Sasaran pertumbuhan ekonomi Cina diturunkan jadi sekitar 6,5%

Cina,
Keterangan gambar, Pertumbuhan ekonomi Cina pada tahun 2016 lalu merupakan yang terlambat dalam waktu 26 tahun belakangan.

Pertumbuhan ekonomi Cina untuk tahun ini diturunkan menjadi sekitar 6,5% dari sasaran awal yang ditetapkan awal tahun lalu, antara 6,5% hingga 7%.

Penyesuaian tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri, Li Keqiang, dalam sidang tahunan Kongres Nasional Rakyat di Beijing.

Dia menjelaskan akan mengatasi yang disebut sebagai 'perusahaan zombi' milik negara dan menghasilkan lebih banyak batu bara serta baja yang dibutuhkan pasar.

Tahun 2016 lalu pertumbuhan ekonomi Cina mengalami yang terlambat dalam waktu 26 tahun belakangan.

Lebih dari 3.000 delegasi dari seluruh Cina berkumpul di Balai Rakyat di pusat kota Beijing.

Cina, Beijing, polusi

Sumber gambar, AP/Andy Wong

Keterangan gambar, PM Li Keqiang mengatakan akan 'bekerja keras' untuk mengatasi polusi yang semakin diperburuk oleh industri-industri berat.

Di hadapan para anggota dewan tersebut. PM Li mengulang kembali pujiannya atas pemimpin Partai Komunis Cina yang merangkap Presiden, Xi Jinping, yang memimpin rakyat Cina sehingga memiliki keberanian dan kecerdikan dalam menyelesaikan berbagai masalah.

Dia mengungkapkan daftar sejumlah masalah, antara lain kabut asap yang melanda sejumlah tempat maupun para pejabat pemerintah yang malas.

Cina, Li Keqiang

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Lebih dari 3.000 delegasi dari seluruh Cina mendengarkan pidato PM Li Keqiang di Balai Rakyat, Beijing.

PM Li juga berjanji akan 'bekerja keras' untuk mengatasi masalah polusi, yang semakin diperburuk oleh industri-industri berat.

"Kami akan membuat udara kami biru kembali," tuturnya dan menambahkan semua industri yang menjadi sumber polusi akan berada dalam pengawasan tanpa henti.

Dan keluhan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tentang nilai tukar mata Cina serta kebijakan perdagangan, ditanggapi Li dengan peringatan tentang situasi global yang lebih rumit di masa depan dengan Cina menghadapi ancaman proteksionisme yang semakin berkembang.