Pencarian korban kapal tenggelam di Belitung

Kecelakaan terjadi di Selat Nasik saat kapal berlayar dari Pulau Bangka ke Belitung.
Keterangan gambar, Kecelakaan terjadi di Selat Nasik saat kapal berlayar dari Pulau Bangka ke Belitung.

Pencarian tujuh orang yang hilang saat kapal cepat Ekspres Bahari terbakar dan tenggelam di Tanjung Pandan Belitung dilanjutkan hari ini.

Dalam insiden yang berlangsung Kamis siang sekitar 13.30 WIB menyebabkan enam orang tewas, sementara 184 penumpang dilaporkan berhasil diselamatkan saat kapal terbakar di Perairan Batu Dinding atau Selat Nasik.

Dua korban tewas diantaranya adalah seorang ibu bersama bayinya serta dua orang lanjut usia.

Seluruh korban selamat telah dievakuasi ke Pulau Selat Nasik kata Komandan Pangkalan Laut Bangka Belitung Letnan Kolonel Pelaut Iwa Kartiwa.

"Tim penyelamat dikerahkan dengan menggunakan kapal angkatan laut, SAR dan bantuan dari kapal nelayan," katanya

Kapal cepat Ekspres Bahari terbakar setelah berlayar dari Pelabuhan Pangkal Balam, Tanjungpinang, Pulau Bangka menuju Pelabuhan Tanjung Pandan, Pulau Belitung.

Penyebab kebakaran

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bangka Belitung melaporkan proses pencarian dan evakuasi bangkai kapal masih dilanjutkan pada Sabtu (24/08).

Dari data penumpang yang dirilis menyebutkan jumlah penumpang kapal cepat KM.Express Bahari 8C berjumlah 177 orang, dan terdapat delapan penumpang tak tercatat dengan 12 orang awak kapal dan nakhoda.

Hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan penyebab kebakaran, dugaan sementara menyebutkan kapal terbakar setelah salah satu penumpang membuang puntung rokok dan terkena kotak anak ayam sehingga terjadi kebakaran.

Kecelakaan laut sering terjadi di negara kepulauan seperti Indonesia, yang sering bergantung pada sistem transportasi laut. Kebanyakan kecelakaan terjadi akibat minimnya perawatan dan keselamatan kapal serta rendahnya penegakan hukum.