Perdebatan stadion JIS disebut tidak layak oleh Menteri PUPR - 'Pemerintah tidak punya kompetensi, jangan sembarangan'

Menpora meninjau kesiapan JIS untuk diajukan kepada FIFA sebagai salah satu lokasi Piala Dunia U-17 yang akan berlangsung pada 10 November hingga 2 Desember 2023.

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Keterangan gambar, Menpora meninjau kesiapan JIS untuk diajukan kepada FIFA sebagai salah satu lokasi Piala Dunia U-17 yang akan berlangsung pada 10 November hingga 2 Desember 2023.

Pernyataan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono yang menyebut Jakarta International Stadium (JIS) belum memenuhi standar FIFA memantik polemik dan mengarah ke perdebatan politik soal penjegalan Anies Baswedan yang hendak maju ke pemilu presiden.

Di sosial media Twitter beberapa warganet menyindir perkataan Menteri Basuki dan menyebutnya tidak punya kompetensi untuk bicara soal stadion.

Sebagian lagi menilai salah satu stadion terbesar di Asia yang menelan anggaran hingga Rp5 triliun ini memang masih menyimpan kekurangan.

Pengamat sepakbola, Kusnaeni, mengatakan soal layak atau tidaknya JIS digunakan saat Piala Dunia U-17 menjadi kewenangan FIFA kendati menurutnya soal aksesibilitas stadion internasional masih buruk.

Jakarta International Stadium (JIS) merupakan salah satu stadion terbesar di Asia jika merujuk pada kapasitasnya yang bisa menampung 82.000 penonton.

Pada perhelatan Piala Dunia U-17 November mendatang pemerintah dan PSSI mengusulkan 22 stadion yang akan direnovasi. Federasi Sepak bola Dunia, FIFA nanti akan meninjau puluhan stadion yang diusulkan ini.

Salah satu dari puluhan stadion itu adalah JIS. Itu mengapa beberapa waktu lalu Ketua PSSI bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menpora Dito Ariotedjo mengunjungi sejumlah stadion untuk mengecek kesiapan tempat.

Ketika mendatangi JIS pada Selasa (04/07), Menteri PUPR Basuki menyoroti rumput lapangan JIS yang diklaim belum memenuhi standar FIFA.

Hal lain yang disebutnya 'bahaya' adalah akses keluar masuk ke area stadion yang hanya memanfaatkan satu pintu, dan akses jalan untuk bus pemain serta ofisial tim yang tak memadai.

Pernyataan Menteri Basuki itu menyulut polemik.

Seperti yang dicuitkan akun @Yurissa_Samosir, "Menteri PUPR tidak punya kompetensi apalagi otoritas untuk bicara terkait kelayakan rumput stadion bola. Itu domainnya FIFA."

Kemudian akun @YanHarahap yang menyebut "Apakah KemenPUPR sudah berganti mejadi pekerjaan umum penggantian rumput?"

Juga akun @UusRsd yang berkata, "Datangkan saja orang FIFA biar mereka yang menilai, kalau PUPR yang datang khawatir yang dinilai untung rugi proyek."

Petugas melakukan perawatan rumput Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (4/7/2023).

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Keterangan gambar, Petugas melakukan perawatan rumput Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (4/7/2023).

Perdebatan soal layak atau tidaknya JIS lantas mengarah ke urusan politik di tengah pencalonan bekas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang maju sebagai bakal calon presiden.

Para pendukung Anies menyebut para menteri Jokowi hanya mencari-cari kekurangan Anies seperti dicuit oleh akun @AlnilamOmar, "Pildun U-17 tidak usah digelar di JIS. JIS tidak usah direnovasi, pakai stadion lain saja yang sudah standar Jokowi. Tidak usah buang-buang uang rakyat hanya untuk membully Anies."

Suara senada juga diutarakan akun @yaniarsim, "Melihat JIS itu dengan hati yang bersih tidak dengan kebencian," katanya sambil menautkan akun Ketua PSSI yang juga Menteri BUMN Erick Thohir.

Ada juga akun @SuramaduJingga yang mengatakan, "Silakan yang mau pakai JIS. Tidak usah malu-malu apalagi harus bikin statment soal pintu masuk, parkir, dan rumput mau diganti semua."

Seperti apa kondisi stadion JIS?

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Pengamat sepakbola, Kusnaeni, menjelaskan kalau merujuk pada standar Safety and Security FIFA ada banyak aspek yang harus dipenuhi Jakarta International Stadium (JIS).

Mulai dari lapangan, akses keluar dan masuk stadion, hingga aksesibilitas untuk pengunjung stadion.

Dari pengamatannya, stadion yang diresmikan pada Juli 2022 ini paling banyak difungsikan di sebelah barat. Semisal untuk kegiatan shalat Idulfitri dan acara konser musik.

Dan karena hanya satu sisi saja yang dipergunakan, maka pintu keluar dan masuk yang berfungsi pun baru satu saja.

Sementara stadion JIS sebetulnya memiliki banyak pintu lain di sebelah timur, utara, dan selatan stadion. Namun hingga saat ini belum pernah dipergunakan.

"Jadi akses keluar dan masuk yang kondisinya saat ini terbatas dan terlalu riskan kalau ada 28.000 orang penonton keluar hanya melalui akses yang sama," imbuh Kusnaesni kepada BBC News Indonesia, Rabu (05/07).

Persoalan lain, menurut Kusnaeni, ada pada akses perimeter menuju ke jalan utama yang disebutnya perlu dikaji ulang.

Kemudian yang paling menjadi perhatiannya adalah aksesibilitas bagi pengunjung yang hendak ke stadion.

Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo (kedua kanan) meninjau Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Keterangan gambar, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo (kedua kanan) meninjau Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kalau merujuk pada desain awal JIS, kata dia, stadion ini semestinya didukung oleh moda transportasi seperti Lintas Raya Terpadu (LRT), Moda Raya Terpadu (MRT), transportasi berbasis Bus Rapid Transit (BRT), dan juga KRL Commuter Line.

Akan tetapi hingga setahun lebih disahkan dukungan transportasi publik itu tak kunjung terwujud. Sementara kapasitas area parkir di stadion JIS tidak memadai.

"Hampir semua orang kalau nonton ke JIS bawa mobil, motor. Makanya area parkir kurang. Belum lagi kalau ada mobil polisi, ambulans, dan pemadam kebakaran. Ya tidak bisa menampung."

"Karena desain awal JIS memang mengutamakan transportasi publik seperti stadion besar di Eropa demi mengurangi masalah lingkungan kayak emisi gas."

Adapun soal stadion, Kusnaeni menyebutnya tidak ada masalah berarti.

Untuk persoalan rumput yang menjadi perbincangan warganet di media sosial, sambungnya, bisa diselesaikan dengan mengganti rumput yang saat ini digunakan.

Sebab kualitas rumput hybrid tersebut turun lantaran perawatannya kurang maksimal.

"Perlu dicatat JIS itu menggunakan rumput hybrid, pada 2022 sudah pernah dicoba Atletico Madrid dan Barcelona U-18. Masalahnya stadion jarang dipakai tahun ini karena tidak ada kegiatan."

"Otomatis perawatan terbatas, pemasukan tidak ada, bagaimana mau merawat stadion sebesar itu?"

"Jadi jenis rumputnya tidak masalah, hanya perawatan kurang, akhirnya pertumbuhan kurang oke juga."

Kusnaeni menilai penggantian rumput itu tidak akan memakan waktu atau paling lama tiga bulan.

Begitu pula soal akses bus yang kurang memadai sehingga para pemain dan ofisial tim kesulitan untuk masuk ke dalam stadion.

"Kalau bicara teknis kekurangan ada. Bukan berarti bahwa JIS tidak layak dipakai untuk Piala Dunia U-17," jelasnya.

Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Keterangan gambar, Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta.

Kusnaeni menilai stadion JIS berkapasitas 82.000 orang ini tetap bisa digunakan saat perhelatan November mendatang, asalkan tidak di saat laga Timnas Indonesia, karena berpotensi mendatangkan puluhan ribu penonton.

Sementara sejumlah sarana dan prasarana stadion terbatas.

Dia juga mengatakan apa yang disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bahwa stadion JIS tidak layak "ada benarnya" meskipun yang seharusnya memutuskan adalah FIFA.

Itu mengapa dia meminta pemerintah agar tidak terburu-buru merenovasi stadion JIS sebelum ada penilaian dari tim FIFA.

"Pemerintah kan tidak punya kompetensi, PUPR mungkin tahu standar kelayakan gedung. Tapi yang sesuai kebutuhan pertandingan kan FIFA. Pemerintah tidak bisa sembarangan," ucapnya.

Apa langkah pemerintah?

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menyebut dana yang diperlukan untuk mengganti rumput di stadion JIS sebesar Rp6 miliar.

Dia memperkirakan penggantian rumput JIS ini rampung dalam tiga atau empat bulan atau sebelum gelaran Piala Dunia U-17 nanti.

Perbaikan lainnya termasuk akses keluar dan masuk untuk penonton demi memastikan keselamatan suporter.

Tak ketinggalan juga membongkar salah satu pintu masuk JIS agar bisa muat bus besar yang membawa tim ofisial ke dalam stadion.

"Akses bus yang nantinya akan dipakai untuk bus besar para pemain dan ofisial. Kondisi sekarang, bius tidak bisa masuk sini karena di sana pintu akan dibongkar," jelas Menteri PUPR Basuki kepada wartawan.