Ukraina simpan kekayaan unsur tanah jarang – Mengapa Trump sangat menginginkannya?

Trump berdiri di podium mikrofon, mengenakan setelan jas biru tua, kemeja putih, dan dasi biru

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Persaingan geopolitik dengan China dinilai membuat Trump berupaya menguasai pasokan mineral kritis.
    • Penulis, Rebecca Thorn
    • Peranan, BBC World Service
    • Penulis, Anna Kundirenko
    • Peranan, BBC News Ukraine
    • Penulis, Navin Singh
    • Peranan, Koresponden lingkungan BBC World Service
  • Waktu membaca: 6 menit

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan tak akan "menjual negaranya", sebagai bentuk penolakan terhadap Presiden AS Donald Trump yang menginginkan akses ke cadangan mineral Ukraina.

Ukraina merupakan negara yang memiliki kekayaan cadangan unsur tanah jarang (rare earth elements) dalam jumlah besar. Namun mineral tersebut banyak tersimpan di wilayah yang dikuasai oleh pasukan Rusia.

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa mineral langka ini bisa dipakai sebagai ganti dukungan AS dalam perang melawan Rusia.

"Saya memberi tahu [Ukraina] bahwa saya menginginkan unsur tanah jarang senilai $500 miliar, dan pada dasarnya mereka setuju untuk melakukannya," kata Trump kepada reporter Fox News, Bret Baier, pada 10 Februari.

Namun, ucapan Trump disanggah Zelensky.

"Itu bukan pembicaraan serius," kata Zelensky. "Saya tidak bisa menjual negara kita."

Usulan dari Trump ini menunjukkan pentingnya mineral tersebut bagi AS, tetapi apa tujuannya, dan apa yang dapat Ukraina tawarkan kepada AS?

Batuan mineral, berkilau

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Ilustrasi batuan mineral berkilau.

Apa itu unsur tanah jarang?

"Unsur tanah jarang" adalah istilah terhadap 17 unsur yang secara kimia mirip. Unsur-unsur ini banyak digunakan dalam teknologi dan industri modern, sepoerti produksi telepon pintar, komputer, peralatan medis, dan banyak lagi.

Unsur-unsur tersebut meliputi: Sc – scandium, Y – yttrium, La – lanthanum, Ce – cerium, Pr – praseodymium, Nd – neodymium, Pm – promethium, Sm – samarium, Eu – europium, Gd – gadolinium, Tb – terbium, Dy – dysprosium, Ho – holmium, Er – erbium, Tm – thulium, Yb – ytterbium, Lu – lutetium.

Mineral-mineral tersebut dikenal sebagai "langka" karena sangat jarang ditemukan dalam bentuk murni. Tetapi materi tersebut dapat ditemukan dalam bentuk endapan di beberapa tempat di seluruh dunia.

Namun, unsur tanah jarang sering ditemukan bersama unsur-unsur radioaktif, seperti thorium dan uranium. Memisahkannya memerlukan banyak bahan kimia beracun, yang membuat proses ekstraksi terkadang sulit dan mahal.

Batuan Bilokuzmynivka dari Zaman Kapur di Oblast Donetsk dan Luhansk merupakan rumah bagi sebagian besar mineral Ukraina

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Batuan Bilokuzmynivka dari Zaman Kapur di Oblast Donetsk dan Luhansk merupakan rumah bagi sebagian besar mineral Ukraina.

Jenis mineral apa yang dimiliki Ukraina?

Ukraina memiliki 21 dari 30 zat yang oleh Uni Eropa (UE) ditetapkan sebagai "bahan baku penting", yang mencakup sekitar 5% dari cadangan dunia.

Mineral-mineral ini banyak terkandung di wilayah selatan Perisai Ukraina, terutama di bawah Laut Azov.

Namun, wilayah-wilayah yang dikenal kaya akan unsur tanah jarang ini kebanyakan diduduki Rusia.

garis

BBC News Indonesiahadir di WhatsApp.

Jadilah yang pertama mendapatkan berita, investigasi dan liputan mendalam dari BBC News Indonesia, langsung di WhatsApp Anda.

garis

Namun, masih ada proyek-proyek tambang prospeknya bagus yang tersebar di Buzh Tengah, serta di wilayah Kyiv, Vinnytsia, dan Zhytomyr.

Para ahli mengatakan bahwa beberapa ratus objek geologi yang menjanjikan memang telah diidentifikasi. Namun, beberapa dari objek-objek ini yang dapat menjadi endapan jika pengembangannya dianggap layak secara ekonomi.

"Perkiraan yang telah dikeluarkan di sana hanyalah perkiraan belaka," kata Adam Webb, Kepala Bahan Baku Baterai di Benchmark Mineral Intelligence. '

"Perlu banyak pekerjaan lagi untuk membuktikan endapan mineral tersebut menjadi cadangan ekonomi."

Peta mineral langka di Ukraina

Di sisi lain, Ukraina juga memiliki sumber daya mineral kritis lainnya.

Forbes Ukraina menyebut sekitar 70% di antaranya berada di wilayah Donetsk, Dnipropetrovsk, dan Luhansk. Banyak di antaranya masuk ke wilayah yang masih diduduki Rusia.

Mineral kritis lainnya ini, salah satunya adalah litium.

Sebuah tangan memegang gumpalan zinnwaldite, mineral silikat yang mengandung litium

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Litium adalah mineral penting yang dapat diekstraksi dari zinnwaldite.

Menurut pemerintah Ukraina, negeri itu memiliki sekitar 450.000 ton cadangan litium. Cadangan tersebut belum ditambang meskipun sudah ada rencana untuk memulainya.

Rusia telah menduduki sedikitnya dua deposit litium: Shevchenkivske di wilayah Donetsk dan deposit bijih kompleks di Kruta Balka di wilayah Berdyansk.

Sementara, deposit bijih litium di wilayah Kirovohrad tetap berada di bawah kendali Ukraina.

Mengapa Trump menginginkan unsur tanah jarang?

Persaingan dengan China menjadi penyebab AS berkepentingan mengendalikan produksi unsur tanah jarang dan mineral kritis lainnya. Pasalnya, kini Tiongkok mendominasi pasokan global.

Selama beberapa dekade terakhir, China menjadi pemimpin penambangan dan pemrosesan unsur tanah jarang, yang mencakup 60%-70% produksi global dan hampir 90% kapasitas pemrosesan mineral.

Ketergantungan AS pada China dalam hal ini diduga mengkhawatirkan pemerintahan Trump, baik dalam hal keamanan nasional maupun ekonomi.

Pasalnya, bahan-bahan ini diperlukan untuk produksi teknologi super canggih, mulai dari mobil listrik hingga peralatan militer.

Pemandangan udara Pabrik Penyimpanan Energi Megapack Tesla yang sedang dibangun, pada 6 Juli 2024 di Shanghai, Cina.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Pabrik sistem penyimpanan energi Tesla di Shanghai, China, adalah yang pertama di luar AS yang memproduksi baterai penyimpanan energi yang dikenal sebagai Megapacks.

Sebuah paradoks

Sekilas, hal ini tampak seperti sebuah paradoks.

Trump sejauh ini memilih untuk memperluas produksi bahan bakar fosil, dan mengabaikan kebijakan energi terbarukan.

Namun, pada saat yang sama, ia ingin mengamankan unsur tanah jarang—yang merupakan kunci transisi energi bersih. AS pun berupaya mengamankan pasokan dari semua tempat yang ia bisa dapatkan.

Material ini merupakan komponen krusial untuk produksi peralatan elektronik konsumen, militer dan navigasi, dan—yang terpenting—pusat data Kecerdasan Buatan (AI).

Trump telah mengumumkan agar negaranya menggenjot pembangunan infrastruktur AI. Demi menjalankan kebijakan ini, AS butuh pasokan mineral kritis dalam skala yang sangat besar.

Material yang dibutuhkan di antaranya tembaga, silikon, paladium, dan unsur tanah jarang.

Masalahnya, pasokan mineral ini mulai menurun. Hal ini pula yang menyebabkan pertumbuhan energi bersih global melambat.

Tiga pria berdiri di stan di pusat pameran pada 12 Oktober 2024.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Pengunjung menghadiri stan yang memamerkan produk yang dikembangkan dari unsur tanah jarang di sebuah pameran di Qingdao, Provinsi Shandong, China.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Para ahli mengatakan dominasi China atas mineral-mineral kritis, seperti unsur tanah jarang, tak lepas dari konteks persaingan geopolitik dengan AS.

Setelah mengasah teknologi dan keahlian pemrosesan selama beberapa dekade, Tiongkok saat ini mengendalikan 100% pasokan grafit dan disprosium alami yang dimurnikan.

Kira-kira 70% kobalt, dan hampir 60% dari semua litium dan mangan yang diolah, menurut Badan Energi Terbarukan Internasional.

Tiongkok juga menambang unsur-unsur tanah jarang lewat kepemilikan tambang-tambang utama di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan.

"Untuk melawan cengkeraman China yang semakin kuat pada rantai pasokan global," Komite Angkatan Bersenjata DPR AS selama pemerintahan Biden mengatakan "sangat penting bagi AS untuk mengamankan pasokan mineral-mineral kritis dan strategisnya sendiri yang inovatif."

Pemerintahan Trump tampaknya melihat tempat-tempat seperti Ukraina dan Greenland sebagai area untuk menggunakan metode-metode inovatif guna menambah rantai pasokannya.

Presiden Ukraina Zelensky mengatakan 'Saya tidak bisa menjual negara kami' setelah Presiden Trump menyarankan AS mengakses cadangan mineral Ukraina.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Presiden Ukraina Zelensky mengatakan 'Saya tidak bisa menjual negara kami' setelah Presiden Trump menyarankan AS mengakses cadangan mineral Ukraina.