WHO tetapkan cacar monyet darurat kesehatan global, satu kasus terkonfirmasi ditemukan di Indonesia

Seorang satpam berjaga di depan ruang isolasi pasien cacar monyet di sebuah rumah sakit pemerintah India di Hyderabad, 25 Juli 2022.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Seorang satpam berjaga di depan ruang isolasi pasien cacar monyet di sebuah rumah sakit pemerintah India di Hyderabad, 25 Juli 2022.

Kementerian Kesehatan mengumumkan satu pasien cacar monyet atau monkeypox di Indonesia. Kasus tersebut ditemukan di wilayah DKI Jakarta.

"Pasien ada yang satu terkonfirmasi dari DKI Jakarta, seorang lelaki 27 tahun," kata Muhammad Syahril selaku juru bicara Kemenkes dalam konferensi pers video, Sabtu (20/8).

Syahril juga menyebut, pasien yang terkonfirmasi cacar monyet sudah muncul bercak cacar di tubuhnya.

 "Ada cacarnya muka, telapak tangan, kaki dan sebagian alat genitalia (atau organ seksual)," ucap dia.

Baca juga:

Pemerintah Indonesia merespons langkah WHO yang menetapkan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global dengan meningkatkan kewaspadaan di pintu-pintu masuk negara dan fasilitas kesehatan.

Pemerintah telah menyiapkan dua laboratorium untuk mendeteksi dini cacar monyet, yaitu Lab Pusat Studi Satwa Primata LPPM IPB Bogor, dan Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Sri Oemiyati, BKPK, Jakarta.

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI, dr Mohammad Syahril, mengatakan WHO akan membantu proses deteksi dini dengan mengirimkan reagen dan bahan-bahan lainnya.

"Kalau tidak salah sekitar 500 reagen. Tapi kita juga sudah punya itu," ujarnya kepada BBC News Indonesia.

Darurat kesehatan global adalah status tertinggi yang bisa dirilis WHO menyusul kenaikan kasus di dunia.

Pada hari Sabtu (23/07), Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan saat ini terdapat lebih dari 16.000 kasus yang dilaporkan oleh 75 negara.

Sejauh ini, terdapat lima kematian akibat wabah tersebut.

India mulai waspada, deteksi empat kasus cacar monyet

paramedis

Sumber gambar, Getty Images

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Di India, pemerintah meminta negara-negara bagian untuk melakukan "surveilans ketat" untuk virus cacar monyet. Pemerintah juga menerbitkan pedoman pencegahan penyakit tersebut.

Langkah itu dilakukan menyusul penemuan kasus keempat cacar monyet pada seorang pria di ibu kota, Delhi, yang belum pernah melakukan perjalanan ke luar negeri.

Kementerian Kesehatan federal meminta pemerintah negara bagian Delhi untuk melacak kontak pria berumur 34 tahun itu, lansir media lokal.

Kepala menteri Delhi, Arvind Kejriwal, mengatakan pasien di kota itu dalam keadaan stabil dan mulai pulih dari infeksi.

"Tidak perlu panik," imbuhnya.

Pria tersebut pergi ke negara bagian Himachal Pradesh sebelum ia jatuh sakit — tim surveilans sedang mengecek apakah ia terinfeksi di sana, atau dari kawannya, lansir surat kabar The Indian Express.

Tiga kasus pertama di India dilaporkan dari negara bagian Kerala di selatan - semuanya baru-baru ini datang ke negara bagian tersebut dari negara-negara di wilayah Teluk.

Sementara itu Thailand meningkatkan kewaspadaannya pada level nasional, menyusul deklarasi WHO.

Pada tanggal 19 Juli, hasil uji laboratorium mengonfirmasi bahwa seorang pria asal Nigeria yang dirawat di sebuah rumah sakit di Phuket terinfeksi cacar monyet. Ia kemudian melarikan diri ke Kamboja dan ditangkap di sana pada hari Sabtu (23/07), lansir surat kabar The Nation.

Mengapa darurat kesehatan global ditetapkan?

Seseorang yang terjangkit cacar monyet akan mengalami ruam. Ruam dimulai pada wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya, paling sering pada telapak tangan dan telapak kaki.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Seseorang yang terjangkit cacar monyet akan mengalami ruam. Ruam dimulai pada wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya, paling sering pada telapak tangan dan telapak kaki.

Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan wabah cacar monyet telah menyebar dengan sangat cepat dan dia memutuskan bahwa hal ini menjadi kekhawatiran dunia.

Penetapan darurat kesehatan global, menurut Dr Tedros, akan membantu percepatan pengembangan vaksin serta berbagai penerapan langkah guna membatasi penyebaran virus.

WHO juga merilis sejumlah rekomendasi yang diharapkan dapat mendorong negara-negara untuk menghentikan penyebaran virus serta melindungi kalangan paling rentan.

“Ini adalah wabah yang bisa dihentikan dengan strategi-strategi tepat dalam kelompok-kelompok yang tepat,” ujar Dr Tedros.

Mengapa cacar monyet bisa menular dengan cepat?

Terlalu sedikit yang diketahui mengenai cara virus cacar monyet bisa menyebar dengan cepat, kata Dr Tedros.

“Penilaian WHO adalah risiko cacar monyet tergolong moderat secara global dan di semua kawasan, kecuali di kawasan Eropa. Kami menilai risiko [di wilayah itu] tinggi,” jelasnya.

Ada pula risiko cacar monyet bisa mewabah ke berbagai belahan dunia, namun risiko penyebaran melalui pergerakan internasional tetap rendah saat ini, tambahnya.

Baca juga:

Menurut Dr Tedros, kasus-kasus cacar monyet saat ini terkonsentrasi pada pria yang berhubungan dengan sesama jenis, khususnya mereka yang berhubungan seks dengan banyak orang. Karena itu, negara-negara perlu melakukan serangkaian langkah yang melindungi kesehatan mereka serta hak asasi dan martabat.

“Stigma dan diskriminasi bisa sama berbahayanya dengan virus apapun,“ tegasnya.

Para pejabat kesehatan sudah merekomendasikan agar kalangan yang berisiko tinggi terpapar cacar monyet—termasuk gay dan pria biseksual, serta sejumlah tenaga kesehatan—mendapat vaksin. 

Apa itu cacar monyet?

Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus cacar monyet, anggota genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae, berdasarkan keterangan WHO.

Cacar monyet adalah penyakit zoonosis (dapat ditularkan hewan ke manusia) yang terjadi terutama di daerah hutan hujan tropis Afrika tengah dan wilayah barat, serta kadang-kadang dibawa ke daerah lain.

Ada dua jenis virus utama, yang berasal dari Afrika barat dan Afrika tengah.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, mengatakan cacar monyet bisa menular dari hewan ke hewan dan dari hewan ke manusia.

Penularan dari hewan ke manusia melalui cairan tubuh terutama bagian tubuh yang ada cacar seperti di sekitar muka atau tubuh hewan. Selain itu juga penularan ke manusia bisa melalui daging hewan tersebut yang tidak dimasak secara matang.

Sedangkan penularan dari manusia ke manusia bisa melalui udara, cairan tubuh atau cacar yang ada di muka, mulut, tangan maupun di badan. Kalau kontak langsung juga ada melalui saluran napas atau terjadi droplet.

Cacar monyet yang bisa membuat kulit ruam dan melepuh.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Penularan cacar monyet dari hewan ke manusia melalui cairan tubuh terutama bagian tubuh yang ada cacar seperti di sekitar muka atau tubuh hewan, kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril.

Apa gejala terinfeksi cacar monyet?

Gejala awal jika terinfeksi cacar monyet adalah demam, sakit kepala, pembengkakan anggota tubuh, sakit punggung, nyeri otot, dan kelesuan.

Setelah demam mencapai puncak dan mereda, ruam atau bintul merah pada kulit muncul dan berkembang.

Seringkali, ruam dimulai pada wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya, paling sering pada telapak tangan dan telapak kaki.

Ruam, yang bisa terasa sangat gatal, kemudian mengering dan membentuk keropeng, yang kemudian terkelupas. Setelah itu, di tempat bekas ruam muncul bekas luka.

Infeksi biasanya hilang dengan sendirinya dan berlangsung antara 14 dan 21 hari.