Tangki minyak Cilacap terbakar lagi

Sumber gambar, Reuters
- Penulis, Asep Setiawan
- Peranan, BBC Indonesia
Kobaran api muncul lagi Selasa siang (5/4) dari satu tangki penyimpan minyak di kompleks Kilang Minyak Unit IV Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah.
Juru bicara Pertamina Mochamad Harun mengatakan kepada BBC, tangki yang terbakar lagi ini sebenarnya sudah dipadamkan dengan menyemprotkan busa.
Namun angin yang kencang telah membuka kembali busanya sehingga sumber apinya bersentuhan dengan udara dan kembali terbakar.
"Angin bertiup cukup kencang, itulah angin yang memecah busa yang menutupi tangki 31 T7 yang sudah padam," katanya padahal busa itu disemprotkan agar terjadi pendinginan.
Menurut M Harun kesulitan pemadaman karena posisi kilang minyak ada di tepi pantai yang hembusan anginnya sekarang ini kencang.
"Disamping itu kondisi dinding tangki yang terbakar itu sudah ambruk," lanjutnya.
Angin kencang
Faktor angin ini, katanya sudah diperhitungkan, namun kencangnya faktor angin menjadikan kesulitan petugas di lapangan.
"Dengan kondisi angin yang cukup kencang seperti ini memang tidak sederhana. Oleh sebab itu dapat dikatakan kondisi di lapangan sangan fluktuatif," katanya.
"Untuk tangki 31 T2 dan 31 T3 sudah padam sama sekali, nah kita sedang berkonsentasi tangki 31 T7 dan terus melindungi tangki 104. Kita berharap bisa dipadamkan dalam waktu yang tidak terlalu lama," jelasnya.
Untuk sementara bagi masyarakat yang berada di sekitar kilang sudah dievkuasi, dipindahkan lebh menjauh dari kilang minyak
Kita mendapat permintaan dari Pertamina Cilacap sekitar pukul 1400 WIB meminta bantuan Polri untuk membantu mengevakuasi warga yang berada di sekitar kilang pertamina," lanjutnya.
Menurut Kapolres, kurang lebih yang terdata dalam evakuasi kali ini 1.089 orang.
Tiga tangki di Kilang Minyak Unit IV Pertamina mulai terbakar hari Sabtu 2 April 2011 dan berhasil dipadamkan hari Selasa 5 April. Namun hembusan angin yang kuat dikatakan menjadi menyebabkan munculnya lagi api di tangki penyimpan minyak T7.









