Bea masuk kedelai dihapus lagi

Kenaikan harga pangan dunia membuat pemerintah Indonesia membebaskan bea masuk kacang kedelai yang baru berlaku sebulan.
Pembebasan bea masuk bagi kedelai ini berlaku mulai Jumat 21 Januari 2011 sebagai bagian dari penghapusan 57 pos bea masuk untuk bahan-bahan pangan seperti kedelai, gandum, bahan baku pupuk dan bahan baku pakan ternak.
Menurut Ketua Forum Pengrajin Tempe Tahu se-Jakarta, Sutaryo, harga eceran kedelai sekarang mencapai Rp6.500 per kilogram, naik dari Rp5.000 per kilogram dua bulan lalu.
Pemerintah Indonesia Desember lalu menetapkan bea masuk 5% bagi kedelai sebagai upaya untuk mendorong para petani agar menanam kedelai yang 70% masih diimpor.
Sejak Januari 2008 hingga Desember 2010 Indonesia menerapkan tarif nol persen bagi kedelai.
Kedelai langka
Pembebasan tarif kedelai itu antara lain dipicu kelangkaan kedelai dan kenaikan harga secara tajam yang menyebabkan para pengrajin tahu dan tempe melakukan unjuk rasa di depan Istana Merdeka pada awal tahun 2008.
"Dulu pada tahun 2008, lonjakannya dari Rp3.400 menjadi Rp7.500 dalam waktu lima bulan. Itu yang menjadikan orang berdemo," kata Sutaryo yang memimpin unjuk rasa ketika itu.
Sutaryo mengatakan pemerintah baru bertindak untuk mengendalikan harga kedelai setelah terjadi gejolak di pasar.
"Kuncinya adalah keberadaan kedelai dalam negeri harus terprogram rapi. Swasembada harus dilakukan," kata Sutaryo.
Menteri Perdagangan Mari Pangestu mengatakan penghapusan 57 pos tarif komoditas akan berlaku selama satu tahun.









