Kesaksian pria yang kulit kelaminnya melepuh gara-gara cacar monyet: 'Rasanya seperti terbakar'

Julia Braun

BBC News Brasil

Cacar monyet yang bisa membuat kulit ruam dan melepuh.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Virus cacar monyet menyebabkan kulit melepuh serta gejala seperti demam dan sakit kepala.

Sebanyaklima orang meninggal dan lebih dari 15.000 kasus cacar monyet terkonfirmasi di seluruh dunia hingga Juli 2022, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC).

Para peneliti cacar monyet mengadakan pertemuan pada Kamis (21/7), untuk mendiskusikan apakah WHO harus mengklasifikasikan wabah tersebut sebagai kedaruratan kesehatan global.

Thiago, seorang pria asal Brasil yang tinggal di São Paulo, terkonfirmasi sebagai salah satu orang yang terinfeksi cacar monyet.

Ia mendatangi rumah sakit setempat dengan gejala yang meliputi demam tinggi, lesu, menggigil, dan bintul-bintul lepuh di hampir sekujur tubuhnya.

Tapi keluhan utamanya adalah rasa nyeri, bengkak dan rasa terbakar di area kelaminnya yang terdapat sembilan bintul.

"Rasanya sakit, dan sangat gatal," katanya kepada BBC News Brasil. "Semua bagian bengkak - terkadang seperti terbakar."

Baca Juga:

Cacar monyet disebabkan oleh virus yang berasal dari keluarga virus cacar, tapi jauh lebih ringan. Virus ini bisa menyebar ke manusia dari hewan yang terinfeksi seperti monyet, tikus, atau tupai.

Penularan virus cacar monyet dari manusia ke manusia jarang terjadi, tapi ini bisa terjadi saat seseorang melakukan kontak dekat dengan orang lain yang terinfeksi.

Infeksi ini menular melalui luka pada kulit, saluran pernapasan, mata, dan mulut.

Menyentuh atau memegang pakaian, tempat tidur atau handuk yang digunakan orang yang memiliki bintul pada kulit karena cacar monyet, juga bisa terjangkit.

Seperti apa rasanya mengidap cacar monyet?

ruam cacar monyet

Sumber gambar, UKHSA

Keterangan gambar, Ruam akibat cacar monyet melewati berbagai tahapan sampai akhirnya membentuk bintul pada kulit.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Gejala cacar monyet yang dialami Thiago dimulai pada 10 Juli. "Pertama saya merasa sangat menggigil, kemudian diikuti demam tinggi, sakit kepala, dan tidak enak badan. Saya merasa tubuh saya seperti remuk," katanya.

"Saat itu saya pikir ini karena flu atau kena Covid-19, tapi hari berikutnya ketika saya mandi, saya menemukan bintul lepuh pertama di punggung dan penis saya."

Sejak itu, Thiago juga menemukan bintul yang sama pada bagian kaki, paha, lengan, perut, dada, wajah dan area kelamin.

"Rasanya hampir seperti jerawat yang bengkak dan menyakitkan," katanya.

Dia pergi ke rumah sakit pada hari ketiga setelah mengalami gejala tersebut. Satu pekan sebelumnya, ia berkontak dengan seorang teman yang kemudian didiagnosis mengidap cacar monyet.

Hasil tes darahnya terkonfirmasi bahwa mengandung virus. Dia juga menjalani tes penyakit menular seksual, yang ternyata hasilnya negatif.

"Saya perlu waktu lama untuk pergi ke rumah sakit, karena hampir mustahil mengenakan pakaian karena rasa sakitnya sangat kuat. Lalu, saat naik mobil rasa sakit dan bengkaknya makin parah."

Di rumah sakit, Thiago mengatakan bahwa dokter memberikan resep anti-inflamasi, obat pereda nyeri, dan salep anestesi, yang bisa meredakan rasa terbakar.

"Salep itu membantu mengurangi rasa sakit, tapi setelah empat jam obatnya berhenti bekerja, dan rasa perihnya kembali muncul," tambah Thiago.

Dia dan temannya tak pernah keluar dari Brasil dalam beberapa bulan terakhir.

"Begitu saya keluar dari rumah sakit, saya menelpon teman-teman yang pernah berkontak dengan saya beberapa hari sebelumnya, dan memberi tahu para tetangga tentang hasil diagnosis ini," katanya.

Stigma

cacar monyet

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Telapak tangan pasien yang mengalami gejala karena cacar monyet.

Selain rasa sakit dan gatal, Thiago juga mengatakan mengalami masa-masa sulit di rumah sakit.

"Saya tidak diberitahu bagaimana cara membersihkan luka pada kulit, berapa lama saya akan sakit, dan kapan saya bisa keluar dari isolasi. Saya harus mencari semua informasi ini di internet dan bertanya dengan teman-teman saya yang bekerja di bidang medis," katanya.

"Tidak ada area khusus bagi orang yang terinfeksi cacar monyet. Orang-orang dengan penyakit ini bisa keluar dan berkeliaran dengan bebas di sekitar rumah sakit. Saya rasa mereka tidak siap," tambah Thiago.

Dia juga menyinggung perlakuan "kasar dan tidak sopan" dari dokter dan perawat.

"Di mana pun rumah sakit yang saya datangi, saya ditanyai apakah saya positif HIV atau saya punya penyakit menular seksual lainnya."

"Saya merasakan stigma yang terkait dengan penyakit ini ketika masuk ke rumah sakit," kata Thiago merujuk pada asosiasi orang-orang komunitas LGBTQ yang terkait wabah saat ini.

Menurut WHO, kasus ini juga teridentifikasi melalui klinik kesehatan seksual yang menangani pasien homoseksual. Namun, badan ini memperingatkan bahwa siapa pun bisa terkena cacar monyet jika berkontak dengan orang yang terinfeksi.

Badan Perlindungan Kesehatan Inggris mengatakan "sebagian besar" kasus-kasus di Inggris dan Eropa ditemukan pada pria gay dan pria biseksual. "Jadi kami secara khusus mendorong mereka untuk waspada terhadap gejala-gejalanya, dan segera mencari bantuan jika sudah mengkhawatirkan."

Gambar virus cacar monyet

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Gambar virus cacar monyet dilihat dari mikroskop

Tentang cacar monyet

Cacar monyet umumnya ditemukan di Afrika Tengah dan Afrika Barat, khususnya di area hutan tropis.

Di Republik Demokratik Kongo yang memiliki hutan lebat, lebih dari 1.200 kasus telah dilaporkan dalam satu tahun ini dan 57 orang meninggal -- tercacat sampai 1 Mei 2022, menurut WHO.

Terdapat dua galur utama yang sejauh ini diketahui - Afrika Barat dan Afrika Tengah. Adapun jenis virus yang saat ini sedang mendunia dan lebih ringan gejalanya merupakan galur dari Afrika Barat.

Jumlah kasus terinfeksi cacar monyet pada orang-orang yang tak pernah melakukan perjalanan ke Afrika, menunjukkan virus ini sudah menyebar di tingkat komunitas.

Cacar monyet

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Jenis virus cacar monyet yang lebih ringan dari Afrika Barat yang saat ini sedang menular ke penjuru dunia.

Badan Perlindungan Kesehatan Inggris mengatakan, siapapun yang mengira dirinya terinfeksi harus segera menghubungi klinik kesehatan seksual, tapi harus menelpon atau mengirim surat elektronik sebelum datang.

Badan ini juga menyarankan kepada mereka yang terinfeksi agar tidak melakukan hubungan seks selama mereka memiliki gejala, dan menggunakan kondom selama delapan minggu setelah terinfeksi, sebagai langkah pencegahan penularan.

Banyak kasus dari virus ini ringan, kadang-kadang menyerupai cacar air, dan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Namun, cacar monyet terkadang bisa lebih parah. Semua kasus kematian yang saat ini tercatat di WHO dilaporkan dari negara-negara Afrika.

Masa inkubasi virus biasanya lima sampai 21 hari sampai muncul gejala pertama.

Kemungkinan muncul ruam, yang dimulai dari wajah, dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya, terutama pada tangan dan telapak kaki.

Ruam ini seringkali cukup mengganggu, menyakitkan, dan melalui berbagai tahapan - seperti cacar air - sebelum membentuk bopeng, kemudian mengering dan rontok.

Infeksi ini biasanya berakhir setelah 14 sampai 21 hari.