Kisah ibu rumah tangga ungkap dugaan kasus pidana di balik runtuhnya bangunan saat gempa besar di Turki

Nurgül Göksu in her living room in the outskirts of Istambul, Turkey
Keterangan gambar, Nurgül Göksu, ibu rumah tangga yang beralih menjadi pakar pencari kebenaran.
    • Penulis, Esra Yalçınalp di Istanbul dan Osman Kaytazoglu di London
    • Peranan, BBC Turki

Tanggal 6 Februari menandai satu tahun sejak gempa bumi dahsyat melanda Turki selatan—peristiwa yang menewaskan lebih dari 50.000 orang. Kini muncul sejumlah fakta bahwa banyak nyawa sebenarnya bisa diselamatkan jika semua peraturan bangunan dipatuhi.

Seorang ibu rumah tangga menjalankan misi untuk mencari tahu apa yang menyebabkan bangunan tempat tinggal orang-orang yang dicintainya runtuh.

Sebelum Februari 2023, Nurgül Göksu mengaku menghabiskan hari-harinya sebagai seorang ibu rumah tangga biasa. Dia gemar memasak. Salah satu resep favoritnya adalah hidangan tradisional berupa bakso yang dalam bahasa Turki disebut içli köfte.

Nurgül tinggal di pinggiran Istanbul. Putranya yang berusia 31 tahun, Ahmet Can Zabun, telah menikah dan memiliki seorang bayi dan tinggal di tenggara Turki.

Ahmet Can bukan satu-satunya anak Nurgül. Namun dia adalah putra sulung yang lahir saat Nurgül masih berusia remaja. Jadi, hubungan keduanya sangatlah istimewa.

Nurgül menyekolahkan Ahmet Can hingga ke universitas. Dia bangga dengan apa yang capai putranya itu. Nurgül pernah menjejaki pendidikan tinggi sehingga harus menyelesaikan sekolah melalui gelar eksternal.

Nurgül Göksu shows pictures of the building where her son and his family lived
Keterangan gambar, Nurgül Göksu memutuskan untuk menyelidiki mengapa bangunan putranya runtuh di saat bangunan yang lain tidak hancur akibat gempa.

Pada tanggal 6 Februari 2023, kehidupan Nurgül berubah drastis dipenuhi kepedihan. Kota Kahramanmaras tempat tinggal Ahmet Can menjadi pusat gempa bumi dahsyat.

Setidaknya 7.000 bangunan di kota itu runtuh ketika gempa terjadi, termasuk tempat tinggal milik Ahmet Can.

Nurgül bergegas ke Kahramanmaras untuk mencari putranya, menantu dan cucunya. Dia menyebut mereka sebagai "tiga anaknya".

Bangunan Ezgi runtuh
Keterangan gambar, Setidaknya 7.000 bangunan di kota Kahramanmaras runtuh saat gempa melanda, termasuk bangunan tempat tinggal Ahmet Can.

Gedung Ezgi

Meski banyak bangunan di Kahramanmaras hancur akibat gempa, kawasan tempat tinggal putra Nurgül tampaknya tidak terkena dampak yang terlalu parah.

Ahmet Can as a child
Keterangan gambar, Ahmet Bisa dipotret saat masih kanak-kanak.

Bangunan tempat tinggalnya, setinggi sepuluh lantai dan dikenal sebagai Gedung Ezgi, adalah satu dari sedikit bangunan yang rata dengan tanah. Bangunan lain di sekitarnya hampir tidak mengalami kerusakan.

Fenomena serupa juga terjadi di daerah lain yang terkena dampak gempa. Ini memicu banyak orang di Turki bertanya mengapa beberapa bangunan runtuh sementara yang lainnya tidak—meskipun berbagai bangunan itu terletak bersebelahan dan memiliki tinggi, usia, dan gaya konstruksi yang sama.

Baca juga:

Pada waktu itu Nurgül memilih menunggu, saat tim penyelamat menelusuri reruntuhan Gedung Ezgi.

Delapan hari kemudian, jenazah Ahmet Can, istrinya Nesibe dan bayi perempuan mereka Asude, cucu Nurgül, ditemukan.

Ahmet Can dan Nesibe berprofesi sebagai pengacara. Asude baru berusia enam bulan.

“Kehilangan bukan hanya satu tapi tiga anak sungguh berat,” kata Nurgül.

Ahmet Can, istrinya, dan bayi mereka
Keterangan gambar, Ahmet Can, istrinya Nesibe dan bayi perempuan mereka Asude tewas dalam gempa Februari 2023.

Nurgül sering membagikan foto keluarga di akun media sosial yang dia buat setelah bencana.

"Saya tidak ingin mereka mati sia-sia dan saya melupakan mereka begitu saja,” kata Nurgül.

Total terdapat 35 orang tewas akibat kerutuhan Gedung Ezgi. Hanya dua penghuni yang selamat.

Potret reruntuhan Gedung Ezgi.
Keterangan gambar, Potret reruntuhan Gedung Ezgi.

Menjadi pencari kebenaran

Nurgül memutuskan untuk mencari tahu mengapa bangunan putranya runtuh sementara yang lain tidak. Tapi dia membutuhkan bukti dan pengetahuan ahli.

Nurgül berbicara dengan insinyur sipil dan pakar konstruksi setempat. Dia belajar cara menemukan foto "sebelum" dan "sesudah" secara online. Dia mulai memahami peraturan bangunan dan proses yang diperlukan pemerintah menyetujui perubahan yang diajukan pihak pengembang.

Juni lalu dia melihat video yang diproduksi BBC Turki, tentang runtuhnya sebuah bangunan di kota Izmir akibat gempa bumi pada tahun 2020.

Nurgül mengirim pesan kepada kami di media sosial meminta bantuan menganalisis runtuhnya Gedung Ezgi.

Kami berhubungan dengannya selama berbulan-bulan. Pada saat yang sama dia terus menyelidiki apakah perubahan Gedung Ezgi sudah sesuai regulasi.

Kami memasukkan temuannya ke dalam serangkaian grafik untuk mengilustrasikan apa yang telah terjadi.

Graphics of building analysis
Keterangan gambar, Grafik ini menunjukkan bagaimana kipas dapur dipotong menjadi dinding penyangga: buktinya ditemukan di antara puing-puing.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

“Saya berusaha mencari bukti sebanyak mungkin di tempat saya kehilangan anak saya. Seharusnya itu bukan tanggung jawab saya,” kata Nurgül.

“Tetapi tampaknya jika saya tidak melakukannya, kami tidak akan menemukan apa pun.”

Nurgül mengetahui bahwa di banyak daerah yang dilanda gempa, penyelidikan soal pelanggaran peraturan bangunan ditutup karena pemerintah tidak menemukan cukup bukti. Dia tidak ingin hal ini terjadi kasus anaknya.

Nurgül tampil dalam banyak wawancara televisi untuk mempublikasikan kasusnya.

Nurgül tidak mengetahui apapun tentang media sosial sebelum bencana ini. Namun dia membuka akun Instagram untuk kasus Gedung Ezgi. Dari akun itu dia mencoba mengumpulkan informasi dari keluarga korban meninggal lainnya dan para ahli bangunan.

Nurgül berpendapat, jaksa dapat mengumpulkan bukti tentang bagaimana gedung itu dibangun dari catatan publik. Namun, dia ingin memastikan semua pihak yang bertanggung jawab atas runtuhnya gedung tersebut diadili. Itulah alasan Nurgül fokus mengumpulkan bukti bagaimana restorasi dan perubahan pada bangunan tersebut dilakukan.

Kejaksaan setempat lantas membuka penyelidikan dan menugaskan laporan ahli atas runtuhnya Gedung Ezgi yang selesai pada Juli 2023. Bukti Nurgül menjadi kontribusi penting.

Apa isi laporan yang disusun Nurgül?

Laporan yang disusun Nurgül menemukan bahwa banyak perubahan pada Gedung Ezgi dilakukan dengan melanggar peraturan. Beyza Taşkın, profesor teknik sipil di Universitas Teknik Istanbul, mengatakan kepada BBC bahwa bangunan di sekitarnya yang tetap utuh menunjukkan adanya masalah struktural besar pada Gedung Ezgi.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa elemen pendukung utama tidak pernah dibangun dengan benar atau kemudian diubah.

Analisis laboratorium resmi juga menunjukkan bahwa beberapa bahan dan proses konstruksi tidak memenuhi standar yang disetujui.

Baca juga:

Ezgi Building after collapsing
Keterangan gambar, Foto udara yang menunjukkan reruntuhan Gedung Ezgi.

Kafe di lantai dasar

Sejak runtuhnya gedung Ezgi, muncul pertanyaan tentang renovasi kafe di lantai dasar sebelumnya.

Renovasi tersebut menggabungkan tiga unit terpisah di lantai dasar menjadi satu area besar.

Lift layanan juga dipasang dengan menghilangkan sebagian lantai dan beberapa lubang besar untuk ventilasi dipotong dari dinding tirai.

Perubahan lainnya adalah penghapusan atau penggantian dinding penahan beban, yang tadinya termasuk dalam desain asli bangunan tetapi kemudian menghilang.

Pada tahun 2021, warga Ezgi menandatangani petisi kepada pemerintah setempat. Mereka meminta dilakukan pemeriksaan karena khawatir renovasi tersebut mengganggu kesehatan struktur bangunan mereka.

Pemerintah lokal menanggapi kekhawatiran itu dengan menyatakan bahwa "tidak ditemukan penyimpangan" dari proyek arsitektur asli.

Nurgül kini bertanya-tanya mengapa permintaan warga diabaikan dan apakah pihak berwenang "bahkan melihat ke gedung tersebut ketika mereka menulis tanggapan tersebut.

Berdasarkan laporan terbaru ini, kejaksaan membuka kasus pidana. Perancang interior kafe di lantai dasar dan insinyur yang bertanggung jawab atas pembangunan awal gedung tersebut ditangkap pada September 2023. Kini mereka sedang menunggu persidangan.

Surat perintah penangkapan untuk kontraktor bangunan juga dikeluarkan, tetapi kemungkinan besar tidak dilaksanakan karena usianya yang sudah lanjut.

Pengacara sang kontraktor menepis tuduhan bahwa kliennya bertanggung jawab atas keruntuhan tersebut. Dia menyalahkan perubahan yang dilakukan setelah proses konstruksi. Pengacara itu belum menanggapi permintaan kami untuk memberikan komentar lebih lanjut.

Kejaksaan juga mengeluarkan perintah penangkapan terhadap pemilik kafe. Kini dia masuk daftar pencarian orang. September lalu, pemilik kafe itu, melalui media sosial, menyangkal bahwa mereka bertanggung jawab atas pelanggaran peraturan bangunan dalam renovasi lantai dasar.

Adapun pemerintah lokal masih akan mengikuti pemeriksaan di kejaksaan.

Kami telah meminta Kementerian Dalam Negeri Turki untuk memberikan komentar. Namun mereka belum memberikan jawaban.

An aerial view of the area where the Ezgi Building was located
Keterangan gambar, Sebuah reka ulang konstruksi Gedung Ezgi di sebelah kanan, di antara bangunan lainnya, yang tidak tersentuh gempa.

Preseden Gedung Ezgi

Penangkapan dan tuntutan pidana tidak hanya muncul dalam kasus Gedung Ezgi. Puluhan kasus terkait dengan kerusakan konstruksi dan perubahan bangunan ilegal telah dibuka di sejumlah wilayah yang terkena gempa dashyat Februari 2023.

Pada bulan Juli tahun lalu, Kementerian Kehakiman Turki mengatakan lebih dari 350 orang telah ditangkap dalam kasus serupa.

Saat menangani kasusnya sendiri, Nurgül juga membantu orang lain, berbagi pengetahuannya tentang peraturan bangunan dan teknik sipil, serta keterampilan OSINT yang dimilikinya.

Nurgül bertekad menemukan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas keruntuhan tersebut untuk memastikan tidak ada orang yang tergoda untuk mengabaikan atau melanggar peraturan bangunan di masa depan.

“Mungkin demi para korban Gedung Ezgi, hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi di masa depan. Saya akan berjuang untuk memberi preseden,” ujarnya.