Lubang hitam raksasa yang bersinar 500 triliun lebih terang dari Matahari

Lubang hitam

Sumber gambar, ESO

    • Penulis, Jonathan Amos
    • Peranan, Koresponden sains BBC

Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan lubang hitam yang bersinar 500 triliun kali lebih terang dibanding Matahari, menjadikannya sebagai objek paling terang yang ditemukan di alam semesta sejauh ini.

Ini adalah quasar – inti terang dari sebuah galaksi yang ditenagai oleh lubang hitam raksasa yang berukuran sekitar 17 miliar kali massa Matahari yang kita miliki di galaksi Bima Sakti.

Dikenal sebagai J0529-4351, keberadaan objek itu dikonfirmasi dalam pengamatan Very Large Telescope (VLT) di Cile.

Sejumlah ilmuwan, yang menulis dalam jurnal Nature Astronomy mengatakan lubang hitam tersebut memiliki nafsu sangat besar dan mengonsumsi massa yang setara satu Matahari setiap hari.

Apa itu quasar J0529-4351?

J0529-4351 telah terdata bertahun-tahun lalu, namun kekuatan dari lubang hitam ini baru diketahui baru-baru ini.

“Objek tersebut telah terlihat di mata kita selama bertahun-tahun karena bersinar terang, mungkin bahkan sejak sebelum manusia ada," kata Christian Wolf dari Australian National University (ANU) kepada BBC.

"Namun kami sekarang telah mengenalinya, bukan sebagai salah satu dari banyak bintang di [galaksi] Bumi Sakti kita, tapi objek yang sangat jauh,” ujarnya kemudian.

Istilah quasar digunakan oleh para astronom untuk menggambarkan jenis inti galaksi aktif tertentu. Ini adalah inti galaksi yang sangat energik dan ditenagai oleh lubang hitam raksasa yang menarik materi ke arah dirinya dengan kecepatan luar biasa.

Saat materi ini berakselerasi di sekitar lubang, materi tersebut terkoyak dan memancarkan cahaya dalam jumlah besar sehingga bahkan objek sejauh J0529-4351 masih dapat terlihat oleh kita.

J0529-4351

Sumber gambar, Cristy Roberts/ANU, CC BY-NC

Keterangan gambar, J0529-4351 berukuran sekitar 17 miliar kali massa Matahari

Lebih terang 500 triliun kali dibanding Matahari

Para ilmuwan yang terlibat dalam penelitian mengatakan energi yang dipancarkan membuat quasar ini 500 triliun kali lebih terang dibandingkan Matahari.

Semua cahaya itu berasal dari piringan akresi panas yang berdiameter tujuh tahun cahaya. Itu kira-kira 15.000 kali jarak Matahari ke orbit Neptunus.

Untuk berkembang pesat, lubang hitam menarik bintang dan awan gas keluar dari orbit stabil dan menariknya ke dalam cincin material yang mengorbit yang disebut cakram akresi.

Lubang hitam

Sumber gambar, ESO

Keterangan gambar, Emisi quasar ini memerlukan waktu 12 miliar tahun untuk mencapai detektor di VLT yang berlokasi di Cile.

Sesampainya di sana, hanya sedikit materi yang lolos. Cakram ini menyimpan materi yang akan segera dimakan oleh lubang hitam.

Cakram memanas karena gesekan yang dilakukan bahan yang dikandungnya satu sama lain.

Jika material terakumulasi dalam jumlah yang cukup, pancaran panas menjadi begitu terang hingga melampaui ribuan galaksi dan memungkinkan kita yang berada dari Bumi dan berjarak lebih dari 12 miliar tahun cahaya jauhnya melihat lubang hitam itu sedang mencari makan.

VLT

Sumber gambar, ESO

Keterangan gambar, Emisi quasar ini memerlukan waktu 12 miliar tahun untuk mencapai detektor di VLT yang berlokasi di Cile.

Cakram akresi, zona terlarang bagi penjelajah luar angkasa

Cakram akresi merupakan pintu gerbang menuju lokasi tak bertuan, tempat di mana semua tak bisa kembali.

Itu seperti sel badai raksasa, yang awannya bersinar pada suhu mencapai beberapa puluh ribu derajat Celsius.

Awan bergerak semakin cepat saat kita mendekati lubang, dan kecepatannya bisa mencapai 100.000 kilometer per detik.

Piringan di sekitar J0529-4351 berukuran tujuh tahun cahaya. Ini setara dengan satu setengah kali jarak antara Matahari dan tetangga terdekatnya, Alpha Centauri.

J0529-4351

Sumber gambar, Dark Energy Camera Legacy Survey DR10 / Nature Astronomy, CC BY-SA

Keterangan gambar, Piringan di sekitar J0529-4351 berukuran tujuh tahun cahaya.

Lubang hitam supermasif

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Semua galaksi tampaknya memiliki objek supermasif di intinya, yang mungkin berarti objek-objek tersebut merupakan bagian intrinsik dari evolusi galaksi-galaksi tersebut.

“Dalam bahasa sederhana, ini berarti tanpa lubang hitam ini, galaksi kita yang kita kenal tidak akan seperti sekarang ini,” kata mahasiswa PhD ANU, Samuel Lai, yang juga menulis di jurnal tersebut, kepada BBC News.

“Faktanya, semua galaksi akan sangat berbeda tanpa lubang hitam supermasifnya. Mungkin semua galaksi terbentuk di sekitar lubang hitam supermasif ini," lanjut Lai.

Para astronom telah menemukan sekitar satu juta lubang hitam supermasif yang tumbuh cepat di seluruh alam semesta, yang ditemukan di pusat galaksi dan berukuran jutaan atau miliaran kali matahari.

Teka-tekinya adalah bagaimana beberapa lubang hitam menjadi begitu besar pada awal alam semesta.

Hal ini mengarahkan para ilmuwan untuk mempertimbangkan skenario di mana objek-objek tersebut tumbuh langsung dari gas yang ada tepat setelah Big Bang, bahkan mungkin sebelum bintang-bintang pertama terbentuk.