Polisi selidiki rekaman CCTV Vihara Ekayana

Polisi masih menyelidiki sejumlah bukti termasuk rekaman kamera video saat ledakan terjadi di Vihara Ekayana pada Minggu (04/08) malam.
Hingga saat ini polisi masih belum mengetahui motif dan identitas pelaku peledakan di tempat ibadah yang tengah ramai dikunjungi jemaatnya.
"Rekaman CCTV sudah disita untuk selanjutnya jadi bagian dari penyelidikan, untuk mengantar penyelidik mengetahui siapa yang taruh barangnya, paling tidak identitasnya bisa kita pelajari," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Ronny Sompie dalam jumpa pers, Senin (05/08).
Bom meledak sekitar pukul 19.00 di vihara yang terletak di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat.
Selama ini, vihara atau kuil jarang menjadi sasaran aksi kelompok teror di Indonesia, tidak seperti gereja.
Dalam kejadian itu, polisi menemukan dua buah kantung yang berisi bom, satu bom meledak dan melukai tiga orang pengunjung dan satu lainnya tidak meledak.
Menebar ancaman
Meski belum dapat memastikan pelaku dan motifnya, Ronny memastikan ledakan ini masuk kategori ancaman terorisme.
“Ledakan yang ditaruh di tempat ibadah itu kalau bukan untuk terror apa. Motifnya belum diketahui mengapa mereka mau mengganggu di tempat ibadah. Pelakunya belum tahu dari kelompok mana," kata Ronny.
Dia masih belum mau mengkaitkan teror ini dengan aksi solidaritas terhadap kasus kekerasan yang terjadi pada etnis Rohingnya di Myanmar.
"Semuanya masih diselidiki."
Sebelumnya pada bulan Mei lalu polisi menangkap<link type="page"><caption> empat orang yang diduga</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/05/130523_teroris_kedubes_burma.shtml" platform="highweb"/></link> berencana melakukan aksi peledakan bom di kantor Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta.
Badan Nasional Penanggulangan Teroris, BNPT saat itu mengatakan rencana tersebut tidak terlepas dari konflik di Burma yang dianggap merugikan kaum Muslim setempat.
Daya ledak rendah
Polisi mengatakan bom yang meledak di vihara tersebut <link type="page"><caption> termasuk berdaya ledak rendah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/08/130805_viharaekayanablast.shtml" platform="highweb"/></link>.
Tidak ada korban tewas dalam ledakan yang melukai tiga orang ini asal Pangkal Pinang, Bangka-Belitung ini.
Satu korban mengalami luka lecet di betis dan lengan bagian kanan, sementara dua orang lain telinganya terganggu.
Hingga saat ini polisi sudah mendengar keterangan dari lima orang saksi terkait peristiwa ledakan tersebut.
Dua orang saksi dari warga yang tinggal di sekitar vihara dan tiga orang saksi yang menjadi korban ledakan.









