Polisi duga M terlibat penyerangan di Poso

Kepolisian Daerah Sulteng menduga tersangka berinisial M terlibat dalam penyerangan yang menewaskan empat anggota polisi saat sedang berpatroli di Desa Karola dan Desa Tambarana, Poso pada 20 Desember lalu.
Juru Bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah AKBP Sumarno mengatakan polisi dalam satu pekan terakhir telah menangkap dua orang tersangka berinisial S dan M yang diduga terlibat dalam sejumlah kasus kekerasan di Poso.
S ditangkap polisi terlebih dahulu pada tanggal 12 Desember lalu sementara M ditangkap pada 21 Desember lalu.
"S ini ditangkap ketika sedang membuka lahan di Kalora, Poso pesisir untuk mengadakan latihan," kata AKBP Sumarno kepada wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho.
"Kami mendapat laporan dari masyarakat ada sekelompok orang yang membawa senjata tengah membuka lahan untuk menggelar latihan, dari laporan itu kami kemudian melakukan menangkap S sementara rekannya yang lain melarikan diri."
Dari penangkapan itu polisi menurut Sumarno menyita satu pucuk pistol Revolver dan FN.
Sementara itu M yang diduga menjadi penyedia lahan bagi tempat latihan S dan rekan-rekannya ditangkap belakangan di Donggala, Sulawesi Tengah.
"Perannya M itu menurut pengakuannya dia itu menyediakan lahan dan dia juga menyuplai makanan kalau kelompok S melakukan latihan atau berpindah tempat dia memabantu menyuplai makanan."
Keduanya menurut Sumarno merupakan warga Nusa Tenggara Barat yang mengaku telah lama tinggal di Poso.
Penyerang Polisi
Sumarno mengatakan saat ini polisi masih menyelidi keterkaitan keduanya dalam sejumlah kasus penyerangan terhadap polisi di Poso.
S menurut Sumarno masih diselidiki keterkaitannya dengan penyerangan terhadap dua polisi yang jenazahnya ditemukan pada pertengahan Oktober lalu di Desa Tamanjeka, Kabupaten Poso.
"Revolver milik S ini nomor serinya dihapus dan kita sedang mengupayakan minta ke balistik forensik untuk dicek apakah revolver itu merupakan milik salah satu dari dua polisi yang tewas itu atau bukan," kata Sumarno tentang arah penyelidikan terhadap S saat ini.
"Kalau bukan kita akan cek ke polda-polda di Jawa apakah pistolnya pernah diambil dari anggota di sana."
Dia menampik adanya kemungkinan S terlibat dalam kasus penyerangan bersenjata terakhir yang menewaskan empat polisi.
Sumarno mengatakan saat peristiwa itu terjadi S sudah berada di dalam tahanan polisi.
Namun dia tidak menutup kemungkinan jika tersangka lainnya yaitu M terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.
"M itu kemungkinan minimal peran sertanya ada meskipun dia bukan pelaku langsung karena dia kan menyiapkan lahan latihan dan ngomong sana-sini pasti dia tahu."
Dibantu Simpatisan
Polisi saat ini menurut Sumarno masih terus menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok bersenjata di Poso.
"Ada dua ratusan polisi yang saat ini dikerahkan oleh Polda Sulawesi Tengah."
Namun menurut Sumarno penyisiran ini tidaklah mudah selain karena medan lokasi yang berat juga karena ada sebagian warga yang menjadi simpatisan kelompok bersenjata tersebut.
"Medannya memang sulit dan simpatisan mereka di atas itu juga banyak," jelas Sumarno.
Sejak Oktober lalu sejumlah serangan bersenjata terus terjadi di Poso dan telah mengakibatkan setidaknya enam orang poisi tewas.









