Banjir surut, pengungsi di Ambon pulang

Ambon
Keterangan gambar, Ribuan orang masih mengungsi akibat banjir dan longsor di Ambon.

Banjir di Ambon mulai surut dan sebagian besar pengungsi di Ambon kembali ke rumah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB menyebutkan sekitar 6.179 orang masih mengungsi yang tersebar di 12 titik di lima kecamatan, yaitu Teluk Ambon, Nusaniwe, Teluk Ambon Baguala, Leitimur Selatan dan Sirimau.

Dalam keterangan tertulis yang diterima BBC Indonesia, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kebutuhan logistik untuk para pengungsi masih mencukupi.

"Stok logistik masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pengungsi, dan dapur umum lapangan masih didirikan di beberapa tempat," kata Sutopo.

Minggu (5/8) sekitar 800 personil TNI dan masyarakat membersihkan lumpur di kawasan permukiman, yang menumpuk akibat banjir.

Pembersihan lumpur ini diperkirakan akan selesai dalam tiga hari.

BNPB mengelontorkan dana untuk penanganan darurat dan relokasi 235 unit rumah di daerah longsor Desa Batu Gajah Ambon.

"Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana harus ditempatkan pada daerah yang aman dan tata ruang wilayah harus memperhatikan peta rawan bencana," tambah Sutopo.

Sampai hari ini, kerugian akibat banjir dan longsor masih dihitung.

Banjir dan longsor terjadi di sejumlah wilayah di Ambon pada Rabu (1/8) lalu.

Sejumlah wilayah di Ambon yang dilaporkan terendam banjir antara lain Galala, Lateri, Passo, Laha-Tawiri serta Leitimur Selatan.

Di beberapa tempat juga terjadi tanah longsor, seperti di Batu Gajah, Mangga Dua, Karang Panjang, Batu Merah, serta Kebun Cengkeh.