Pesawat pengangkut bantuan korban gempa bertabrakan dengan pesawat Japan Airlines, lima orang tewas

pesawat japan airlines

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Seluruh 379 penumpang pesawat dan awak pesawat Japan Airlines berhasil diselamatkan dalam proses evakuasi.

Pesawat maskapai Japan Airlines dengan nomor penerbangan 516 bertabrakan dengan dengan pesawat penjaga pantai pengangkut bantuan korban gempa di Bandara Haneda, Tokyo pada Selasa (02/01) sekitar pukul 17:40 waktu setempat.

Seluruh 379 penumpang pesawat dan awak pesawat Japan Airlines berhasil diselamatkan dalam proses evakuasi.

Para penumpang terlihat meninggalkan pesawat yang dilalap kobaran api dengan menggunakan seluncur darurat.

Akan tetapi, lima dari enam awak pesawat penjaga pantai meninggal dunia. Menteri perhubungan Jepang mengonfirmasi tewasnya kelima orang itu seperti dikutip kantor berita AFP.

Kantor berita NHK menyebut kapten pesawat berhasil menyelamatkan diri tetapi menderita luka-luka yang amat parah.

pesawat japan airlines

Sumber gambar, Reuters

Media setempat melaporkan bahwa pesawat penjaga pantai itu bertabrakan dengan pesawat Japan Airlines saat hendak menuju Bandara Niigata untuk mengantar bantuan bagi para warga yang terkena dampak gempa.

Baca juga:

Akibat insiden ini Bandara Haneda ditutup, pada Selasa (02/01). Namun, Menteri Perhubungan Jepang, Tetsuo Saito, mengatakan dirinya berharap landasan-landasaran terbang Bandara Haneda bisa kembali dibuka "keesokan hari, atau bahkan hari ini."

Pakar penerbangan puji upaya penyelamatan

Pesawat Japan Airlines 516 sebelumnya terbang dari Bandara New Chitose, yang dekat dengan Kota Sapporo, di Pulau Hokkaido pada pukul 16:00 waktu setempat. Sapporo berjarak sekitar 832 km dari Tokyo.

Menurut Flightradar, pesawat Japan Airlines 516 mendarat di Bandara Haneda pada pukul 17:47 waktu setempat.

pesawat japan airlines

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Para petugas pemadam kebakaran mampu meredakan kobaran api yang melalap pesawat Japan Airlines di Bandara Haneda, Tokyo.

Prof. Graham Braithwaite, direktur sistem transportasi dari Universitas Cranfield di Inggris, memuji upaya penyelamatan para kru kabin dan pilot maskapai Japan Airlines.

“Jepang memiliki rekor yang fenomenal mengenai keselamatan transportasi,” ujarnya kepada BBC, dengan menambahkan bahwa Japan Airlines adalah “pemimpin dunia” soal urusan keselamatan.

“Evakuasi berjalan sukses dan ini adalah pengingat tentang bagaimana terlatihnya kru kabin.”

“Fokus mereka adalah keselamatan. Mereka adalah orang terakhir yang keluar dari pesawat dan kelihatannya saja mereka telah melakukan pekerjaan yang luar biasa.”

Investigasi

Otoritas penjaga pantai Jepang mengatakan tengah menginvestigasi bagaimana pesawat mereka bisa bertabrakan dengan pesawat Japan Airlines.

Prof. Alessio Patalano dari King’s College yang berbasis di London mengatakan kepada BBC bahwa dirinya menduga bahwa otoritas bandara di Bandara Haneda memasukkan slot-slot penerbangan yang merespons situasi darurat gempa di antara penerbangan-penerbangan komersil - alih-alih memprioritaskannya.

“Haneda menderita masalah yang sama dengan masalah sebagian besar landasan pacu Jepang,” ujar Patalano.

“Penerbangan perespons pertama dan militer hanya mendapat prioritas di keadaan-keadaan yang ekstrem. Di luar itu, mereka harus berbagi dengan penerbangan sipil," ujarnya.