Perang Ukraina: Serangan drone targetkan armada Laut Hitam Rusia di Krimea

Henri Astier, BBC News

asap mengepul karena serangan drone

Pasukan Rusia di Krimea telah menjadi sasaran serangan drone baru.

Pemimpin regional yang ditunjuk Rusia mengatakan sebuah pesawat tak berawak milik Ukraina menargetkan armada Laut Hitam Rusia di Kota Sevastopol telah ditembak jatuh pada Sabtu (20/08).

Penembakan ini dilakukan setelah serangkaian serangan terhadap pasukan dan instalasi Rusia di Semenanjung Krimea, yang dianeksasi bulan ini.

Sementara itu, presiden Ukraina menyambut baik kesepakatan yang mengizinkan para pengawas PBB untuk mengunjungi pembangkit nuklir Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia, yang terletak di utara.

Pada Sabtu pagi, sebuah video menunjukkan asap mengepul dari Sevastopol, tempat armada Laut Hitam Rusia bermarkas. BBC News belum dapat memverifikasi rekaman itu secara independen.

Gubernur yang diangkat Rusia, Mikhail Razvozhayev, menyebut insiden ini tak terlalu serius.

Keterangan video, Sebuah rekaman menunjukkan asap mengepul dari daerah di Sevastopol tempat armada Laut Hitam Rusia bermarkas.

Dia mengatakan, pasukan pertahanan udara telah diaktifkan dan pesawat tak berawak milik Ukraina itu sudah dihancurkan. 

“Drone itu jatuh di atap markas," katanya. "Tidak ada kerusakan yang signifikan dan tidak ada yang terluka."

Masih pada Sabtu, Razvozhayev mengatakan sistem anti-pesawat kembali beroperasi di Sevastopol, tetapi tidak menjelaskan secara rinci.

Sejumlah serangan pesawat tak berawak telah dilaporkan terjadi di Krimea dalam beberapa hari terakhir, salah satunya di pangkalan udara dekat Sevastopol pada hari Kamis dan satu lagi di pelabuhan pada hari Jumat.

Awal bulan ini, sembilan jet Rusia hancur dalam serangan terhadap pangkalan militer Rusia di Saky, pantai barat Krimea.

Rekaman di media sosial pada saat itu menunjukkan kerumunan turis Rusia melarikan diri dari resor terdekat.

serangan udara ukraina
Keterangan gambar, Serangan di Saky mengejutkan turis di sebuah pantai di wilayah tersebut.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Krimea diserbu dan dianeksasi oleh Rusia pada 2014, dan Ukraina telah berjanji untuk merebutnya kembali.

Namun Kyiv belum mengkonfirmasi atau membantah terlibat dalam serangan baru-baru ini.

Moskow mengatakan ada sabotase dalam sejumlah serangan itu, dan mengindikasikan ada semacam operasi militer khusus yang mungkin dilakukan oleh pasukan Ukraina - atau mereka yang setia kepada Kyiv.

Para pejabat Barat mengatakan insiden ini memiliki dampak operasional dan psikologis yang besar pada pasukan Rusia.

Dalam perkembangan lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan keselamatan pembangkit nuklir Zaporizhzhia dapat mulai dipulihkan dengan kunjungan inspektur internasional.

Komenter ini datang setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow akan memberikan akses kepada inspektur PBB ke fasilitas nuklir di sebelah utara Krimea.

Kremlin dan Kyiv telah saling tuding atas penembakan di fasilitas itu selama seminggu terakhir, yang meningkatkan kekhawatiran akan bencana nuklir.

Sementara itu, Rusia terus melanjutkan taktiknya dengan menembaki kota-kota, dengan sasaran antara lain Kharkiv, Dnipro, dan Mykolaiv.

Wali kota Mariupol yang diangkat Rusia dilaporkan selamat dari upaya pembunuhan.

Gerbang Kebun Binatang di Mariupol

Sumber gambar, GOOGLE MAP

Keterangan gambar, Insiden di Mariupol dilaporkan terjadi di dekat pintu masuk kebun binatang setempat.

Seorang reporter TV pemerintah Rusia mengatakan Wali Kota Kostyantyn Ivashchenko berada di dalam mobil ketika sebuah bom meledak di pintu masuk kebun binatang kota.

Juga pada hari Sabtu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengadakan konferensi pers di Turki setelah dua kapal gandum lainnya meninggalkan Ukraina.

Dia mengatakan dia "sangat tersentuh" menyaksikan sebuah kapal yang membawa gandum menuju Tanduk Afrika dan bahwa pengiriman semacam itu memberikan "bantuan yang sangat dibutuhkan bagi mereka yang menderita kelaparan akut".

Jalur aman kapal telah dimungkinkan melalui kesepakatan yang ditengahi PBB dengan Turki, Rusia dan Ukraina bulan lalu.

Guterres menambahkan bahwa adanya pengiriman makanan dan pupuk dari Rusia juga penting karena krisis biaya hidup.