The oldest person to swim the English Channel

Kisah perenang tertua yang menyeberangi Selat Inggris dan dampak Botox bagi kanker menjadi bahan pelajaran bahasa Inggris BBC kali ini.

The oldest person to swim the English Channel

Pantai di Prancis

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, The Channel is 34 kilometres straight across.

A seventy-year-old Australian has become the oldest person to swim the English Channel between Britain and France.

Cyril Baldock from Bondi Beach in Sydney completed the swim in 12 hours and 45 minutes.

However Mr Baldock's record may be short-lived; a seventy-three year-old woman - also from Australia - is attempting the swim later this week.

Orang paling tua yang berenang menyeberang Selat Inggris

Seorang warga Australia yang berusia 70 tahun tercatat sebagai orang tertua yang berenang menyeberang Selat Inggris antara Inggris dan Prancis.

Cyril Baldock dari Bondi Beach, Sydney, merampungkan renang dalam waktu 12 jam 45 menit.

Namun rekor Baldock mungkin tidak akan bertahan lama karena seorang perempuan berusia 73 tahun, juga dari Australia, berusaha berenang akhir pekan ini.

Botox may have cancer fighting role

Botox

Sumber gambar, Sin credito

Keterangan gambar, Botox is usually used in the fight against the signs of ageing, not cancer.

Researchers say Botox injections -- the anti-wrinkle treatment -- could provide an effective new way to tackle some forms of cancer.

Studies on mice, published in the journal Science Translational Medicine, have found that injecting the drug into stomach nerves slowed the growth of tumours by blocking signals that stimulate cancer stem cells.

The promising results have led to the launch of an early clinical trial involving human patients.

Scientists say targeting nerves has huge potential, but it is still a long way before it can become common therapy.

Botox mungkin mempunyai peran memerangi kanker

Para peneliti mengatakan suntikan Botox, perawatan antikerut, dapat memberikan cara baru efektif untuk mengatasi beberapa jenis kanker.

Penelitian terhadap tikus, yang diterbitkan di jurnal Translational Medicine, menemukan bahwa menyuntikkan obat ke urat syaraf perut memperlambat pertumbuhan dengan memblokir sinyal yang merangsang pertumbuhan sel tunas.

Hasil menjanjikan ini mendorong peluncuran uji coba klinis awal yang melibatkan pasien-pasien manusia.

Para ilmuwan mengatakan sasaran syaraf ini mempunyai peluang besar, tetapi masih diperlukan waktu lama sebelum menjadi pengobatan umum.