Jatim juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi ledakan untuk mencari serpihan ledakan.

Akibat ledakan itu, menurutnya, bilik mesin ATM itu "rusak parah" dan serpihan kaca bilik ATM tersebut berhamburan hingga sekitar 20 meter dari lokasi kejadian.

'Serangan lanjutan'

Adi Deriyana mengatakan, kejadian ledakan di ATM belum pernah terjadi sebelumnya di Kota Malang dan sekitarnya.

Polisi menyatakan, tetap mewaspadai serangan lanjutan dari anggota teroris yang belum tertangkap.
Keterangan gambar, Polisi menyatakan, tetap mewaspadai serangan lanjutan dari anggota teroris yang belum tertangkap.

Menurutnya, lokasi ATM Bank Mandiri yang diledakkan ini terletak di Jalan Kertanegara, sekitar 1,5km dari Kantor Polsek Karangploso.

Jalan Kertanegara di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, merupakan jalur alternatif kendaraan yang menghubungkan Kota Malang dengan Surabaya serta kota-kota di sekitarnya.

Ledakan ATM di Malang ini terjadi setelah polisi menggerebek <link type="page"><caption> kelompok terduga teroris di Tangerang Selatan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/01/140103_teroris_ancam_kedubesas.shtml" platform="highweb"/></link>, Banten, yang menewaskan enam orang anggotanya, pada Selasa malam, 31 Desember 2013 lalu.

Mabes Polri saat itu mengatakan, kelompok terduga teroris yang digerebek di Tangerang Selatan, terkait serangkaian <link type="page"><caption> penembakan terhadap anggota polisi </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/01/140101_teroris_tangsel_digerebek.shtml" platform="highweb"/></link>serta kasus pengeboman Vihara Ekayana di Jakarta Barat.

Polisi juga menyatakan, tetap mewaspadai kemungkinan serangan lanjutan dari angota kelompok teroris yang belum tertangkap.