Masyarakat dilibatkan dalam perlindungan anak

komnas pa
Keterangan gambar, Ketua Komnas PA, Arist Merdeka (kedua dari kiri) mengatakan masyarakat harus melakukan intervensi

Komnas Perlindungan Anak dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerjasama untuk mencegah kekerasan seksual terhadap anak-anak, yang meningkat.

Tujuannya untuk membuat Jakarta sebagai kota layak anak.

Melalui kerjasama ini, Pemerintah DKI Jakarta akan mencegah kekerasan seksual terhadap anak dengan melibatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi terjadinya kasus tersebut di lingkungan tempat tinggalnya.

Asisten Kesejahteraan Masyarakat Pemprov DKI Jakarta, Mara Oloan Siregar mengatakan: “Justru itu kita mencari cara strategi bagaimana kita memberdayakan masyarakat kembali. Supaya mereka mampu mencegah ini."

"Bagaimana mencegahnya ya itu harus dibangun tata nilai bersama, jadi tata nilai yang disepakati bersama jadi kalau ada masalah di tetangga teriak-teriak, si tetangga lain bisa buka pintu menanyakan ‘ada apa bang?’ walaupun dengan santun jadi tidak dianggap sebagai hak privat,” kata Mara

Selain itu pemda juga akan memanfaatkan institusi di tingkat kecamatan hingga RT termasuk juga tokoh agama dan masyarakat untuk mencegah kekerasan seksual terhadap anak.

Sosialisasi di masyarakat

Kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak banyak terjadi di permukiman padat dan wilayah yang dijadikan percontohan upaya pencegahan ini yaitu dua kelurahan di Jakarta Timur, Pulo Gebang dan Kelurahan Tengah, Kramat Jati.

Kelurahan Pulo Gebang, merupakan tempat tinggal RI, anak yang meninggal karena mengalami infeksi pada alat vital akibat diperkosa oleh bapaknya.

Endro Mukti Wibowo Lurah Pulo Gebang mengatakan memperluas upaya pencegahan kekerasan seksual melalui kerjasama dengan tokoh agama dan sekolah, serta lembaga informasi masyarakat.

“Pak RT dan RW dalam kegiatan arisan RT, arisan RW ikut membantu kekerasan dalam rumah tangga termasuk kekerasan seks terhadap anak, kita juga kerjasama dengan sekolah kita sosialisasi kekerasan dalam rumah tangga, termasuk kekerasan seks terhadap anak-anak” kata Endro.

Kesepakatan warga

kekerasan anak
Keterangan gambar, Masyarakat diharapkan dapat melakukan intervensi untuk menyelamatkan anak-anak

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait mengatakan tim reaksi cepat yang berasal dari masyarakat penting untuk mencegah kejahatan seksual yang beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan.

“Jadi masyakarat bisa intervensi kepada keluarga-keluarga kalau melakukan kejahatan terhadap anak, termasuk masalah perempuan, narkoba dan lain-lain di lingkungan itu," kata Aris.

"Jadi ada kesepakatan diantara warga agar dapat melakukan intervensi apapun demi menyelamatkan anak-anak.”

Komnas PA menyebutkan kasus kekerasan seksual tiga tahun terakhir kasus kejahatan seksual meningkat. Pada tahun 2012, dari 2.637 kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan ke organisasi perlindungan anak ini, sekitar 62 persennya merupakan kejahatan seksual.

Tahun 2013, selama dua bulan saja terjadi 82 kejahatan seksual di wilayah Jabodetabek.