'Kita bisa mengakhiri pernikahan anak dalam satu generasi’

Sumber gambar, The Obama Foundation
- Penulis, Megha Mohan, Yousef Eldin dan Emma Ailes
- Peranan, BBC 100 Perempuan
Tiga perempuan paling berpengaruh di dunia berkata pada BBC bahwa mereka ingin menuntaskan pernikahan anak dalam satu generasi.
Pengacara dan mantan ibu negara AS Michelle Obama, pengacara HAM Amal Clooney dan filantrofis Melinda French Gates mengumumkan kolaborasi yayasan mereka untuk mengatasi masalah ini tahun lalu.
Dalam perkembangan terbaru, Perserikatan Bangsa-Bangasa (PBB) memperingatkan bahwa pernikahan anak baru bisa dituntaskan dalam waktu 300 tahun.
Namun mantan ibu negara AS Michelle Obama berkata pada BBC News: “Itu adalah masalah yang bisa dituntaskan besok.”
Tiga perempuan tersebut berbicara secara eksklusif kepada BBC 100 Perempuan dalam sebuah kunjungan ke Malawi dan Afrika Selatan.

Sumber gambar, .
“Saya merasa emosional.”
Lucy berada di perpustakaan sekolah menengah Ludzi Girls di Malawi bagian tengah. Agen dinas rahasia AS berdiri di luar, di bawah pohon berdaun merah menyala di halaman sekolah.
Dia baru saja berbicara tentang pentingnya anak perempuan tetap bersekolah, dan terhindar dari nasib menikah dengan pria yang jauh lebih tua. Namun ketika menuturkan kisahnya, dia tak bisa lagi membendung perasaannya.
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Di sekitar meja, tiga tokoh kemanusiaan paling berpengaruh di dunia – Melinda French Gates, Amal Clooney dan Michelle Obama – dalam diam mendengarkan ceritanya.
Menurut LSM Girls Not Brides, Malawi adalah salah satu negara dengan tingkat pernikahan anak tertinggi di Afrika Timur dan Selatan, dengan 42% anak perempuan sudah menikah pada usia 18 tahun.
Di Distrik Mchinji, tempat sekolah Ludzi Girls berada, 33% anak perempuan dilaporkan hamil sebelum berusia 18 tahun dan terpaksa meninggalkan sekolah.
Lucy bisa jadi salah satu dari mereka.
Ayahnya menghendaki dia keluar dari sekolah ketika berusia 14 tahun, namun dia menolak. Dia kemudian menjadi remaja perempuan di desanya yang melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas.
Kini, dengan ijazah di bidang pendidikan, dia jadi kepala distrik untuk AGE Africa, organisasi yang memberikan beasiswa bagi anak-anak perempuan yang rentan di Malawi, sebuah negara dengan pendidikan menengah yang tidak gratis.
Lucy adalah salah satu siswa yang mendapat bantuan dalam program itu, dan kini dia membantu anak-anak perempuan lain seperti dirinya.

Sumber gambar, The Obama Foundation
Ibunya gembira dengan pencapaiannya, tutur Lucy, namun tidak demikian halnya dengan ayahnya.
Dia berkata bahwa ayahnya masih belum terbiasa dengan anak perempuan yang mandiri. Membagi kisah ini membuat dirinya merasa kewalahan.
Mantan ibu negara AS, Michelle Obama yang duduk di samping Lucy, buka suara.
"Maukah Anda mengirimkan pesan saya kepada ayah Anda? Lain kali Anda bertemu dengannya, katakan padanya bahwa Michelle dan Barack Obama sangat bangga padanya, dan Anda telah menjadi perempuan seperti ini."
Lucy mendongak, tersenyum. Di sebelah kanan Lucy duduk pengacara hak asasi manusia internasional, Amal Clooney.
"Dan katakan padanya Anda juga punya pengacara sekarang," tambahnya.
- BBC 100 Perempuan mendata 100 perempuan inspiratif dan berpengaruh di seluruh dunia tiap tahun - Michele Obama dan Amal Clooney ada dalam daftar tahun ini, sementara Melinda French Gates ada dalam daftar pada 2021
Setelah mengumumkan kolaborasi untuk mengatasi pernikahan anak tahun lalu, Michelle Obama, Amal Clooney dan Melinda French Gates bersama-sama mengunjungi Malawi dan Afrika Selatan untuk memperkuat kerja organisasi-organisasi akar rumput yang memiliki fokus pada isu tersebut, sekaligus bertemu dengan perempuan dan anak-anak perempuan yang terdampak.
Organisasi Michelle Obama yang berfokus pada pendidikan, Girls Opportunity Alliance, telah mengidentifikasi bahwa anak-anak perempuan di seluruh dunia terpaksa meninggalkan sekolah karena hamil atau pernikahan dini.
Amal Clooney berupaya untuk memastikan anak-anak perempuan di komunitas pedesaan sadar akan hak-hak mereka, dan banyak dari proyek-proyek yang dilakukan oleh Michelle French Gates berfokus pada peningkatan layanan kesehatan – termasuk perawatan bagi anak-anak perempuan yang mengalami komplikasi setelah melahirkan di usia muda.
Ketiganya bersemangat membela hak-hak perempuan dan anak perempuan, sehingga koalisi sepertinya merupakan hal yang tepat.
“Ini kemitraan, dan pertemanan, yang sangat organik, antara kami bertiga,“ ujar pengacara HAM internasional Amal Clooney kepada BBC 100 Perempuan.
Dalam pembicaraan awal dengan Gates Foundation, saya berkata: “Anda sedang melakukan upaya dalam hal keadilan gender dengan skala yang masif, tapi sebagian besar Anda tidak menggunakan hukum sebagai alat. Anda melihat dari sisi ekonomi, dan kesehatan. Mungkin kita bisa membentuk kemitraan?“

Sumber gambar, The Obama Foundation
Melinda French Gates, yang mendapat sorakan spontan dari para siswi Ludzi ketika dia mengatakan ini adalah kunjungannya yang kelima ke Malawi, mengatakan bahwa kerja sama adalah keputusan yang strategis, dan bahwa bidang keahlian mereka yang beririsan akan membuat mereka lebih efektif.
“Perempuan, menurut saya, secara alami bekerja secara kolektif,” katanya kepada BBC.
“Saya telah berbicara dengan sejumlah perempuan yang lebih tua dari saya yang berhasil menjadi CEO, atau CFO, di perusahaan mereka. Dan ada beberapa penyesalan karena mereka tidak melakukannya bersama perempuan lain.
"Mereka tidak mengangkat perempuan lain dan berada bersama mereka. Generasi tempat kami menjadi bagiannya - Michelle dan saya pada dasarnya seumuran - kami ingin mengangkat semua orang untuk bergabung dengan kami."
12 juta anak perempuan menikah tiap tahun
Menurut Unicef, 650 juta anak perempuan dan perempuan yang hidup hari ini menikah ketika berusia di bawah 18 tahun.
Adapun, lebih dari12 juta anak perempuan menikah secara legal dalam upacara tradisional tiap tahun di seluruh dunia.
Asia selatan dan Afrika Sub-Sahara adalah kawasan dengan angka pernikahan anak tertinggi secara global. Akan tetapi ini bukan masalah yang hanya dihadapi negara-negara di dunia bagian selatan.
Lima negara bagian di AS tidak memiliki batas minimal usia anak perempuan untuk menikah sepanjang mendapat persetujuan dari orang tua mereka.
Beberapa negara, seperti Malawi, punya hukum progresif yang melarang pernikahan terhadap perempuan berusia di bawah 18 tahun, kendati itu bertentangan dangan tradisi mereka.
Baca juga:
Pada Senin, menyusul kunjungan dari tiga perempuan berpengaruh tersebut, Presiden Malawi Lazarus Chakrewa mengumumkan pendanaan untuk strategi nasional mengakhiri pernikahan anak.
Hingga kini, hanya ada sedikit proses hukum.
Clooney berpendapat bahwa penjangkauan adalah sebuah solusi.
Program Waging Justice for Women yang dia inisiasi mendanai Asosiasi Pengacara Perempuan Malawi, yang mendorong agar para spesialis melakukan perjalanan ke komunitas pedesaan untuk mencari perempuan yang membutuhkan bantuan.
Lebih dari 85% penduduk Malawi tinggal di pedesaan, yang terletak di hamparan tanah yang dipimpin oleh kepala suku, tinggal di gubuk di bawah pohon baobab, bermil-mil jauhnya dari jalan raya dan listrik.
“Kami membentuk jaringan klinik bantuan hukum keliling, yang secara harfiah berarti ada sebuah mobil van yang membawa pengacara, dan kami mengunjungi komunitas dan berkata pada anak-anak perempuan, ‘Ini adalah hak Anda.
"Jika Anda memerlukan pengacara – secara gratis – untuk melindungi Anda, kami ada di sini."
“Kami memperjuangkan keadilan, dan kami mengatakan ‘memperjuangkan’ karena Anda tidak dapat berasumsi hal itu akan terjadi,” kata Clooney.
“Anda harus membentuk aliansi dan melawan ketidakadilan dengan tekad yang diperlukan untuk memenangkan perang.

Sumber gambar, Neil Rasmus
BBC mengunjungi sebuah klinik hukum di bawah tenda darurat di sebuah desa di distrik Mchinji – klinik tersebut dikunjungi lebih dari 1.000 orang, kebanyakan perempuan.
Beberapa di antaranya adalah remaja hamil, menanyakan apa yang bisa mereka lakukan agar tetap bersekolah setelah melahirkan.
“Saya melihat diri saya dalam diri anak-anak perempuan yang kami perjuangkan [haknya],” kata Obama kepada BBC 100 Perempuan.
“Saya melihat putri-putri saya dalam diri anak-anak perempuan tersebut.”
Baca juga:
Akan tetapi, ada kekhawatiran bahwa masalah ini tidak menemukan solusi, setidaknya dalam jangka pendek.
Dalam sebuah laporan yang diterbitkan awal tahun, Unicef menyebut pernikahan anak kini mengambil porsi 19% dari total jumlah pernikahan, turun dari 23% sepuluh tahun lalu.
Namun badan PBB yang mengurusi anak-anak tersebut menegaskan butuh waktu 300 tahun untuk mengakhiri pernikahan anak.
“Ini adalah isu yang mendesak,“ kata Obama.
“Kita tidak bisa tidak mengabaikan hal ini dan berasumsi bahwa kita bisa mencapai kemajuan dalam hal-hal besar lainnya yang sedang kita coba atasi – kemiskinan, perubahan iklim, perang, dan sebagainya – kecuali kita bisa melakukan hal yang benar terhadap 50% dari populasi kita.
“Ini adalah isu yang bisa dituntaskan besok. Jika semua pemimpin dunia bersama-sama dan menjadikannya prioritas, tak akan perlu waktu sampai 300 tahun. Ini bisa terjadi dalam jangka waktu kurang dari satu generasi.”
Michelle Obama, Amal Clooney dan Melinda French Gates memilih untuk mengunjungi Malawi karena program yayasan mereka masing-masing sudah ada di negara tersebut.
Bentuk kolaborasi jangka panjang mereka masih belum diketahui, namun untuk saat ini para perempuan tersebut mengatakan bahwa mereka fokus pada organisasi dalam negeri yang telah bekerja sama dengan masyarakat selama bertahun-tahun.
“Organisasi internasional berskala besar yang seharusnya menangani hal ini, seperti Dewan Keamanan PBB, dan pemerintah yang kuat, tidak memberikan hasil,” kata Clooney.
"Jadi menurut saya filantropi dan individu harus memainkan peran yang lebih besar."

BBC 100 Perempuan mendata 100 perempuan inspiratif dan berpengaruh di seluruh dunia tiap tahunnya. Ikuti BBC 100 Perempuan di Instagram dan Facebook. Bergabunglah dalam percakapan dengan menggunakan tagar #BBC100Women.









