China balas AS dengan membatasi ekspor unsur tanah jarang – Apa itu unsur tanah jarang dan apa kegunaannya?

Neodymium adalah bahan untuk membuat magnet dalam pembuatan pengeras suara dan komponen komputer.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Neodymium adalah bahan untuk membuat magnet dalam pembuatan pengeras suara dan komponen komputer.
    • Penulis, Ayeshea Perera
    • Peranan, Editor digital Asia
    • Melaporkan dari, Singapore
  • Waktu membaca: 8 menit

Seiring dengan meningkatnya eskalasi perang dagang antara China dan Amerika Serikat, perhatian khalayak dunia tertuju pada aksi saling balas pemberlakuan tarif antara kedua negara tersebut.

Namun, penerapan tarif bukan satu-satunya senjata China untuk membalas tarif resiprokal Presiden AS, Donald Trump.

China mengambil langkah lebih lanjut dengan memberlakukan pembatasan ekspor pada sejumlah unsur tanah jarang (rare earth elements/ree) dan magnet-magnet.

Tindakan China ini tak hanya memberikan dampak negatif bagi AS, tapi juga memperlihatkan betapa tergantungnya AS pada mineral-mineral tersebut.

Pekan ini, Presiden Trump memerintahkan Departemen Perdagangan untuk menjajaki cara-cara meningkatkan produksi mineral penting di dalam negeri serta mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar negeri.

Ini adalah upaya Washington untuk mengambil alih industri yang dianggap krusial tersebut.

Namun, pertanyaan mendasar yang muncul adalah: apa yang membuat unsur tanah jarang begitu penting? Seberapa besar potensinya untuk mempengaruhi dinamika perang dagang yang sedang berlangsung?

Apa itu unsur tanah jarang dan apa kegunaannya?

"Unsur tanah jarang" merujuk pada 17 unsur kimia serupa yang sangat penting dalam produksi teknologi canggih.

Walaupun melimpah di alam, logam-logam ini disebut "langka" karena jarang ditemukan dalam bentuk murni dan sulit diekstraksi dengan aman.

Kendati nama-nama unsur tanah jarang—seperti Neodymium, Yttrium, dan Europium—mungkin terdengar asing bagi Anda, kemungkinan besar Anda sangat familiar dengan berbagai produk yang memanfaatkan unsur-unsur tersebut.

Sebagai contoh, Neodymium berperan penting dalam pembuatan magnet berkekuatan tinggi yang digunakan dalam pengeras suara, hard drive komputer, motor kendaraan listrik (EV), serta mesin jet.

Berkat unsur tersebut perangkat-perangkat ini bisa dibuat lebih kecil dan lebih efisien.

garis

BBC News Indonesiahadir di WhatsApp.

Jadilah yang pertama mendapatkan berita, investigasi dan liputan mendalam dari BBC News Indonesia, langsung di WhatsApp Anda.

garis

Adapun Yttrium dan Europium berperan penting dalam produksi layar televisi dan komputer berkat kemampuan uniknya dalam mereproduksi warna.

"Segala sesuatu yang bisa Anda nyalakan atau matikan kemungkinan besar menggunakan unsur tanah jarang," ujar Direktur Perdagangan dan Investasi Internasional Ginger, Thomas Kruemmer.

Lebih lanjut, unsur tanah jarang juga krusial untuk pengembangan teknologi medis seperti laser dalam operasi dan pemindaian MRI, serta untuk teknologi pertahanan.

Unsur tanah jarang apa yang dikendalikan China?

China saat ini hampir memiliki kendali penuh atas proses ekstraksi unsur tanah jarang serta proses pemurniannya, yaitu tahapan pemisahan unsur tanah jarang dari mineral-mineral lainnya.

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan China bertanggung jawab atas sekitar 61% produksi unsur tanah jarang dunia dan mendominasi hingga 92% dari kapasitas pengolahannya.

Dengan kata lain, China kini menguasai rantai pasokan unsur tanah jarang dan berwenang memutuskan siapa yang bisa atau tidak bisa menerima pasokannya.

Ekstraksi dan pengolahan unsur tanah jarang mahal serta menghasilkan polusi.

Selain itu, semua sumber unsur tanah jarang mengandung unsur radioaktif, yang menjadi alasan keengganan banyak negara lain—termasuk Uni Eropa—untuk memproduksinya.

"Limbah radioaktif produksi butuh pembuangan aman dan permanen. Saat ini semua fasilitas pembuangan di Uni Eropa bersifat sementara," kata Kruemmer.

Namun, dominasi China dalam rantai pasok unsur tanah jarang adalah hasil kebijakan dan investasi strategis pemerintah selama puluhan tahun, bukan terjadi tiba-tiba.

Kota pertambangan Bayan Obo di Mongolia Dalam memiliki salah satu deposit mineral langka terbesar

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Kota pertambangan Bayan Obo di Mongolia Dalam memiliki salah satu deposit unsur tanah jarang terbesar.

Dalam lawatannya ke Mongolia pada 1992, mendiang pemimpin China, Deng Xiaoping—yang mengawasi reformasi ekonomi China—menyatakan: "Timur Tengah memiliki minyak, dan China memiliki unsur tanah jarang".

"Dimulai pada akhir abad ke-20, China memberikan prioritas tinggi pada pengembangan kemampuan penambangan dan pemrosesan unsur tanah jarang, seringkali dengan mengadopsi standar lingkungan dan biaya tenaga kerja yang lebih rendah dibandingkan negara-negara lain," kata peneliti material kritis di Universitas Birmingham, Gavin Harper.

Hal ini, lanjutnya, "memungkinkan mereka untuk mengungguli para pesaing global dan membangun monopoli di hampir seluruh rantai nilai, mulai dari penambangan dan pemurnian hingga produksi barang jadi seperti magnet."

Bagaimana China membatasi ekspor unsur tanah jarang?

Sebagai respons terhadap tarif yang diberlakukan oleh Washington, China pada awal bulan ini mulai mengeluarkan perintah pembatasan ekspor terhadap tujuh jenis unsur tanah jarang—yang sebagian besar dikenal sebagai unsur tanah jarang "berat" dan memiliki peran sangat penting bagi sektor pertahanan.

Logam-logam ini memiliki ketersediaan yang lebih terbatas dan proses pengolahannya lebih rumit dibandingkan dengan unsur tanah jarang "ringan". Ini yang juga menjadikannya lebih berharga.

Terhitung sejak 4 April, seluruh perusahaan yang ingin mengirimkan unsur tanah jarang dan magnet ke luar negeri diwajibkan untuk memperoleh lisensi ekspor khusus.

Tambang logam tanah jarang di daerah Nancheng di provinsi Jiangxi

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Tambang unsur tanah jarang di daerah Nancheng di Provinsi Jiangxi.

Langkah ini diambil karena China, sebagai salah satu negara yang menandatangani perjanjian internasional tentang Non-Proliferasi Senjata Nuklir, memiliki kewenangan untuk mengendalikan perdagangan "produk penggunaan ganda".

Menurut analisis dari Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), kondisi ini menciptakan kerentanan yang signifikan bagi AS karena tidak adanya kapasitas di luar China untuk memproses unsur tanah jarang berat.

Bagaimana hal ini dapat berdampak pada AS?

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Laporan Badan Geologi AS menunjukkan ketergantungan AS yang besar pada impor unsur tanah jarang dari China, sekitar 70% antara 2020-2023.

Hal ini mengindikasikan pembatasan ekspor yang baru diberlakukan berpotensi memberikan dampak signifikan dan merugikan bagi AS.

Unsur tanah jarang berat digunakan dalam berbagai bidang militer, termasuk pembuatan rudal, sistem radar, dan magnet permanen.

Lebih lanjut, laporan dari CSIS mengidentifikasi bahwa teknologi pertahanan utama seperti jet tempur F-35, rudal Tomahawk, dan kendaraan udara tak berawak Predator semuanya sangat bergantung pada mineral-mineral ini.

Laporan tersebut juga menambahkan bahwa situasi ini terjadi bersamaan dengan upaya China untuk "memperluas produksi amunisinya dan mengakuisisi sistem serta peralatan persenjataan canggih dengan kecepatan lima hingga enam kali lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat".

"Dampaknya bagi industri pertahanan AS akan sangat besar," ujar Kroemmer.

Dan tidak hanya di sektor itu. Manufaktur AS, yang ingin dibangkitkan Trump melalui pemberlakuan tarif, akan sangat terpukul.

Harper menambahkan, produsen, terutama di sektor pertahanan dan teknologi tinggi, berpotensi kekurangan dan mengalami penundaan produksi akibat penghentian pengiriman dan stok terbatas.

Harga unsur tanah jarang penting diprediksi melonjak, menaikkan biaya komponen untuk berbagai produk, dari ponsel hingga perangkat militer.

Ini berpotensi memperlambat produksi perusahaan AS yang terdampak, katanya.

Jika kekurangan pasokan dari China berlanjut lama, AS mungkin mendiversifikasi rantai pasok dan meningkatkan kemampuan domestik, meski butuh investasi besar, kemajuan teknologi, dan biaya lebih tinggi dari ketergantungan pada China sebelumnya.

Logam tanah jarang diperlukan untuk membuat magnet yang merupakan komponen utama dalam mesin kendaraan listrik.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Logam tanah jarang diperlukan untuk membuat magnet yang merupakan komponen utama dalam mesin kendaraan listrik.

Ini jelas dipikirkan Trump, yang pekan ini memerintahkan penyelidikan risiko keamanan nasional akibat ketergantungan AS pada mineral penting tersebut.

Dalam perintahnya, disebutkan "Presiden Trump menyadari bahwa ketergantungan yang berlebihan pada mineral-mineral penting yang berasal dari luar negeri dan produk-produk turunannya berpotensi membahayakan kemampuan pertahanan Amerika Serikat, perkembangan infrastruktur, dan inovasi teknologi."

Perintah tersebut juga menegaskan bahwa "Mineral-mineral penting, termasuk unsur-unsur tanah jarang, memiliki peran yang krusial bagi keamanan nasional dan ketahanan ekonomi."

Apakah AS tidak bisa memproduksi unsur tanah jarang sendiri?

AS punya satu tambang unsur tanah jarang aktif, tapi tak punya kemampuan memisahkan unsur tanah jarang berat. Jadi AS harus mengirim ke China untuk diproses.

Dulu ada perusahaan produsen unsur tanah jarang terbesar asal AS yang memproduksi magnet tanah hingga 1980-an, tapi perusahaan ini keluar dari pasar karena dominasi China.

Keinginan kuat Trump untuk menandatangani kesepakatan mineral dengan Ukraina diyakini sebagian besar didorong oleh tujuannya untuk mengurangi ketergantungan negaranya pada China.

Selain itu, Greenland, yang diketahui memiliki cadangan unsur tanah jarang terbesar kedelapan di dunia, juga menjadi perhatian Trump.

Bahkan, Trump berulang kali menunjukkan minatnya untuk mengambil alih kendali wilayah otonomi Denmark tersebut dan tidak menampik penggunaan kekuatan ekonomi maupun militer untuk mencapai tujuannya.

Namun, nada permusuhan yang ditunjukkan Trump kepada negara-negara ini berpotensi menyulitkan AS dalam mencari sumber alternatif unsur tanah jarang,

Dr. Harper berpendapat, "Tantangan yang dihadapi AS bersifat ganda."

"Di satu sisi, AS telah mengasingkan China yang memegang monopoli pasokan unsur tanah jarang. Di sisi lain, AS juga bersikap bermusuhan terhadap banyak negara yang sebelumnya merupakan sekutu melalui penerapan tarif dan tindakan permusuhan lainnya."

Ia menambahkan, "Apakah negara-negara tersebut masih akan memprioritaskan kolaborasi dengan Amerika masih menjadi pertanyaan besar dalam lingkungan kebijakan yang tidak menentu dari pemerintahan yang baru ini."