Pasca penembakan Polri perketat pengamanan Poso

densus 88

Mabes Polri mengirim tim ke Poso untuk menyelidiki penembakan yang menewaskan tiga anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah.

Dalam waktu dekat, pasukan tambahan juga akan dikirim ke wilayah itu, kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Suhardi Alius dalam pernyataan pers hari ini.

Pengamanan akses menuju wilayah Poso, Sulawesi Tengah, juga diperketat.

Sementara itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang baru kembali dari India hari ini menginstruksikan kepada jajaran Polri untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku.

"Kasus ini harus segera dihentikan dan tindak tegas pelakunya…untuk mencegah Poso atau Sulawesi Tengah dijadikan tempat bagi aktivitas bersenjata kelompok yang tidak bertanggung jawab dan kemudian pastikan daerah itu aman," kata Yudhoyono.

Satu regu Brimob yang sedang melakukan patroli di Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kamis, ditembaki oleh sekelompok orang tidak dikenal. Tiga petugas tewas dan tiga orang lainnya terluka.

Polri menduga pelaku terkait dengan jaringan Santoso alias Abu Wardah, buron teroris yang diduga kerap melakukan aksi teror di Sulawesi Tengah.

Oktober lalu, dua orang polisi ditemukan tewas terbunuh di Poso setelah hilang beberapa hari saat melakukan pengintaian kegiatan pelatihan militer yang diduga keras dilakukan kelompok Santoso.