Basarnas: Fokus utama pencarian rekaman data penerbangan

Basarnas memprioritaskan pencarian rekaman data penerbangan
Keterangan gambar, Basarnas memprioritaskan pencarian rekaman data penerbangan

Badan SAR Nasional mengatakan pencarian jenazah korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak bukan lagi prioritas karena fokus mereka kini adalah mencari rekaman data penerbangan (FDR).

"Tetapi seandainya dalam proses pencarian FDR kami menemukan benda atau serpihan tubuh yang diduga milik korban, kami akan langsung menyerahkannya pada polisi," kata juru bicara Basarnas, Gagah Prakoso pada BBC Indonesia.

Basarnas belum memiliki tenggat waktu kapan pencarian akan dihentikan. "Kami bekerja sampai tuntas, mudah-mudahan segera ditemukan," kata Gagah.

Ia menyampaikan pernyataan itu menyusul temuan serpihan tubuh dan sejumlah kartu identitas yang diduga berasal dari korban oleh warga kecamatan Cicurug.

Gagah mengatakan kemungkinan serpihan dan barang tersebut baru ditemukan karena pada saat penutupan pencarian dan evakuasi korban terjadi longsor akibat hujan deras.

"Karena ada longsor, benda-benda dan serpihan itu bisa jadi berpindah tempat dan baru ditemukan sekarang," kata Gagah lagi.

Hari Senin (28/05), Komisi Perhubungan DPR mengadakan rapat dengar pendapat bersama Kementerian Perhubungan dan PT Trimarga, agen Sukhoi di Indonesia.

Dalam rapat itu, DPR mendesak KNKT untuk segera menuntaskan investigasi kecelakaan dan meminta Kementerian Perhubungan untuk memperketat izin rute baru.