Polisi tetapkan dua pekerja China sebagai tersangka kasus ledakan tungku smelter di Morowali yang menewaskan 21 orang

PT IMIP

Sumber gambar, Dok. PT IMIP

Keterangan gambar, Bagian pabrik PT ITSS lokasi tungku smelter No. 41 yang sempat terbakar.

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah menetapkan dua tersangka dalam kasus ledakan tungku smelter nikel milik PT Indonesia Tsingshan Satinless Steel (ITSS). Tungku smelter ini meledak pada 24 Desember silam di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

"Sudah ada penetapan tersangka, dua orang. Mereka berkewarganegaraan China," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Djoko WIenartono seperti dikutip dari Tempo.

Djoko merinci dua pria itu adalah ZG yang merupakan pengawas keuangan di PT. Zhao Hui Nikel, dan Z yang menjabat wakil supervisor PT Ocean Sky Metal Indonesia (OSMI). ZG diminta untuk membantu PT ITSS saat itu.

Berkas perkaranya siap diajukan ke jaksa penuntut umum. "Rencana hari Senin, 12 Februari 2024 kirim berkas ke JPU," kata Djoko.

Baca Juga:

Kepolisian melakukan gelar perkara pada 03 Januari lalu, dan kasusnya dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Polisi saat itu menduga adanya unsur pelanggaran keamanan keselamatan kerja (K3) dalam ledakan smelter di Morowali.

Dalam kasus ini, per 02 Januari 2023, setidaknya 21 orang meninggal. Mereka yang meninggal terdiri dari 13 pekerja lokal dan delapan pekerja asing asal China.

Sebelumnya, Kapolda Sulteng Irjen Pol Agus Nugroho mengatakan pihaknya telah membuat tim gabungan untuk menyelidiki penyebab kebarakan tungku di PT ITSS yang membuat puluhan karyawannya menjadi korban.

Tim gabungan itu terdiri dari penyidik Polda Sulteng bersama Polres Morowali— yang juga didukung oleh tim penyidik Bareskrim Polri, Tim DVI Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes), dan tim Inafis dari laboratorium forensik Makasar dan Mabes Polri.

Tempat kejadian perkara juga sudah “diamankan”.

“Untuk saat ini operasional PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) kita hentikan sampai adanya penyelesaian dari hasil penyelidikan nanti,” kata Agus dalam rilis resminya.

Tungku di satu pabrik pengolahan nikel milik PT ITSS di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terbakar dan menyebabkan 21 orang pekerja meninggal dunia dan puluhan lain mengalami luka.

smelter nikel meledak

Sumber gambar, Mohammad Faisal

Keterangan gambar, Sejumlah korban selamat dari kebakaran yang terjadi di tungku smelter PT ITSS di Morowali, Sulawesi Tengah mendapatkan perawatan medis.

Kementerian Luar Negeri China pada hari Senin (25/12) mengonfirmasi pekerja asal China tewas dalam kebakaran di pabrik peleburan nikel milik ITSS.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan kedutaan besar China di Indonesia untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan mengidentifikasi penyebab kecelakaan tersebut sesegera mungkin.

"Juga secara bersamaan memandu perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam insiden tersebut untuk menangani dan menyelesaikan masalah tersebut," ujar Mao Ning dalam konferensi pers, Senin (25/12), seperti dikutip dari kantor berita Reuters.

"China akan terus menjaga komunikasi yang erat dengan Indonesia dan melakukan upaya tindak lanjut dengan baik." lanjutnya.

Bagaimana kronologi insiden?

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Pihak kepolisian mengatakan kecelakaan kerja di PT ITSS terjadi pada pukul 05.30 WITA, tepatnya di gedung lantai dua dan tiga.

Kecelakaan itu bermula ketika tim teknis dari PT ITSS akan melakukan perbaikan terhadap salah satu tungku feronito yang ada dilantai dua.

Namun, pada saat tim teknis melakukan pembongkaran tungku, tiba-tiba terjadi ledakan disertai semburan api, yang mengakibatkan kebakaran di ITSS.

“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan bersama Danrem 132 Tadulako dan instansi terkait lainnya, sejatinya di kawasan PT IMIP Alarm system dan tanggap segeraan sudah sangat baik,” kata Kapolda Sulteng Agus Nugroho.

Polisi tengah melakukan penyelidikan.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan kerja di PT ITSS berawal dari perbaikan tungku pengelolaan nikel yang dilakukan sejumlah pekerja, yang terdiri dari tenaga kerja Indonesia dan tenaga kerja asing.

Saat dilakukan perbaikan itu, tungku meledak dan terbakar sekitar pukul 05.30 WITA sehingga mengakibatkan 59 karyawan yang bekerja di lokasi menjadi korban.

Sejumlah pekerja yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian mendegar ledakan keras. Mereka pun dimbau pihak perusahaan tidak ke sumber ledakan.

“Keras sekali ledakannya, kami dengar cuman tidak berani mendekat karena sudah ada larangan perusahaan,” aku salah satu pekerja PT ITSS yang tidak mau disebutkan namanya kepada wartawan M Taufan.

Keterangan video, Keluarga korban tewas smelter nikel Morowali: 'Itu pekerjaan pertama setelah dia lulus'

Sebelumnya, Juru Bicara PT IMIP Dedy Kurniawan sempat meralat keterangan yang menyebut beberapa tabung oksigen yang ada di sekitar area kebakaran ikut meledak.

Dalam keterangannya, Dedy mengatakan tungku smelter yang terbakar diidentifikasi dengan "No. 41", awalnya masih ditutup untuk operasi pemeliharaan.

"Saat tungku tersebut sedang tidak beroperasi dan dalam proses perbaikan, terdapat sisa slag atau terak dalam tungku yang keluar, lalu bersentuhan dengan barang-barang yang mudah terbakar di lokasi," katanya.

Dinding tungku lalu runtuh dan sisa terak besi mengalir keluar sehingga menyebabkan kebakaran. Akibatnya, kata dia, pekerja yang berada di lokasi mengalami luka-luka hingga korban jiwa.

PT IMIP

Sumber gambar, RIZA SALMAN/AFP

Keterangan gambar, Foto dari udara Kawasan PT IMIP.

"Hasil identifikasi penyebab kecelakaan ini sekaligus menegaskan bahwa tidak ada tabung oksigen yang meledak seperti diinformasikan sebelumnya," kata Dedy.

Kebakaran tungku dipadamkan pukul 09.10 WITA. Pekerja yang menjadi korban kecelakaan dibawa ke klinik 1 dan 2 PT IMIP.

Aktivitas karyawan kembali berangsur normal pascakecelakaan kerja Minggu (24/12) di pabrik ferrosilikon PT ITSS yang berada di kawasan IMIP.

Apa langkah selanjutnya?

Saat ini PT IMIP terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menginvestigasi hingga penanganan korban.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, seluruh biaya perawatan bagi korban akan ditanggung oleh manajemen PT IMIP, termasuk berupa uang santunan duka kepada keluarga korban.

"Manajemen PT IMIP telah menanggung seluruh biaya perawatan dan perawatan korban pascakecelakaan, serta santunan bagi keluarga korban. Kami juga telah menyerahkan satu jenazah korban kepada keluarga korban," tambah Dedy.

Pihak manajemen PT IMIP sendiri masih berkoordinasi untuk penanganan krisis seluruh aspek, antara lain mencakup penyiagaan keamanan dan keselamatan karyawan, klinik medis, sekuriti, dan penyediaan informasi kepada publik.

PT IMIP
Keterangan gambar, Lokasi kawasan PT IMIP yang sedang menjadi perhatian publik setelah sebuah tungku smelter terbakar dan menewaskan belasan pekerja.

Saat ini, beberapa korban yang berhasil diidentifikasi, dan atas permintaan pihak keluarga korban, jenazah mereka hari ini telah diterbangkan ke kampung halaman masing-masing.

"PT IMIP sebagai perusahaan yang menaungi kawasan lingkar industri Morowali turut berduka sedalam-dalamnya atas musibah ini, terutama keluarga para korban yang terdampak dari tragedi ini," lanjut keterangan resmi tersebut.

PT IMIP

Sumber gambar, RIZA SALMAN/AFP

Keterangan gambar, Buruh di kawasan PT IMIP.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah, Irjen Pol Agus Nugroho pihaknya sudah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan.

“Kita sudah amankan TKP. Tim terdiri dari Labfor, DVI, dan beberapa pihak terkait,” ungkapnya.

Kondisi di kawasan industri PT IMIP sudah kondusif. Polri dan TNI bergabung memberikan pengamanan.

“Untuk beberapa korban sudah dievakuasi ke rumah sakit dan beberapa berada di klinik PT ITSS, baik korban meninggal dunia maupun korban luka,” imbuhnya.

Insiden kecelakaan kerja yang berulang

Ini bukan kali pertama inisiden kecelakaan kerja terjadi di kawasan industri nikel, menurut Kepala Advokasi dan Kampanye WALHI Sulteng, Aulia Hakim.

“Kecelakaan kerja diakibatkan karena penyediaan APD atau alat keselamatan yang tidak pernah dipatuhi oleh perusahaan, ditambah paraturan jam kerja yang semena-mena, rotasi kerja yang kacau, dan juga perlatan yang dioperasikan tidak terkontrol merupakan pemicu kecelakaan itu terjadi,” ujar Aulia dalam pernyataan tertulis yang diterima BBC News Indonesia.

WALHI Sulteng mencatat pada 27 april 2023 lalu, dua pekerja dumping yang juga berada dalam kawasan PT IMIP mengalami kecelakaan kerja sehingga merenggut nyawa Arif dan Masriadi.

PT IMIP

Sumber gambar, Google Earth

Keterangan gambar, Kecelakaan kerja terjadi di lingkungan PT ITSS, salah satu tenant dari PT IMIP.

Atas insiden ini, Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mendesak pembentukan Tim Pencari Fakta oleh Kementerian Tenaga Kerja.

"Persoalan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) sudah terjadi berulang-ulang. Bahkan sampai memakan korban jiwa. Ini tidak bisa dibiarkan," kata Said Iqbal dalam keterangan tertulis yang diterima BBC News Indonesia, Minggu (24/12).

Ia juga mendorong adanya pengusutan terhadap pengusaha yang terbukti abai terhadap K3 pekerja.

Selain itu, Said Iqbal mendesak agar Pemerintah dan pengusaha memberikan santunan kepada yang meninggal dunia, termasuk biaya pemakaman hingga biaya pendidikan anak-anak korban. Begitu pun yang luka-luka, harus ditanggung biaya berobat dan santunan kecelakaan dibiayai Negara.

PT IMIP

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Ilustrasi

"Penerapan K3 harus benar-benar dipastikan berjalan dan ada sanksi berat bagi yang melanggar," tegasnya.

Selain itu, kata Said Iqbal, Partai Buruh mendesak agar UU No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja segera direvisi, karena sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman.

Dalam regulasi ini, ancaman bagi pihak yang melanggar aturan bisa dihukum seberat-beratnya tiga bulan penjara atau denda sebesar-besarnya Rp100.000.

Sehingga tidak memberikan efek jera,” katanya.

Pemerintah turunkan tim investigasi

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrai Sulawesi Tengah, Arnold Firdaus mengatakan timnya sedang melakukan investigasi di lapangan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan dirjen wasnaker (Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan direktur riksa Kemenaker-RI, dan tim mereka juga akan segera turun untuk melakukan investigasi bersama," kata Arnold dalam keterangan tertulis kepada BBC News Indonesia.

Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan PT IMIP dan menyampaikan "bahwa penanganan korban dan hak-hak mereka harus menjadi prioritas utama."

"Tim BPJS Ketenagakerjaan Cabang Morowali juga sudah berkoordinasi dengan manajemen IMIP dan rumah sakit untuk penanganan korban," lanjut Arnold.

Apa itu PT IMIP?

Berdasarkan situs resminya, PT IMIP mengelola kawasan industri berbasis nikel yang terintegrasi dengan produk utama berupa nikel, stainless steel dan carbon steel.

Dalam media milik perusahaan disebutkan Kawasan Industri IMIP mulai beroperasi 2015 silam. Presiden Joko Widodo ikut meresmikan kawasan industri yang memiliki areal sekitar 3.000 hektar.

Pada 2019, kawasan industri ini ditetapkan sebagai proyek strategis nasional (PSN) dan sebagai objek vital nasional.

Perusahan punya rencana pengembangan luasan areal ke 6.000 hektar. Per Juni 2023, jumlah tenaga kerja yang tercatat di kawasan industri ini sebanyak 72.000 orang.

Berita ini akan terus diperbarui...