Dua terduga teroris ditembak mati di Sulsel

polisi

Pasukan anti teror Densus 88 menembak mati dua orang terduga teroris di Makassar, Sulawesi Selatan.

Mabes Polri menyebut keduanya terlibat dalam jaringan terorisme Poso yang diduga terkait aksi kekerasan terhadap aparat kepolisian di wilayah itu.

Wartawan BBC Indonesia Sigit Purnomo melaporkan bahwa dua orang terduga teroris ini ditembak mati karena melakukan perlawanan dengan senjata api.

Mereka diringkus pasukan anti teror polisi Densus 88 di halaman belakang RS Wahidin Sudirohusodo, Tamanlarea, Makassar, Jumat siang waktu setempat.

Juru bicara Mabes Polri Boy Rafli Amar dalam keterangan pers di Jakarta menyebut, dua orang tersebut masuk dalam kelompok teroris jaringan Poso.

“Berkait dengan kegiatan-kegiatan yang pernah terungkap di Poso, pernah terlatih atau memang sudah terlatih terkait dengan aksi-aksi yang menggunakan senjata api. Ada hasil penyelidikan yang menyatakan memang mereka kuat seperti itu, khususnya terhadap hubungan mereka dengan kelompok Santoso yang mengeksekusi pembunuhan anggota Polri di Tamanjeka,” kata Boy.

Dua orang teroris ini juga disebut terlibat aksi pelemparan bahan peledak dalam acara gubernur Sulawesi Selatan di Makassar, November silam.

Selain menembak mati dua terduga teroris, polisi juga berhasil menangkap dua orang tersangka lainnya dan dua lainnya melarikan diri. Serangan bersenjata terhadap aparat kepolisian di Poso, Sulawesi Tengah, telah menewaskan sedikitnya enam orang anggota polisi di wilayah itu, belakangan ini.

Empat orang anggota polisi ditembak mati oleh kelompok bersenjata pada Desember tahun lalu, sementara dua anggota polisi lainnya diculik dan dibunuh Oktober silam.