Siapa di balik serangan drone ke Kremlin?

Wilayah udara Kremlin seharusnya dijaga ketat

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Wilayah udara Kremlin seharusnya dijaga ketat
    • Penulis, Steve Rosenberg
    • Peranan, Editor BBC Rusia di Moskow

Kebanyakan orang mungkin telah melihat gambar dramatis yang berasal dari Rusia pekan lalu.

Sebuah benda terlihat melayang ke arah kubah Gedung Senat Kremlin. Lalu ada ledakan. Asap berwarna hitam mengepul dari ledakan itu.

Kemudian, muncul ledakan lain: yakni rumor dan spekulasi terhadap apa yang sebenarnya terjadi.

Serangan drone? Sepertinya. Oleh siapa? Ukraina? Partisan dari Rusia? Atau apakah ini ulah orang dalam? Ataukah ini operasi kambing hitam yang digunakan untuk menyalahkan pihak lain?

Banyak fakta yang masih kurang jelas tentang apa yang terjadi, tetapi inilah beberapa pemikiran saya:

Penjelasan mengenai kejadian itu, versi pemerintah Rusia, mengatakan bahwa itu merupakan serangan drone dari Ukraina (ada dua buah drone) yang menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sebuah upaya pembunuhan berencana terhadap Presiden Rusia? Sepertinya sukar dipercaya.

Memang benar, Presiden Putin memiliki apartemen pribadi di Gedung Kremlin, tetapi tempat tinggal utama Putin jaraknya sekitar 32 kilometer dari daerah itu.

Bahkan, stasiun televisi Rusia terlihat kurang yakin dengan penjelasan versi pemerintah pada siaran Rabu sore.

Salah seorang analis di program berita harian Channel 1 bertajuk Vremya mengatakan:

"Tipe kekuatan ledakan yang bisa ditimbulkan oleh drone semacam ini tidak bisa membuat kerusakan hebat. Serangan ini jelas-jelas hanya untuk pertunjukkan semata."

Mathias Rust hanya berusia 19 tahun ketika ia terbang sendirian menempuh jarak 750 kilometer dan mendarat di halaman depan Kremlin

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Mathias Rust hanya berusia 19 tahun ketika ia terbang sendirian menempuh jarak 750 kilometer dan mendarat di halaman depan Kremlin
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Sementara itu, pihak pemerintah Ukraina telah membantah tudingan bahwa mereka mencoba membunuh Presiden Putin.

"Kami tidak menyerang Putin atau Moskow," kata Presiden Ukraina Volodymr Zelensky pekan ini. "Kami berjuang di wilayah kami. Kami membela desa-desa dan kota-kota kami. Kami tidak punya cukup senjata untuk melakukan serangan itu."

Lantas, benarkah ini memang serangan yang dirancang dan dieksekusi oleh Ukraina, atau oleh kelompok simpatisan dari Rusia bagi Kyiv? Meskipun jika ini memang hanya untuk "pertunjukkan semata"?

Artinya ini adalah sesuatu yang memalukan bagi Rusia. Coba bayangkan: pusat kekuasaan Rusia, salah satu kawasan paling terlindungi di dunia, berhasil ditembus oleh sekelompok drone dengan bahan peledak.

Baca juga:

Meskipun Moskow dilindungi oleh sistem pertahanan angkata udara dan sistem pengacau sinyal canggih, Kremlin seharusnya mampu melindungi diri dari obyek berbahaya serta mencegah serangan semacam itu.

Apakah hal tersebut terdengar sulit dilakukan atau bahkan tidak mungkin?

Faktanya, pada 1987 seorang remaja asal Jerman Barat yang bernama Mathias Rust berhasil lolos dari pertahanan udara Soviet dan mendaratkan pesawat Cessna-nya di atas Lapangan Merah, tepat di samping Kremiln.

Peristiwa bersejarah tersebut menunjukkan bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin.

Bahkan, ini terlihat dari cara kantor-kantor berita melaporkan kejadian minggu llau itu di televisi Rusia.

Insiden itu menjadi berita utama, namun tidak ada satupun stasiun TV yang saya tonton, Vremya di Channel 1 dan Vesti di Russia-1, menyiarkan cuplikan dramatis yang menampilkan ledakan dan asap.

Alih-alih, mereka menggunakan tampilan gambar lama untuk menunjukkan Kremlin dan Lapangan Merah.

Mungkin karena gambar Kremlin yang tidak dilindungi dan dalam ancaman terlalu tidak mengenakkan untuk ditonton orang.

Kembali ke rumor dan spekulasi. Media sosial dipenuhi dengan warganet yang menyerukan “palsu!“ dan “operasi kambing hitam!”

Beberapa orang yang berkomentar menduga insiden itu diciptakan oleh pemerintah Rusia atau oleh pihak dinas keamanan untuk mencari alasan agar dapat terus melanjutkan perang di Ukraina.

Walau begitu, sejak Rusia meluncurkan invasi skala besar terhadap Ukraina pada Februari 2022, kelihatannya mereka tidak memerlukan alasan untuk terus melanjutkan perang.

Mengapa mereka mengatur insiden yang berpotensi memalukan kekuatan Rusia yang banyak pihak dapat menginterpretasikannya sebagai tanda Kremlin melemah?

Dan, kembali ke stasiun-stasiun TV Rusia: mereka menghindari menunjukkan gambar-gambar ledakan.

Ada teori-teori lain. Mungkinkah apa yang terjadi merupakan bentuk dari perselisihan antara kelompok-kelompok berbeda yang memperebutkan kuasa mereka atas Kremlin?

Sama seperti kebanyakan orang, saya tidak punya jawaban pasti. Saya hanya memiliki banyak pertanyaan.