Hari ini warga Jakarta tentukan pemimpin

Lebih dari 15.000 tempat pemungutan suara (TPS) disediakan di lima wilayah ibukota untuk memfasilitasi 6,96 juta warga Jakarta yang hari ini akan memilih pemimpin mereka sekaligus menentukan wajah Jakarta lima tahun ke depan.
TPS dibuka mulai pukul 07.00 WIB dan Pemkot menjamin warga dapat menggunakan hak pilih mereka dengan menjadikan 11 Juli 2012 sebagai hari libur.
Ada enam pasangan kandidat gubernur dan wakil gubernur yaitu pasangan nomor urut 1 petahana (incumbent) Fauzi Bowo yang berpasangan dengan Nachrowi Ramli. Pasangan ini mengusung visi "Jakarta yang lebih maju, nyaman dan sejahtera."
Pasangan nomor urut 2 Hendardji Soepandji dan Ahmad Riza Patria dengan visi "Mewujudkan Jakarta sebagai pusat megapolitan yang layak huni melalui peremajaan kota."
Pasangan nomor urut 3 Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama dengan visi "Jakarta baru, kota modern yang tertata rapi, menjadi tempat hunian yang layak dan manusiawi, memiliki masyarakat yang berkebudayaan, dan dengan pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik."
Pasangan nomor urut 4 Hidayat Nurwahid dan Didik Rachbini dengan visi menjadikan "Jakarta sebagai ibukota yang sejahtera, berkelanjutan dan berdaya saing global."
Pasangan nomor urut 5 Faisal Batubara dan Biem Benjamin dengan visi "Jakarta yang berkeadilan dan ramah lingkungan untuk mewujudkan keberdayaan dan kebahagiaan warganya berdasarkan kepada pelayanan dasar yang handal dan pemerintahan yang bersih dan efisien."
Terakhir, pasangan dengan nomor urut 6 yaitu Alex Noerdin dan Nono Sampono dengan visi "Jakarta kota layak huni dan berkelanjutan menuju kota berkelas dunia."
Ancaman golput

Seperti pada pilkada Jakarta tahun 2007 lalu, pilkada kali ini juga tidak luput dari ancaman pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golput.
KPU DKI Jakarta pun menyerukan agar warga menggunakan hak pilihnya dan berbondong-bondong menuju TPS untuk melakukan pencoblosan.
Hasil riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan potensi golput Pilkada DKI sangat besar yaitu mencapai 65%.
"Bila Golput terjadi secara optimal (65%), potensi calon yang kalah untuk tidak menerima kekalahannya terbuka dengan membuat klaim bahwa angka itu adalah pendukungnya. Ini akan menimbulkan kerawanan pasca-Pilkada," kata LSI dalam siaran pers di situs mereka.
Data KPUD menyebutkan pada 2007 dengan calon pasangan Fauzi Bowo-Prijanto dan Adang Daradjatun-Dani Anwar angka Golput mencapai 37%.
Sementara itu, survei yang dilakukan empat lembaga menunjukkan pasangan kandidat Fauzi Bowo-Nachrowi di posisi teratas disusul Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dan Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini.
Warga Jakarta memiliki waktu hingga pukul 13.00 WIB untuk memberikan suara mereka. Rekapitulasi penghitungan hasil suara diumumkan antara 19 Juli-20 Juli dan gubernur serta wakil gubernur terpilih akan dilantik pada 7 Oktober 2012.









